KebonCinta.com - Sudah rutin membersihkan wajah, menggunakan pelembap, hingga mengaplikasikan berbagai produk skincare untuk mengatasi jerawat, tetapi masalah kulit tak kunjung membaik? Bisa jadi, ada kebiasaan sehari-hari yang belum kamu perhatikan, termasuk pilihan minuman.
Salah satunya adalah kopi susu dengan tambahan gula. Minuman yang populer karena perpaduan rasa pahit, manis, dan creamy ini memang sulit ditolak, terutama bagi mereka yang membutuhkan asupan energi untuk menjalani aktivitas.
Namun, jika kulitmu rentan berjerawat, kebiasaan mengonsumsi kopi dengan berbagai tambahan bahan sebaiknya mulai diperhatikan.
Perlu diketahui, kopi hitam belum terbukti secara langsung menyebabkan jerawat. Meski begitu, beberapa bahan yang sering ditambahkan ke dalam kopi, seperti susu sapi dan gula, diduga memiliki kaitan dengan kondisi kulit pada sebagian orang.
Berikut beberapa hal yang perlu kamu ketahui.
Kopi susu menjadi pilihan banyak orang karena perpaduan rasa pahit kopi dan lembutnya susu. Namun, sejumlah penelitian observasional menemukan adanya hubungan antara konsumsi susu sapi dan munculnya jerawat.
Beberapa penelitian bahkan menunjukkan hubungan yang lebih konsisten pada konsumsi susu rendah lemak atau skim. Salah satu dugaan mekanismenya berkaitan dengan komponen hormonal dalam susu serta pengaruhnya terhadap jalur metabolisme yang berperan dalam pertumbuhan sel kulit dan produksi minyak.
Meski demikian, temuan tersebut belum cukup untuk membuktikan bahwa susu sapi secara langsung menyebabkan jerawat. Respons setiap orang juga berbeda. Artinya, tidak semua orang yang rutin minum kopi susu perlu menghindari produk tersebut.
Selain susu, kandungan gula dalam kopi juga perlu diperhatikan.
Minuman seperti es kopi gula aren, caramel latte, frappuccino, dan berbagai kopi kekinian sering kali mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi.
Konsumsi makanan atau minuman dengan indeks dan beban glikemik tinggi dapat meningkatkan kadar gula darah dan insulin. Kondisi ini berpotensi memengaruhi aktivitas insulin-like growth factor-1 (IGF-1), yaitu faktor yang berkaitan dengan proses pertumbuhan sel dan produksi sebum atau minyak alami kulit.
Peningkatan aktivitas jalur tersebut diduga dapat berperan dalam proses terbentuknya jerawat.
Karena itu, kebiasaan mengonsumsi kopi dengan tambahan gula secara berlebihan patut dievaluasi, terutama jika kamu memiliki kulit yang mudah berjerawat.
Bukan hanya susu dan gula, bahan tambahan lain dalam kopi juga perlu diperhatikan.
Krimer, sirup perasa, susu kental manis, hingga berbagai topping dapat meningkatkan kandungan gula dan kalori dalam minuman. Jika dikonsumsi terlalu sering, kebiasaan ini dapat membuat asupan gula harian menjadi berlebihan.
Pola makan dengan kandungan gula tinggi juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pada orang yang mengalami masalah jerawat.
Jadi, jangan hanya mempertimbangkan ukuran gelas atau rasa minuman saat membeli kopi. Perhatikan pula komposisi bahan dan jumlah gula yang terkandung di dalamnya.
Kabar baiknya, kamu tetap bisa menikmati kopi tanpa harus selalu menambahkan banyak gula atau bahan pemanis lainnya.
Kopi hitam, seperti americano atau espresso, dapat menjadi alternatif karena umumnya disajikan tanpa tambahan susu dan gula. Jika kurang menyukai rasa pahit, kamu bisa meminta barista mengurangi takaran sirup atau gula sesuai selera.
Pilihan susu nabati juga bisa dipertimbangkan jika ingin mengurangi konsumsi susu sapi. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua susu nabati bebas gula. Beberapa produk justru mengandung pemanis tambahan.
Karena itu, periksa label komposisi sebelum memilih produk. Dengan begitu, kamu tetap dapat menikmati kopi sambil lebih memperhatikan asupan gula sehari-hari.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir