Pendidikan
Hilmi An Naufal

Ban Mobil Masih Aman atau Harus Diganti? Kenali 7 Tanda dan Cara Mengeceknya

Ban Mobil Masih Aman atau Harus Diganti? Kenali 7 Tanda dan Cara Mengeceknya

07 Agustus 2026 | 09:49

Ban baru dapat kembali rusak dengan pola serupa apabila masalah keselarasan, tekanan, atau suspensi belum diperbaiki.

5. Ban sering kehilangan tekanan udara

Tekanan yang terus berkurang dapat disebabkan paku, kebocoran pentil, kerusakan pelek, sambungan ban dengan pelek yang tidak rapat, atau kerusakan internal.

Tekanan seluruh ban, termasuk ban cadangan, sebaiknya diperiksa setidaknya sebulan sekali ketika ban masih dingin. Kondisi dingin berarti mobil belum digunakan selama sekitar tiga jam.

Gunakan angka tekanan yang tercantum pada stiker di pilar atau sisi pintu pengemudi maupun buku manual kendaraan. Jangan menggunakan angka maksimum pada dinding ban sebagai tekanan harian.

Angka pada dinding ban biasanya menunjukkan batas maksimum ban, sedangkan tekanan yang sesuai untuk kendaraan ditentukan oleh produsen mobil berdasarkan berat, karakter suspensi, ukuran ban, dan distribusi beban.

Apabila satu ban berkali-kali kekurangan udara sementara ban lainnya normal, mintalah bengkel mencari sumber kebocorannya.

6. Muncul getaran atau perubahan pengendalian

Getaran pada setir atau bodi mobil tidak selalu berasal dari ban, tetapi tetap harus diperiksa.

Masalah dapat berkaitan dengan:

  • Roda tidak seimbang.
  • Ban berubah bentuk.
  • Kerusakan lapisan internal.
  • Pelek bengkok.
  • Keausan tidak merata.
  • Keselarasan roda berubah.
  • Komponen kaki-kaki bermasalah.

Ban patut dicurigai apabila getaran muncul setelah mobil menghantam lubang, trotoar, atau benda keras.

Perubahan lain yang perlu diperhatikan adalah mobil menarik ke satu sisi, suara ban menjadi lebih keras, setir terasa tidak stabil, atau daya cengkeram saat hujan terasa menurun.

Michelin menyarankan pemeriksaan profesional apabila muncul getaran terus-menerus, perubahan arah kendaraan, atau penurunan kemampuan mencengkeram jalan meskipun kedalaman alurnya terlihat memadai.

7. Periksa usia ban dari kode produksi

Ban mengalami penuaan meskipun jarang digunakan. Panas, sinar ultraviolet, ozon, perubahan suhu, tekanan, dan kondisi penyimpanan dapat memengaruhi materialnya.

Pada ban yang memiliki kode TIN atau DOT, empat angka terakhir menunjukkan minggu dan tahun produksi.

Sebagai contoh, kode 3520 berarti ban diproduksi pada minggu ke-35 tahun 2020. NHTSA menjelaskan format empat digit tersebut digunakan untuk menunjukkan waktu produksi ban.

Kode terkadang hanya tercetak lengkap pada salah satu sisi ban. Bagian dalam roda mungkin perlu diperiksa apabila empat angka terakhir tidak terlihat dari luar.

Michelin merekomendasikan pemeriksaan menyeluruh oleh teknisi setidaknya setiap tahun setelah ban digunakan selama lima tahun. Sebagai tindakan pencegahan, ban direkomendasikan diganti ketika mencapai 10 tahun sejak tanggal produksi, termasuk ban cadangan, walaupun alurnya masih terlihat baik.

Beberapa produsen mobil atau ban dapat menetapkan usia penggantian yang lebih singkat. Buku manual kendaraan dan rekomendasi produsen tetap perlu dijadikan rujukan.

Cara mengecek ban mobil sendiri dalam 10 menit

Pemeriksaan sederhana dapat dilakukan ketika mobil diparkir di permukaan rata dan ban dalam kondisi dingin.

Pertama, putar kemudi agar permukaan ban depan lebih mudah terlihat. Periksa telapak dari sisi luar hingga bagian dalam.

Kedua, cari tanda TWI pada dinding ban dan lihat tonjolan indikator di dalam alurnya. Bandingkan ketinggian indikator dengan permukaan telapak.

Ketiga, gunakan tread depth gauge untuk mengukur beberapa bagian. Jangan hanya mengukur satu titik karena keausan dapat berbeda.

Keempat, periksa seluruh dinding samping. Cari retakan, benjolan, sayatan, benda asing, dan perubahan bentuk.

Kelima, ukur tekanan dengan alat pengukur yang layak. Cocokkan hasilnya dengan stiker tekanan kendaraan.

Keenam, lakukan pemeriksaan serupa pada ban cadangan. Ban cadangan bisa kehilangan tekanan dan mengalami penuaan meskipun tidak pernah digunakan. NHTSA mengingatkan ban cadangan juga perlu diperhatikan karena materialnya tetap menua selama disimpan.

Apakah tes menggunakan koin akurat?

Koin dapat digunakan sebagai pemeriksaan kasar, tetapi hasilnya tidak seakurat alat pengukur kedalaman.

Ukuran dan desain uang logam dapat berbeda sehingga tidak selalu memberikan patokan yang konsisten. Pemeriksaan menggunakan TWI dan tread depth gauge lebih mudah dipertanggungjawabkan.

Apabila ingin menggunakan koin sebagai pengecekan awal, jangan menjadikannya satu-satunya dasar untuk menyatakan ban aman.

Ban tetap perlu diganti apabila ditemukan benjolan, retakan berat, serat terbuka, atau kerusakan struktural meskipun hasil tes koin menunjukkan alurnya masih dalam.

Ban belum gundul tetapi sudah licin saat hujan

Kemampuan ban di jalan basah dapat menurun sebelum telapaknya terlihat benar-benar gundul.

Alur berfungsi mengalirkan air dari bidang kontak ban. Ketika alur semakin dangkal, kapasitas membuang air ikut berkurang.

Ban yang mengeras karena usia juga dapat kehilangan daya cengkeram walaupun ketebalan telapaknya masih terlihat cukup.

Penurunan traksi, jarak pengereman yang terasa lebih panjang, dan kendaraan lebih mudah kehilangan cengkeraman di jalan basah menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 3
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna