Teknologi
Hilmi An Naufal

Xiaomi Luncurkan SUV Listrik YU7 dan AI Glasses, Teknologi Makin Canggih

Xiaomi Luncurkan SUV Listrik YU7 dan AI Glasses, Teknologi Makin Canggih

14 Agustus 2026 | 07:56

KebonCinta.com – Xiaomi semakin serius memperluas bisnisnya di luar smartphone. Perusahaan teknologi asal China tersebut meluncurkan sejumlah produk baru yang memperlihatkan ambisinya membangun ekosistem teknologi yang semakin luas, termasuk SUV listrik Xiaomi YU7 dan Xiaomi AI Glasses.

Kedua produk tersebut diperkenalkan dalam acara peluncuran Xiaomi di Beijing pada 26 Juni 2025. YU7 menjadi SUV listrik pertama Xiaomi, sementara AI Glasses merupakan kacamata pintar pertama perusahaan yang mengandalkan kecerdasan artifisial untuk berbagai fungsi sehari-hari.

Peluncuran ini menunjukkan bahwa Xiaomi tidak lagi hanya bermain di pasar ponsel dan perangkat elektronik. Perusahaan mulai menghubungkan kendaraan, perangkat wearable, kecerdasan buatan, serta berbagai perangkat pintar dalam satu ekosistem.

Xiaomi YU7 Jadi SUV Listrik Pertama

Xiaomi YU7 merupakan kendaraan listrik kedua Xiaomi setelah sedan SU7 dan menjadi model SUV pertama perusahaan.

Mobil ini dirancang sebagai SUV listrik berukuran menengah hingga besar dengan pendekatan yang menggabungkan performa, kenyamanan, serta teknologi pintar.

Xiaomi menawarkan YU7 dalam tiga varian, yaitu Standard, Pro, dan Max.

Untuk pasar China, harga awal Xiaomi YU7 Standard ditetapkan sebesar 253.500 yuan. Sementara YU7 Pro dibanderol 279.900 yuan dan varian tertinggi YU7 Max mencapai 329.900 yuan.

Ketiga varian tersebut menggunakan sistem penggerak listrik dengan teknologi yang dikembangkan Xiaomi.

Jarak Tempuh Jadi Salah Satu Andalan

Salah satu daya tarik utama Xiaomi YU7 adalah kemampuan jarak tempuhnya.

Varian Standard diklaim mampu mencapai 835 kilometer berdasarkan pengujian CLTC. Sementara YU7 Pro dan YU7 Max masing-masing memiliki jarak tempuh hingga 770 kilometer dan 760 kilometer dalam standar pengujian yang sama.

Mobil ini juga menggunakan platform tegangan tinggi 800V berbasis silikon karbida.

Menurut Xiaomi, sistem pengisian dayanya dapat mengisi baterai dari 10 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 12 menit pada kondisi yang mendukung. Pengisian selama 15 menit juga diklaim dapat menambah jarak tempuh hingga 620 kilometer berdasarkan pengujian CLTC.

Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari strategi Xiaomi untuk membuat kendaraan listrik lebih praktis digunakan dalam perjalanan sehari-hari.

Performa YU7 Tak Bisa Dianggap Biasa

Selain mengejar efisiensi, Xiaomi juga memberikan perhatian besar pada performa.

Varian YU7 Max memiliki tenaga hingga 690 PS, dengan kecepatan maksimum 253 kilometer per jam. Akselerasi 0–100 kilometer per jam diklaim dapat ditempuh dalam waktu 3,23 detik.

Sistem komputasi kendaraan juga menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian.

Xiaomi YU7 menggunakan platform NVIDIA DRIVE AGX Thor untuk sistem bantuan berkendara dengan kemampuan komputasi hingga 700 TOPS.

Selain itu, seluruh lini YU7 dilengkapi dengan berbagai sensor, termasuk LiDAR, radar gelombang milimeter 4D, kamera, dan sensor ultrasonik untuk mendukung sistem bantuan berkendara.

Teknologi tersebut menunjukkan bahwa Xiaomi tidak hanya ingin membuat mobil listrik yang hemat energi, tetapi juga kendaraan yang memiliki kemampuan komputasi tinggi.

Masuk ke Dunia Kacamata Pintar

Pada acara yang sama, Xiaomi juga memperkenalkan Xiaomi AI Glasses.

Perangkat ini dirancang sebagai kacamata pintar yang menggabungkan fungsi kamera, audio, konektivitas, serta kecerdasan buatan.

Bobotnya sekitar 40 gram, sehingga dirancang agar tetap nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Xiaomi menyediakan beberapa pilihan warna, termasuk hitam, cokelat, dan hijau.

Kacamata tersebut juga memiliki engsel berbahan titanium dan tersedia dengan pilihan lensa elektrokromik yang dapat berubah tingkat kegelapannya dalam waktu sekitar 0,2 detik.

Kamera 12 MP dan Fitur AI

Salah satu komponen utama Xiaomi AI Glasses adalah kamera 12 MP Sony IMX681.

Kamera tersebut dapat digunakan untuk merekam video dari sudut pandang pengguna. Perangkat ini juga mendukung panggilan video dan siaran langsung dengan perspektif orang pertama.

Namun, kemampuan kacamata ini tidak berhenti pada kamera.

Xiaomi membekalinya dengan sistem AI yang dapat membantu mengenali objek, menerjemahkan teks, menjawab pertanyaan, hingga memberikan informasi tertentu berdasarkan apa yang dilihat pengguna.

Dengan kemampuan multimodal tersebut, kamera dan AI dapat bekerja bersama untuk memahami lingkungan sekitar.

Bisa Jadi Asisten Saat Rapat

Xiaomi juga membidik penggunaan AI Glasses untuk kebutuhan produktivitas.

Perangkat tersebut dapat digunakan sebagai asisten rapat dengan kemampuan transkripsi otomatis, membuat rangkuman, serta interpretasi bahasa secara langsung.

Xiaomi menyebut perangkat ini mendukung interpretasi untuk hingga 10 bahasa, termasuk bahasa Inggris, Jepang, dan Jerman.

Fitur semacam ini membuat kacamata pintar tidak hanya ditujukan untuk hiburan.

Pengguna dapat memanfaatkannya dalam aktivitas kerja, perjalanan, komunikasi, maupun dokumentasi.

Baterai Bisa Bertahan hingga 8,6 Jam

Salah satu tantangan perangkat wearable adalah daya tahan baterai.

Untuk Xiaomi AI Glasses, perusahaan menyematkan baterai 263 mAh dan mengklaim perangkat tersebut dapat digunakan hingga 8,6 jam dalam kondisi penggunaan tertentu.

Kacamata ini menggunakan sistem dua chip, termasuk Snapdragon AR1 untuk menjalankan berbagai tugas dan chip berdaya rendah yang menjalankan sistem operasi Vela OS milik Xiaomi.

Perangkat juga dapat terhubung dengan smartphone Xiaomi sehingga beberapa fungsi dapat digunakan secara bersama-sama.

Harga Mulai Rp4 Jutaan Jika Dikonversi

Xiaomi AI Glasses diperkenalkan dengan harga mulai 1.999 yuan di China. Jika dikonversikan secara sederhana ke rupiah, nilainya berada di kisaran Rp4 jutaan, meskipun harga tersebut bukan harga resmi untuk pasar Indonesia.

Hal yang perlu diperhatikan, baik Xiaomi YU7 maupun AI Glasses pada saat peluncuran tersebut ditujukan untuk pasar China. Xiaomi juga menyatakan ketersediaan YU7 pada saat itu masih terbatas di China daratan.

Karena itu, belum tepat jika harga China tersebut dianggap sebagai harga jual resmi di Indonesia.

Xiaomi Membangun Ekosistem Lebih Besar

Peluncuran YU7 dan AI Glasses memperlihatkan arah bisnis Xiaomi yang semakin luas.

Smartphone tetap menjadi salah satu produk utama perusahaan, tetapi Xiaomi kini berusaha menghubungkan berbagai perangkat melalui ekosistem yang sama.

Mobil listrik dapat terhubung dengan perangkat pintar, sementara AI Glasses membawa kemampuan AI langsung ke aktivitas pengguna.

Pendekatan tersebut membuat Xiaomi berusaha menjadikan teknologi bukan sekadar kumpulan perangkat yang berdiri sendiri.

Semakin banyak perangkat yang terhubung, semakin besar pula peluang perusahaan membangun pengalaman penggunaan yang terintegrasi.

Persaingan Teknologi Makin Luas

Masuknya Xiaomi ke kendaraan listrik dan kacamata pintar juga membuat persaingan teknologi menjadi semakin menarik.

Di industri kendaraan listrik, Xiaomi harus berhadapan dengan banyak produsen otomotif dan perusahaan teknologi yang sudah lebih dulu mengembangkan kendaraan pintar.

Sementara di sektor kacamata pintar, Xiaomi masuk ke pasar yang juga mulai berkembang dengan hadirnya berbagai produk berbasis kamera, audio, dan AI.

Kekuatan Xiaomi terletak pada pengalaman membangun ekosistem perangkat dengan jumlah pengguna yang besar.

Jika integrasi antara smartphone, kendaraan, AI, dan perangkat wearable terus dikembangkan, perusahaan ini berpotensi menjadikan ekosistemnya semakin sulit dipisahkan dari aktivitas digital penggunanya.

Bagi konsumen, perkembangan tersebut juga memberikan gambaran mengenai arah teknologi masa depan. Kendaraan tidak lagi hanya menjadi alat transportasi, sedangkan kacamata tidak sekadar berfungsi sebagai alat bantu penglihatan.

Keduanya mulai berubah menjadi perangkat pintar yang mampu berkomunikasi dengan pengguna dan perangkat lain.

Tags:
teknologi

Komentar Pengguna