Gaya Hidup
Rahman Abdullah

WFH Justru Bikin Stres? Ini Penyebab Kerja dari Rumah Terasa Tak Pernah Selesai

WFH Justru Bikin Stres? Ini Penyebab Kerja dari Rumah Terasa Tak Pernah Selesai

22 Oktober 2026 | 14:02

Beban pikiran juga dapat meningkat karena seseorang merasa belum melakukan cukup banyak hal, meskipun telah bekerja selama berjam-jam.

Ada pekerja yang merasa bersalah ketika mengambil jeda istirahat. Ada pula yang terus memeriksa pesan pekerjaan karena khawatir melewatkan instruksi penting. Jika berlangsung berkepanjangan, kebiasaan ini dapat memicu stres, kecemasan, dan kelelahan.

Waktu istirahat yang tidak memadai juga membuat tubuh dan pikiran kehilangan kesempatan untuk memulihkan energi. Akibatnya, konsentrasi bisa menurun dan pekerjaan berikutnya terasa semakin berat.

Oleh sebab itu, produktivitas sebaiknya tidak hanya diukur dari lamanya seseorang berada di depan layar. Kualitas hasil kerja, kemampuan mengatur prioritas, dan kesempatan untuk memulihkan tenaga juga perlu diperhatikan.

Baca Juga: Cara Menyusun RPP Seni Budaya Kelas 8 Kurikulum Merdeka Lengkap dengan Langkah Pembelajaran 

Cara Membuat WFH Lebih Nyaman dan Produktif

Agar bekerja dari rumah tidak berubah menjadi sumber tekanan, pekerja perlu membangun kebiasaan yang membantu menjaga keseimbangan. Langkah pertama adalah menentukan jam mulai dan selesai bekerja secara konsisten.

Setelah waktu kerja berakhir, usahakan untuk menutup laptop dan tidak memeriksa pesan pekerjaan yang tidak mendesak. Jika pekerjaan mengharuskan adanya komunikasi di luar jam kerja, aturan mengenai kondisi darurat dan waktu respons sebaiknya disepakati bersama atasan atau tim.

Langkah berikutnya adalah menyusun prioritas harian. Menentukan beberapa tugas utama dapat membantu pekerja mengarahkan perhatian pada hal yang paling penting, alih-alih berusaha menyelesaikan semuanya sekaligus.

Pekerja juga dapat membuat jeda istirahat di sela aktivitas, menata ruang kerja yang minim gangguan, dan mengomunikasikan kebutuhan kerja secara terbuka kepada keluarga maupun rekan kerja.

Dari sisi perusahaan, kebijakan WFH yang sehat perlu didukung dengan pembagian beban kerja yang masuk akal, target yang jelas, dan penghormatan terhadap waktu pribadi karyawan. Fleksibilitas akan lebih bermanfaat apabila disertai kepercayaan dan aturan kerja yang dipahami bersama.

Bukan Sekadar Bekerja dari Rumah, tetapi Bekerja dengan Seimbang

WFH tetap dapat menjadi pilihan kerja yang efektif jika dijalankan dengan pengelolaan yang baik. Tidak harus selalu bekerja lebih lama untuk menunjukkan produktivitas, begitu pula tidak setiap pesan perlu dijawab saat itu juga jika tidak bersifat mendesak.

Kunci utamanya adalah menciptakan batas yang sehat antara tanggung jawab profesional dan kebutuhan pribadi. Ketika waktu kerja lebih teratur, komunikasi berjalan baik, dan istirahat mendapat ruang yang cukup, pekerja memiliki kesempatan lebih besar untuk menjaga produktivitas tanpa mengorbankan kualitas hidup.

Pada akhirnya, manfaat bekerja dari rumah bukan hanya terletak pada kesempatan menghindari kemacetan atau bekerja dengan suasana yang lebih santai. WFH seharusnya membantu seseorang menjalankan pekerjaannya secara efektif sekaligus tetap memiliki waktu untuk diri sendiri dan keluarga.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
WFH Stres kerja Produktivitas kerja

Komentar Pengguna