Keboncinta.com-- Kabar baik datang bagi siswa madrasah di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Sebanyak 100 siswa dari madrasah negeri dan swasta menerima bantuan beasiswa dari Yayasan Baitul Mal atau YBM PLN UP3 Bukittinggi.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Senin, 28 September 2026 di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi H. Irwan, jajaran pengawas madrasah serta perwakilan YBM PLN UP3 Bukittinggi.
Program beasiswa tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap peserta didik madrasah yang membutuhkan bantuan untuk melanjutkan kegiatan pendidikan.
Menariknya, penyaluran bantuan menjadi salah satu agenda awal Manajer PLN UP3 Bukittinggi M. Julnansyah Nugroho yang baru beberapa hari menjalankan tugas di wilayah tersebut.
Bantuan tidak bersumber dari tarif listrik maupun dana operasional pelayanan pelanggan.
Dana program berasal dari zakat, infak dan sedekah para pegawai PLN yang kemudian dikelola melalui Yayasan Baitul Mal PLN.
Dana tersebut selanjutnya disalurkan melalui berbagai program sosial, termasuk dukungan pendidikan bagi peserta didik.
Kepala Kemenag Kota Bukittinggi H. Irwan menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada para siswa madrasah.
Menurutnya, manfaat bantuan tidak hanya dapat dilihat dari nilai materi yang diterima.
Bantuan pendidikan juga diharapkan menjadi penyemangat bagi siswa untuk tetap rajin belajar dan mengejar cita-cita.
Bagi sebagian keluarga, kebutuhan pendidikan tidak hanya berhenti pada pembayaran sekolah.
Siswa juga membutuhkan perlengkapan belajar, transportasi, buku serta berbagai kebutuhan penunjang lain yang dapat menjadi beban tambahan bagi keluarga.
Karena itu, dukungan dari berbagai pihak dapat membantu memastikan peserta didik tidak kehilangan semangat belajar hanya karena keterbatasan ekonomi.
Manajer PLN UP3 Bukittinggi M. Julnansyah Nugroho menjelaskan bahwa dana sosial yang dikelola YBM merupakan amanah dari para pegawai.
Program tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pendidikan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian karena bantuan kepada siswa mempunyai dampak jangka panjang.
Dengan pendidikan yang baik, penerima manfaat diharapkan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka pada masa depan.
Kolaborasi antara Kementerian Agama dan YBM PLN juga bukan hal yang sepenuhnya baru di Bukittinggi.
Program bantuan pendidikan serupa sebelumnya pernah diberikan kepada para siswa madrasah di daerah tersebut.
Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa peningkatan akses pendidikan tidak hanya menjadi tugas sekolah dan pemerintah.
Lembaga sosial, dunia usaha serta masyarakat dapat mengambil peran dengan kapasitas masing-masing.
Bagi madrasah, bantuan tersebut juga dapat menjadi motivasi untuk terus mendata peserta didik yang membutuhkan dukungan.
Pendataan yang baik diperlukan agar bantuan sosial dan pendidikan dapat diberikan kepada penerima yang tepat.
Sementara bagi siswa penerima, beasiswa diharapkan dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan sehingga memberikan manfaat sesuai tujuan program.
Penyaluran kepada 100 siswa pada akhir September 2026 menjadi salah satu bentuk sinergi antara lembaga keagamaan dan perusahaan dalam mendukung pendidikan.
Harapannya, kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak siswa mendapatkan kesempatan belajar secara layak.
Bagi masyarakat, program semacam ini juga menunjukkan bahwa zakat, infak dan sedekah yang dikelola secara terorganisasi dapat dialihkan menjadi dukungan nyata pada sektor pendidikan.
***