Ketika Raja Namrud hendak membakar Nabi Ibrahim, beliau hanya mengucapkan:
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Hasbunallāhu wa ni‘mal-wakīlArtinya: “Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Dia sebaik-baik pelindung.” (HR. Bukhari)
📖 Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa doa ini adalah puncak tawakkal Nabi Ibrahim. Akhirnya Allah menyejukkan api dan menyelamatkan beliau.
Saat bersembunyi di gua Tsur, Rasulullah SAW menenangkan Abu Bakar yang merasa cemas dengan firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 40:
لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
Lā taḥzan innallāha ma‘anāArtinya: “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.”
📖 Tafsir Al-Baghawi menyebutkan bahwa kalimat ini adalah bentuk tawakkal tertinggi, yaitu yakin bahwa Allah selalu membersamai hamba-Nya.
Sebelum memimpin perang, Sa’ad bin Abi Waqqash berdoa:
“Ya Allah, aku serahkan diriku, agamaku, dan keluargaku kepada-Mu.”
Doa ini menunjukkan keyakinannya bahwa kemenangan dan keselamatan hanya datang dari Allah.
Ketika dikejar Firaun, Nabi Musa berkata dalam QS. Asy-Syu’ara ayat 62:
قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ
Qāla kallā inna ma‘iya rabbī sayahdīnArtinya: “Sekali-kali tidak akan tersusul! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”
📖 Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa inilah puncak tawakkal Nabi Musa. Allah pun membelah laut untuk menyelamatkan Bani Israil.
Ketika melahirkan Nabi Isa AS, Allah memerintahkan Maryam untuk berusaha mengguncang pohon kurma. Allah berfirman dalam QS. Maryam ayat 25:
وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا
Wa huzzi ilaiki bijid‘in-nakhlah tusāqiṭ ‘alaiki ruṭaban janiyyāArtinya: “Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.”
📖 Tafsir Al-Qurthubi menafsirkan ayat ini sebagai bukti bahwa meskipun Maryam sedang lemah, Allah tetap memerintahkan usaha kecil, lalu Dia yang memberikan hasil besar.
Salman Al-Farisi meninggalkan negerinya demi mencari agama yang benar. Ia menghadapi perbudakan dan kesulitan, namun tetap bertawakkal hingga Allah mempertemukannya dengan Rasulullah SAW.
📖 Para ulama menilai kisah ini sebagai contoh bahwa tawakkal dalam mencari ilmu dan kebenaran akan berbuah hidayah dari Allah SWT.
People Also Ask
Dalam Islam, berserah diri kepada Allah dikenal dengan istilah tawakkal (توكُّل). Secara bahasa, kata ini berasal dari bahasa Arab wakala yang berarti menyerahkan atau mempercayakan urusan kepada pihak lain. Menurut KBBI, tawakal adalah sikap berpasrah diri sepenuhnya kepada kehendak Allah SWT dengan penuh kepercayaan, baik dalam kondisi nikmat maupun cobaan. Dengan kata lain, tawakal adalah keyakinan hati yang menegaskan bahwa Allah adalah sebaik-baik pengatur segala urusan.
Contoh nyata dari sikap tawakal dapat ditemui dalam berbagai aktivitas hidup sehari-hari, misalnya:
Bekerja keras mencari nafkah lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Belajar dengan sungguh-sungguh, kemudian ikhlas menerima hasil ujian.
Bersyukur atas nikmat Allah dan bersabar ketika ditimpa musibah.
Tidak berputus asa, meski doa dan usaha belum langsung dikabulkan.
Berprasangka baik (husnuzan) kepada Allah bahwa setiap takdir mengandung hikmah.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir