KebonCinta.com — Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan setelah Yayasan Guru Belajar meraih UNESCO-Hamdan Prize for Teacher Development 2025–2026.
Penghargaan internasional tersebut diberikan melalui program Collective Teacher Leadership Development Programme.
Penyerahan penghargaan berlangsung di Markas Besar UNESCO, Paris, Prancis, pada Senin, 5 Oktober 2026 dalam rangkaian peringatan Hari Guru Sedunia.
Yayasan Guru Belajar menjadi satu dari tiga penerima penghargaan pada edisi kali ini.
Dua penerima lainnya berasal dari Türkiye dan Ethiopia.
Program yang dikembangkan Yayasan Guru Belajar berfokus pada penguatan peran guru sebagai pemimpin kolektif dalam ekosistem pendidikan.
Guru tidak hanya diposisikan sebagai pelaksana instruksi, tetapi juga didorong mengambil keputusan, berkolaborasi dan mengembangkan praktik pembelajaran bersama.
Program tersebut telah berjalan sejak 2021.
Hingga kini, Collective Teacher Leadership Development Programme telah menjangkau sebanyak 61.717 guru yang tersebar di 91 kabupaten dan kota.
Program menggabungkan pembelajaran digital, pendampingan antarguru, refleksi praktik hingga kolaborasi lintas sektor.
Pendekatan tersebut bertujuan membuat pengembangan profesi guru tidak berhenti pada pelatihan satu kali.
Guru didorong terus belajar dari pengalaman mengajar dan berbagi praktik yang berhasil kepada sesama pendidik.
Program Development Specialist Yayasan Guru Belajar Muhammad Luqman Hakim mengatakan perubahan cara pandang menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan guru.
“Guru sering diposisikan sebagai pelaksana yang menjalankan instruksi dari atas,” ujar Luqman.
Menurutnya, ketika guru mulai diberikan ruang mengambil keputusan dan bekerja bersama murid maupun guru lain, proses tersebut membutuhkan waktu serta lingkungan yang aman untuk mencoba.
UNESCO-Hamdan Prize sendiri merupakan penghargaan dua tahunan untuk program yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas guru dan pembelajaran.
Total hadiah pada edisi ini mencapai 300 ribu dolar AS.
Dana tersebut dibagi rata kepada tiga organisasi penerima sehingga masing-masing memperoleh 100 ribu dolar AS.
Dukungan dari penghargaan tersebut rencananya dimanfaatkan untuk memperkuat komunitas guru, termasuk yang berada di daerah terpencil.
Pemanfaatan teknologi dalam pengembangan kapasitas guru juga akan diperluas.
Selain itu, Yayasan Guru Belajar akan melakukan pengukuran terhadap dampak program pada kualitas pembelajaran murid.
Penghargaan ini menjadi salah satu bukti bahwa praktik pengembangan guru yang lahir dari komunitas dapat mendapatkan pengakuan di tingkat internasional.
Bagi dunia pendidikan, pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya memberikan ruang lebih besar kepada guru untuk belajar, berkolaborasi dan menjadi penggerak perubahan di sekolah masing-masing.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir