Untuk pasrah kepada Allah SWT, seorang Muslim perlu menjalani beberapa langkah penting:
Meyakini sepenuh hati bahwa semua takdir Allah adalah yang terbaik.
Melakukan ikhtiar maksimal dalam setiap urusan, baik dunia maupun akhirat.
Menerima hasil dengan lapang dada, apakah sesuai harapan atau tidak.
Memperbanyak ibadah, seperti salat, doa, dan zikir, agar hati semakin tenang.
Menjaga pikiran positif serta selalu optimis bahwa Allah akan memberi jalan keluar.
Al-Qur’an banyak memuat ayat tentang pentingnya tawakal. Salah satunya dalam Surah At-Talaq ayat 3:
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
Wa man yatawakkal ‘alallāhi fahuwa ḥasbuhArtinya: “Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya.”
📖 Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini adalah janji Allah: siapa pun yang menyerahkan urusannya kepada-Nya setelah berusaha, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam urusan rezeki, perlindungan, dan jalan keluar dari setiap kesulitan.
Selain itu, dalam QS. Ali Imran ayat 159, Allah menegaskan:
فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ
Fa idzā ‘azamta fatawakkal ‘alallāhArtinya: “Apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah.”
Ayat ini menunjukkan bahwa tawakal bukan berarti meninggalkan usaha, melainkan usaha maksimal harus diiringi dengan penyerahan penuh kepada Allah SWT.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir