Pendidikan
Hilmi An Naufal

Ban Mobil Masih Aman atau Harus Diganti? Kenali 7 Tanda dan Cara Mengeceknya

Ban Mobil Masih Aman atau Harus Diganti? Kenali 7 Tanda dan Cara Mengeceknya

07 Agustus 2026 | 09:49

Michelin memasukkan penurunan performa basah sebagai salah satu tanda ban mungkin perlu diganti.

Ban pecah setelah menghantam lubang

Benturan keras dapat merusak ban tanpa langsung menyebabkan kebocoran.

Lapisan internal bisa mengalami kerusakan dan baru menimbulkan benjolan beberapa waktu kemudian. Pelek juga dapat berubah bentuk sehingga tekanan ban perlahan berkurang.

Setelah menghantam lubang besar, lakukan pemeriksaan visual dan rasakan perubahan pada pengendalian mobil.

Segera ke bengkel apabila muncul getaran, suara tidak biasa, setir menarik, ban kehilangan tekanan, atau terlihat benjolan.

Jangan menusuk maupun menekan benjolan dengan benda tajam. Kerusakan tersebut memerlukan penggantian, bukan ditambal dari luar.

Bolehkah hanya mengganti satu ban?

Mengganti satu ban mungkin dilakukan apabila ban lainnya masih sangat baru dan penggantinya mempunyai ukuran, model, konstruksi, serta tingkat keausan yang hampir sama.

Namun, perbedaan kedalaman telapak dapat memengaruhi karakter cengkeraman.

Apabila mengganti dua ban, Michelin merekomendasikan pasangan baru dipasang pada gandar belakang untuk membantu menjaga kestabilan, khususnya pada kondisi basah. Kendaraan AWD atau 4WD membutuhkan perhatian lebih karena perbedaan keliling roda dapat membebani sistem penggeraknya.

Rujuk buku manual dan mintalah teknisi memeriksa perbedaan telapak sebelum memutuskan hanya mengganti satu atau dua ban.

Pilih ukuran sesuai rekomendasi kendaraan

Ban pengganti sebaiknya memiliki ukuran, indeks beban, dan kemampuan kecepatan yang sesuai dengan spesifikasi mobil.

Informasi ukuran standar dapat ditemukan pada stiker kendaraan atau buku manual.

NHTSA menyarankan penggunaan ukuran yang sama dengan ban bawaan atau ukuran lain yang secara resmi direkomendasikan produsen kendaraan.

Menggunakan ban yang terlalu kecil, terlalu besar, atau mempunyai kemampuan beban di bawah kebutuhan kendaraan dapat memengaruhi pengendalian dan keselamatan.

Perubahan ukuran juga dapat memengaruhi pembacaan speedometer, ruang gerak roda, konsumsi energi, dan kenyamanan.

Cara membantu memperpanjang umur ban

Usia pakai ban tidak hanya ditentukan oleh merek atau jarak tempuh. Tekanan udara, beban, gaya berkendara, kondisi jalan, keselarasan roda, dan perawatan ikut memengaruhi keausannya.

Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memeriksa tekanan ketika ban dingin setiap bulan.
  • Tidak membawa beban melebihi kapasitas kendaraan.
  • Menghindari akselerasi dan pengereman mendadak.
  • Mengurangi kecepatan ketika melewati jalan rusak.
  • Melakukan rotasi sesuai buku manual.
  • Memeriksa keselarasan saat mobil menarik ke satu sisi.
  • Melakukan balancing apabila muncul getaran.
  • Tidak membiarkan mobil lama terparkir dengan tekanan terlalu rendah.

Rotasi tidak dapat diterapkan pada semua kendaraan. Mobil yang menggunakan ukuran ban depan dan belakang berbeda mungkin mempunyai pola rotasi khusus atau tidak dapat melakukan rotasi silang. Ikuti petunjuk produsen.

Pemeriksaan sebelum perjalanan jauh

Sebelum melakukan perjalanan jauh, jangan hanya memeriksa bahan bakar dan oli.

Pastikan tekanan seluruh ban sesuai, alurnya belum menyentuh TWI, dan tidak terdapat retakan maupun benjolan.

Periksa pula ban cadangan, dongkrak, kunci roda, dan alat pengukur tekanan. Ban cadangan yang kempis tidak akan banyak membantu ketika ban utama mengalami masalah.

Jika kendaraan membawa penumpang dan bagasi penuh, lihat rekomendasi tekanan untuk kondisi beban tinggi pada stiker kendaraan atau buku manual.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan beberapa hari sebelum keberangkatan agar masih tersedia waktu untuk melakukan perbaikan atau penggantian.

Jangan menunggu ban benar-benar gundul

Ban tidak hanya harus diganti karena telapaknya habis.

Penggantian perlu dipertimbangkan ketika TWI sudah sejajar, alur terlalu dangkal, terdapat benjolan atau retakan, serat mulai terlihat, keausan sangat tidak merata, tekanan terus berkurang, muncul getaran, atau usianya telah melewati rekomendasi produsen.

Untuk penggunaan di Indonesia, kedalaman alur tidak boleh kurang dari 1 milimeter. Namun, pemilik kendaraan sebaiknya menggunakan TWI dan rekomendasi pabrikan sebagai batas praktis, bukan sengaja memakai ban sampai menyentuh batas minimum aturan.

Pemeriksaan mandiri membantu menemukan masalah lebih awal. Akan tetapi, keputusan akhir mengenai kerusakan struktural sebaiknya dilakukan oleh teknisi ban yang kompeten.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
3 / 3
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna