Sholat Tahajud: sholat sunnah malam yang dikerjakan setelah tidur, biasanya pada sepertiga malam terakhir, sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah (QS. Al-Isra’: 79).
Sholat Hajat: sholat sunnah yang dikerjakan untuk memohon terkabulnya hajat tertentu, baik urusan dunia maupun akhirat (HR. Ahmad, Ibnu Majah).
Sholat tahajud minimal 2 rakaat, dan paling banyak sesuai kemampuan, biasanya 8 rakaat ditutup witir.
Sholat hajat minimal 2 rakaat, boleh ditambah hingga 12 rakaat sesuai kemampuan.
Tidak wajib. Namun lebih utama jika dibaca lengkap sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ, sebagaimana tercantum dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi. Bila belum hafal, boleh membaca sebagian atau dengan melihat teks.
Waktu paling mustajab: sepertiga malam terakhir (HR. Bukhari dan Muslim).
Sholat hajat bisa dikerjakan kapan saja, tapi lebih utama di malam hari karena suasana tenang dan hati lebih khusyuk.
Ya, bisa dilakukan dalam satu malam. Caranya: sholat tahajud dengan niat tahajud, lalu dilanjutkan dengan sholat hajat untuk memohon keperluan tertentu. Dzikir dan doa setelahnya bisa sama-sama dibaca.
Boleh membaca sambil melihat teks, atau bertahap menghafalnya. Yang penting adalah istiqamah dan kekhusyukan hati. Allah SWT Maha Tahu niat hamba-Nya.
Allah SWT menjamin mendengar doa hamba-Nya. Namun, pengabulan doa ada tiga bentuk (HR. Ahmad, no. 11133):
Dikabulkan langsung sesuai permintaan.
Ditunda hingga waktu yang lebih baik.
Diganti dengan kebaikan lain atau dijauhkan dari keburukan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir