KebonCinta.com – Persaingan kendaraan listrik di Indonesia semakin ramai dengan masuknya berbagai merek asal China. Salah satu yang menarik perhatian adalah XPENG G6, SUV listrik bergaya coupe yang ditawarkan dengan harga mulai Rp599 juta saat diperkenalkan di pasar Indonesia pada 2025.
Harga tersebut membuat XPENG G6 berada di segmen yang cukup kompetitif. Model ini hadir membawa sejumlah teknologi, mulai dari platform 800V, sistem bantuan berkendara, hingga kemampuan pengisian baterai cepat.
XPENG sendiri resmi masuk ke Indonesia pada awal 2025 melalui kerja sama dengan Erajaya Active Lifestyle sebagai pemegang merek dan distributor resminya. G6 menjadi salah satu model utama yang dibawa untuk bersaing di pasar kendaraan listrik nasional.
Dari tampilan luar, XPENG G6 cukup mudah dibedakan dari SUV konvensional.
Bodi mobil menggunakan desain coupe SUV dengan atap yang menurun ke bagian belakang. Bagian depannya juga dibuat minimalis dengan lampu LED memanjang yang menjadi salah satu ciri khas desain XPENG.
Dimensi G6 mencapai panjang 4.753 mm, lebar 1.920 mm, dan tinggi 1.650 mm dengan jarak sumbu roda 2.890 mm.
Dengan konfigurasi tersebut, G6 menawarkan lima tempat duduk dan ruang bagasi hingga 571 liter. Kapasitasnya dapat bertambah menjadi 1.374 liter ketika kursi belakang dilipat.
Desain tersebut memperlihatkan pendekatan XPENG yang mencoba menggabungkan tampilan sporty dengan kebutuhan kendaraan keluarga.
Ketika harga resminya diumumkan pada Juni 2025, XPENG G6 Standard Range dipasarkan dengan harga Rp599 juta on the road Jakarta.
Saat itu, G6 menjadi salah satu kendaraan listrik yang cukup menarik perhatian karena membawa spesifikasi teknologi tinggi dengan harga di bawah sejumlah SUV listrik premium.
Pada periode GIIAS 2025, XPENG bahkan sempat menawarkan harga promo G6 Standard Range sebesar Rp559 juta, atau lebih rendah Rp40 juta dari harga normal.
Namun, harga tersebut merupakan harga promo pada periode tertentu. Konsumen perlu melihat harga dan ketersediaan terbaru karena model G6 generasi awal tersebut kemudian digantikan oleh lini G6 yang lebih baru.
Untuk versi Standard Range yang diperkenalkan di Indonesia pada 2025, G6 menggunakan motor listrik dengan daya 190 kW dan torsi maksimum 440 Nm.
Tenaga tersebut membuat akselerasi 0–100 km/jam dapat ditempuh sekitar 6,9 detik, sedangkan kecepatan maksimumnya mencapai 200 km/jam.
Motor tersebut menggerakkan roda belakang.
Karakter ini membuat G6 tidak hanya ditujukan untuk penggunaan perkotaan, tetapi juga cukup bertenaga ketika digunakan untuk perjalanan dengan kecepatan lebih tinggi.
XPENG G6 Standard Range menggunakan baterai 66 kWh berjenis LFP.
Berdasarkan pengujian WLTP, jarak tempuhnya mencapai sekitar 435 kilometer dalam sekali pengisian. Angka tersebut tentunya dapat berbeda dalam penggunaan sehari-hari karena dipengaruhi gaya mengemudi, kondisi jalan, beban kendaraan, suhu, serta penggunaan AC.
Untuk konsumen yang lebih sering menggunakan mobil di dalam kota, kapasitas tersebut cukup memberikan ruang perjalanan tanpa harus terlalu sering mencari stasiun pengisian.
Sementara bagi pengguna yang melakukan perjalanan jauh, keberadaan teknologi pengisian cepat menjadi salah satu fitur penting.
Salah satu teknologi yang menjadi nilai jual G6 adalah sistem kelistrikan berarsitektur 800V.
XPENG menyebut G6 dapat melakukan pengisian cepat dari 10 persen hingga 80 persen dalam waktu kurang dari 20 menit pada konfigurasi dan kondisi pengisian yang sesuai. Versi tertentu juga mendukung daya pengisian DC hingga 280 kW.
Teknologi ini menjadi penting karena waktu pengisian merupakan salah satu pertimbangan konsumen ketika berpindah dari kendaraan berbahan bakar bensin ke mobil listrik.
Semakin singkat waktu yang dibutuhkan, semakin praktis kendaraan digunakan untuk perjalanan panjang.
XPENG juga membekali G6 dengan berbagai teknologi digital.
Di dalam kabin terdapat layar kontrol tengah berukuran sekitar 14,96 inci. Sistem kendaraan juga mendapatkan dukungan perangkat lunak yang dapat diperbarui melalui over-the-air (OTA).
Pengguna dapat memperoleh pembaruan perangkat lunak tanpa harus selalu datang ke bengkel untuk melakukan pembaruan sistem tertentu.
G6 juga memiliki sistem perintah suara yang memungkinkan pengguna mengoperasikan sejumlah fungsi kendaraan melalui perintah suara.
Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana XPENG mencoba menjadikan mobil bukan hanya alat transportasi, tetapi juga perangkat pintar yang terus berkembang melalui pembaruan software.
Teknologi keselamatan menjadi bagian lain yang ditawarkan G6.
XPENG membekali kendaraan ini dengan sistem bantuan pengemudi XPILOT Assist. Perangkat kerasnya mencakup kamera, radar, serta sensor lainnya untuk membantu kendaraan membaca lingkungan sekitar.
Pada spesifikasi G6 yang diperkenalkan di Indonesia, XPENG juga mencantumkan berbagai fungsi bantuan seperti adaptive cruise control, lane centering, lane departure warning, dan sejumlah fitur bantuan parkir.
Namun, fitur tersebut tetap merupakan sistem bantuan berkendara, bukan berarti kendaraan dapat menggantikan pengemudi sepenuhnya.
Pengemudi tetap harus memperhatikan kondisi jalan dan mengambil alih kendali ketika diperlukan.
Masuk ke dalam kabin, G6 menawarkan konsep interior yang cukup minimalis.
Layar besar menjadi pusat berbagai fungsi kendaraan, sementara ruang kabin dibuat dengan memanfaatkan jarak sumbu roda yang mencapai 2,89 meter.
XPENG juga menyediakan fitur seperti kursi depan berventilasi, panoramic roof, wireless charging, serta sistem audio premium. Pada konfigurasi yang dipasarkan XPENG, sistem audio XOPERA menggunakan hingga 18 speaker dengan daya 960 watt.
Fitur tersebut membuat G6 tidak hanya mengejar performa, tetapi juga pengalaman berkendara.
Nama Tesla Model Y sering muncul ketika membicarakan XPENG G6 karena keduanya berada di kelas SUV listrik berukuran menengah dan sama-sama menggunakan desain yang mengarah ke gaya coupe.
Namun, keduanya mempunyai pendekatan berbeda.
Tesla lebih dahulu dikenal sebagai salah satu pelopor kendaraan listrik modern dengan ekosistem software yang kuat. Sementara XPENG mencoba mengambil posisi melalui kombinasi teknologi kendaraan, kecerdasan buatan, fitur bantuan pengemudi, dan harga yang kompetitif.
Karena itu, menyebut G6 sebagai “penantang Tesla Model Y” lebih tepat dipahami sebagai gambaran persaingan di segmen SUV listrik, bukan berarti kedua mobil mempunyai spesifikasi yang sepenuhnya sama.
Dari sisi harga di Indonesia pada saat peluncuran 2025, G6 Standard Range berada di angka Rp599 juta, sehingga menjadi salah satu alternatif yang menarik bagi konsumen yang mencari SUV listrik dengan teknologi tinggi.
Yang menarik, kiprah XPENG di Indonesia tidak berhenti pada aktivitas impor kendaraan.
Pada Juli 2025, perusahaan mengumumkan bahwa Indonesia menjadi negara pertama tempat XPENG menjalankan produksi kendaraan di luar China. Pabrik di Purwakarta mulai memproduksi XPENG X9 secara lokal, sementara strategi lokalisasi juga diarahkan untuk memperkuat kehadiran perusahaan di pasar Indonesia.
G6 juga menjadi bagian dari strategi lokalisasi tersebut.
Pada GIIAS 2025, XPENG memperkenalkan New G6 yang membawa arsitektur 800V dan teknologi pengisian lebih cepat. Model tersebut kemudian berkembang menjadi lini G6 yang lebih baru untuk pasar Indonesia.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar penjualan bagi XPENG.
Perusahaan juga melihat Indonesia sebagai basis penting untuk mengembangkan bisnis kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.
Perjalanan XPENG G6 di Indonesia juga tidak berhenti pada model yang pertama kali dibanderol Rp599 juta.
Pada 2026, XPENG Indonesia telah memasarkan G6 Pro dengan teknologi yang lebih baru. Situs resmi XPENG Indonesia mencantumkan harga G6 Pro mulai Rp679 juta untuk OTR Jakarta, sedangkan G6 Pro AWD berada di Rp769 juta.
Model baru tersebut menggunakan baterai 5C dengan kemampuan pengisian 10–80 persen dalam sekitar 12 menit dan sistem 800V full-domain.
XPENG juga menyebut G6 Pro AWD mampu berakselerasi 0–100 km/jam dalam 4,13 detik.
Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa G6 terus mendapatkan pengembangan, baik dari sisi performa maupun teknologi pengisian.
Kehadiran G6 menambah pilihan bagi masyarakat Indonesia yang mulai mempertimbangkan kendaraan listrik.
Persaingan di kelas ini tidak hanya ditentukan oleh harga.
Konsumen juga mulai memperhatikan jarak tempuh, kecepatan pengisian, jaringan charging, fitur keselamatan, layanan purnajual, serta kemampuan software kendaraan.
XPENG sendiri terus memperluas infrastruktur pendukungnya. Pada Februari 2026, perusahaan mengumumkan kerja sama untuk menghadirkan fasilitas pengisian ultra-cepat hingga 480 kW di Indonesia.
Bagi konsumen, perkembangan tersebut menjadi kabar menarik karena pilihan kendaraan listrik semakin banyak.
Sementara bagi produsen, persaingan memaksa setiap merek menawarkan teknologi dan layanan yang semakin baik.
XPENG G6 pada akhirnya bukan hanya soal mobil listrik seharga Rp599 juta.
Model ini menjadi bagian dari perubahan industri otomotif, ketika mobil mulai dipandang sebagai kombinasi antara kendaraan, komputer, baterai, software, dan teknologi kecerdasan buatan.
Dan dengan semakin banyaknya pemain yang masuk ke pasar Indonesia, konsumen menjadi pihak yang paling diuntungkan karena memiliki lebih banyak pilihan untuk menentukan kendaraan listrik yang sesuai dengan kebutuhan mereka.