10.300 Pelari Ramaikan Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Perputaran Ekonomi Tembus Rp74,78 Miliar
04 Oktober 2026
| 21:25
SURABAYA — Tren olahraga lari kembali menunjukkan bahwa gaya hidup sehat dapat memberikan dampak besar bagi perekonomian sebuah kota. Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 yang digelar pada Minggu, 4 Oktober 2026 diikuti sekitar 10.300 peserta. Ribuan pelari mengikuti berbagai kategori mulai dari Full Marathon 42,195 kilometer, Half Marathon 21 kilometer, 10K, 5K hingga Kids Dash. Jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang diikuti sekitar 9.000 orang. Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari Kota Surabaya. Data penyelenggara mencatat sekitar 39 persen pelari datang dari luar kota. Kehadiran ribuan peserta tersebut memberikan efek langsung kepada berbagai sektor usaha. Hotel, restoran, transportasi, destinasi wisata hingga pelaku UMKM ikut mendapatkan manfaat ketika pelari dan pendamping mereka datang ke Surabaya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut okupansi hotel selama momentum kegiatan berada di kisaran 80 hingga 90 persen. Kajian dari Lembaga Penelitian Ekonomi dan Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga mencatat aktivitas ekonomi yang tercipta selama tiga hari mencapai sekitar Rp74,78 miliar. Dari aktivitas tersebut, estimasi kontribusi terhadap perekonomian Kota Surabaya mencapai sekitar Rp41,42 miliar. Pengeluaran peserta tersebar ke berbagai kebutuhan. Selain biaya akomodasi, pelari menggunakan transportasi lokal, membeli makanan, berbelanja suvenir dan mengunjungi tempat wisata. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana olahraga lari berkembang menjadi bagian dari sport tourism. Banyak peserta kini tidak hanya datang untuk mengejar catatan waktu. Mengikuti lomba di kota lain juga menjadi alasan untuk melakukan perjalanan, menikmati kuliner dan mengunjungi destinasi wisata. Bagi kota penyelenggara, marathon dapat menjadi media promosi. Rute perlombaan yang melewati berbagai ikon kota membuat peserta mengenal kawasan yang mungkin sebelumnya belum pernah mereka kunjungi. Surabaya sendiri berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dengan jumlah peserta yang semakin besar. Pemerintah kota juga melihat peluang agar event olahraga tidak hanya berlangsung sehari, tetapi dapat dikembangkan menjadi rangkaian kegiatan yang membuat wisatawan tinggal lebih lama.
Tags:
pendidikan
Komentar Pengguna