KebonCinta.com-- Penipuan berkedok pinjaman online atau pinjol ilegal menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai masyarakat. Modusnya tidak selalu berupa tawaran pinjaman dengan bunga tinggi. Pelaku juga dapat menyalahgunakan identitas seseorang untuk mengajukan pinjaman tanpa sepengetahuan pemilik data.
Akibatnya, korban bisa menerima tagihan atas utang yang tidak pernah diajukan. Masalah ini bahkan berpotensi menimbulkan persoalan lebih lanjut, mulai dari gangguan keuangan hingga munculnya catatan kredit yang perlu diklarifikasi.
Karena itu, masyarakat perlu memahami cara kerja penipuan pinjol ilegal agar tidak mudah terjebak. Menjaga data pribadi dan memeriksa aktivitas keuangan secara berkala menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penyalahgunaan identitas.
Baca Juga: Benarkah Mandi Malam Bisa Menyebabkan Paru-Paru Basah? Ini Penjelasan Medisnya
Informasi seperti nomor KTP, foto identitas, nomor telepon, alamat, dan dokumen keluarga dapat menjadi sasaran pelaku kejahatan digital. Jika informasi tersebut jatuh ke tangan yang salah, pelaku berpotensi menggunakannya untuk berbagai tindakan yang merugikan.
Salah satu risikonya adalah pengajuan pinjaman menggunakan identitas orang lain. Pemilik data baru mengetahui masalah tersebut ketika menerima pesan penagihan, panggilan dari pihak pemberi pinjaman, atau pemberitahuan mengenai pinjaman yang tidak pernah dibuatnya.
Untuk mengurangi risiko, hindari membagikan foto KTP dan dokumen penting kepada pihak yang tidak jelas. Berhati-hatilah pula terhadap telepon, pesan singkat, maupun tautan yang meminta informasi pribadi dengan alasan verifikasi, hadiah, atau pencairan dana.
1. Mengelabui korban melalui tautan palsu
Pelaku dapat mengirimkan tautan yang seolah-olah berasal dari lembaga keuangan, perusahaan pinjaman, atau layanan resmi lainnya. Korban kemudian diminta mengisi formulir yang berisi data identitas dan informasi sensitif.
Jika tautan tersebut merupakan bagian dari penipuan, informasi yang diberikan bisa dimanfaatkan untuk tindakan tanpa persetujuan korban. Karena itu, jangan terburu-buru mengisi formulir dari sumber yang belum terverifikasi. Periksa alamat situs dan pastikan layanan tersebut benar-benar resmi.
2. Meminjam identitas dengan iming-iming imbalan
Modus lainnya dilakukan dengan meminta seseorang menyerahkan data pribadi dengan imbalan uang atau komisi. Pelaku mungkin berdalih bahwa data hanya dibutuhkan untuk keperluan administrasi atau membantu proses pengajuan pinjaman.
Padahal, identitas tersebut dapat digunakan untuk mengajukan pinjaman atas nama pemiliknya. Ketika pinjaman bermasalah atau jatuh tempo, orang yang namanya tercantum dalam pengajuan berisiko menerima tagihan meskipun tidak merasa pernah meminjam uang.
Jangan menyerahkan data identitas atau kode OTP kepada orang lain hanya karena dijanjikan imbalan. Kode OTP, kata sandi, dan PIN merupakan informasi rahasia yang harus dijaga.
Baca Juga: 7 Manfaat Buah Zaitun bagi Kesehatan, dari Jantung hingga Menjaga Sel Tubuh
Masyarakat juga perlu waspada ketika tiba-tiba menerima transfer dana yang tidak diketahui asalnya. Jangan langsung menggunakan uang tersebut dan jangan terburu-buru mengembalikannya ke rekening yang ditentukan oleh orang yang menghubungi Anda.
Langkah pertama adalah menghubungi bank melalui kanal resminya untuk memeriksa asal transaksi dan meminta petunjuk penanganan. Simpan bukti transfer, percakapan, nomor rekening, serta informasi lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Apabila dana diduga berasal dari pinjaman yang diajukan tanpa persetujuan, hubungi perusahaan penyelenggara pinjaman melalui saluran resmi untuk menyampaikan keberatan dan meminta pemeriksaan. Jika terdapat indikasi pinjol ilegal, laporkan melalui kanal pengaduan resmi yang tersedia.
Jangan mentransfer uang ke rekening lain hanya berdasarkan instruksi penelepon atau pengirim pesan. Pengembalian dana perlu dilakukan melalui prosedur yang dapat diverifikasi agar tidak menimbulkan kerugian tambahan.
Kebiasaan memeriksa aktivitas keuangan dapat membantu mendeteksi masalah sejak awal.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir