Sains
Rahman Abdullah

Waspada! Ini 6 Tanda Ular Baru Saja Melintas di Halaman Rumah Anda

Waspada! Ini 6 Tanda Ular Baru Saja Melintas di Halaman Rumah Anda

20 Juli 2026 | 16:28

Keboncinta.com-- Ular dapat muncul di sekitar rumah tanpa menarik perhatian penghuni. Hewan melata ini sering melintas secara diam-diam, terutama pada area yang rimbun, lembap, atau jarang mendapat aktivitas manusia. Akibatnya, banyak orang baru menyadari keberadaannya setelah melihat ular secara langsung.

Padahal, sebelum terlihat, ular biasanya meninggalkan sejumlah tanda yang bisa dikenali. Mulai dari bekas jejak di tanah hingga perubahan kondisi lingkungan, semua dapat menjadi petunjuk bahwa reptil tersebut baru saja melintas. Dengan mengenali tanda-tanda ini lebih awal, penghuni rumah dapat mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Sulingjar 2026 Resmi Dijadwalkan Ulang, Ini Tahapan yang Harus Segera Disiapkan Sekolah

Mengapa Ular Sering Masuk ke Pekarangan Rumah?

Lingkungan rumah yang memiliki rumput tinggi, semak lebat, tumpukan kayu, bebatuan, atau selokan yang jarang dibersihkan menjadi tempat favorit ular untuk berlindung.

Selain mencari lokasi yang teduh, ular juga datang karena tersedia sumber makanan seperti tikus, katak, cicak, maupun hewan kecil lainnya. Kondisi cuaca yang lembap juga membuat reptil ini lebih aktif bergerak di sekitar permukiman.

1. Muncul Jejak Melata di Permukaan Tanah

Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah adanya bekas gesekan tubuh ular di atas tanah, pasir, atau permukaan berdebu.

Jejak tersebut biasanya berbentuk garis panjang yang melengkung atau menyerupai pola zig-zag tanpa bekas kaki. Jejak seperti ini sering ditemukan di sekitar taman, pagar, selokan, maupun jalur sempit di halaman rumah.

Apabila menemukannya, sebaiknya lakukan pemeriksaan dari jarak aman, terutama di area yang dipenuhi batu, kayu, atau tanaman rimbun.

Baca Juga: Kabar Gembira Guru Madrasah! Tambahan Anggaran Rp5,783 Triliun Disetujui, TPG Kemenag Makin Pasti Cair

2. Ditemukan Kulit Ular yang Mengelupas

Ular secara alami mengalami pergantian kulit sebagai bagian dari proses pertumbuhan.

Kulit yang ditinggalkan biasanya tampak tipis, transparan, dan menyerupai plastik bening dengan bentuk tubuh ular yang masih terlihat jelas.

Jika menemukan kulit tersebut di sekitar pot tanaman, pagar, gudang, atau sudut halaman, besar kemungkinan ular pernah berada di lokasi tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama.

3. Tercium Bau Menyengat Disertai Kotoran

Keberadaan ular juga dapat dikenali melalui kotorannya.

Kotoran ular umumnya berwarna gelap, berbentuk memanjang, dan terkadang mengandung sisa tulang kecil, bulu, atau bagian tubuh mangsa. Aroma yang ditimbulkan juga cenderung cukup menyengat.

Bila menemukan tanda seperti ini, segera bersihkan area tersebut dan pastikan tidak ada sisa makanan hewan peliharaan yang dapat menarik hewan mangsa ular.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Guru 2026 Belum Otomatis Beralih ke Penuh Waktu, Ini Penjelasan yang Perlu Dipahami

4. Terdengar Suara Gesekan di Semak atau Dinding

Pada malam hari atau saat suasana sepi, ular yang bergerak sering menimbulkan suara gesekan ringan.

Suara tersebut dapat berasal dari dedaunan, rumput, tumpukan barang, atau sela-sela dinding rumah.

Jika mendengarnya, jangan mendekati sumber suara secara langsung. Periksa dari jarak aman menggunakan alat bantu dan hindari memasukkan tangan ke area yang tidak terlihat jelas.

5. Hewan Kecil di Sekitar Rumah Mendadak Berkurang

Tikus, katak, cicak, maupun hewan kecil lainnya merupakan mangsa alami ular.

Apabila populasi hewan-hewan tersebut tiba-tiba berkurang tanpa penyebab yang jelas, hal itu bisa menjadi salah satu indikasi bahwa ular sedang aktif berburu di sekitar rumah.

Selain itu, periksa pula adanya celah atau lubang pada dinding, pagar, maupun halaman yang berpotensi menjadi jalur masuk reptil tersebut.

6. Muncul Lubang Kecil yang Tidak Biasa

Lubang kecil dengan diameter sekitar 2 hingga 5 sentimeter di halaman juga patut diperhatikan.

Lubang yang sering dilalui ular biasanya memiliki permukaan yang tampak halus akibat gesekan tubuhnya secara berulang.

Sebagai langkah sederhana, Anda dapat menaburkan sedikit tepung di sekitar lubang. Jika keesokan harinya muncul bekas gesekan atau jejak melingkar, kemungkinan besar lubang tersebut masih digunakan oleh ular.

Baca Juga: Sekolah Tidak Boleh Mewajibkan Beli Seragam, Ini Panduan bagi Orang Tua Menghadapi Praktik yang Melanggar Aturan

Cara Mengurangi Risiko Ular Masuk ke Rumah

Selain mengenali tanda-tandanya, langkah pencegahan juga sangat penting dilakukan agar lingkungan rumah tidak menjadi habitat yang menarik bagi ular.

Beberapa cara yang dapat diterapkan antara lain:

  • Memangkas rumput dan semak secara rutin.

  • Membersihkan tumpukan kayu, batu, atau barang bekas.

  • Menutup lubang pada pagar, dinding, dan saluran air.

  • Mengendalikan populasi tikus di sekitar rumah.

  • Menjaga kebersihan halaman agar tidak menjadi tempat persembunyian ular.

Ular dapat melintas di sekitar rumah tanpa diketahui penghuni. Meski demikian, reptil ini umumnya meninggalkan sejumlah tanda yang bisa dikenali, seperti jejak melata, kulit yang terkelupas, kotoran, suara gesekan, berkurangnya hewan kecil, hingga munculnya lubang-lubang misterius di halaman.

Dengan memahami berbagai tanda tersebut dan menjaga kebersihan lingkungan secara rutin, risiko keberadaan ular di sekitar rumah dapat diminimalkan. Kewaspadaan sejak dini menjadi langkah terbaik untuk menjaga keamanan keluarga tanpa perlu bersikap panik ketika menemukan indikasi keberadaan ular.***

Tags:
Sains Membunuh Ular ilmu pengetahuan

Komentar Pengguna