Pendidikan
Hilmi An Naufal

30 Guru Sulawesi Utara Ikuti Training of Trainers AI, BGTK Siapkan Fasilitator Pembelajaran Digital

30 Guru Sulawesi Utara Ikuti Training of Trainers AI, BGTK Siapkan Fasilitator Pembelajaran Digital

06 November 2026 | 09:28

KebonCinta.com — Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sulawesi Utara bekerja sama dengan BERDIKARI menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 5 November 2026, di Aula BGTK Provinsi Sulawesi Utara, Kota Manado.

Berdasarkan siaran pers resmi BGTK Sulawesi Utara Nomor 007/Sipers/B7.21/XI/2026, pelatihan diikuti 30 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Guru Nasional 2026 sekaligus mendukung pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan.

30 GURU DISIAPKAN MENJADI FASILITATOR

Baca Juga: Kemenag Resmi Terbitkan Juknis Perlindungan Santri 2026, Pesantren Diminta Bentuk Sistem Pengaduan dan Cegah Kekerasan 

Berbeda dari kegiatan pengenalan teknologi yang hanya berfokus pada kemampuan individu, Training of Trainers dirancang untuk mempersiapkan peserta menjadi fasilitator.

Melalui program tersebut, guru diharapkan dapat membagikan pengetahuan dan keterampilan pemanfaatan AI kepada pendidik lain.

Peserta bukan hanya mempelajari cara menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana menjelaskan, mendampingi, dan mengembangkan praktik pembelajaran berbasis AI.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas dampak pelatihan setelah kegiatan utama selesai.

BGTK Sulawesi Utara menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan kapasitas lokal untuk menyebarluaskan keterampilan digital di lingkungan pendidikan.

PESERTA BERASAL DARI BERBAGAI JENJANG

Sebanyak 30 peserta berasal dari latar belakang pendidikan yang beragam.

Kelompok tersebut mencakup pendidik jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan dasar, pendidikan menengah, serta pendidikan khusus.

Keterlibatan berbagai jenjang diharapkan membantu penerapan teknologi sesuai kebutuhan peserta didik.

Kebutuhan pembelajaran pada PAUD tentu berbeda dari pendidikan menengah, begitu pula kebutuhan peserta didik yang memerlukan layanan khusus.

Karena itu, penggunaan teknologi harus mempertimbangkan karakteristik siswa serta kondisi masing-masing satuan pendidikan.

MATERI PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

BGTK Sulawesi Utara menjelaskan bahwa pelatihan mencakup pemanfaatan AI untuk mendukung perencanaan pembelajaran.

Guru mempelajari bagaimana teknologi dapat membantu menyusun bahan ajar dan merancang aktivitas pembelajaran.

Selain itu, peserta mendapatkan penguatan penggunaan akun belajar.id dan platform Rumah Pendidikan.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat membantu guru mengelola kegiatan pendidikan dengan lebih terstruktur.

Namun, hasil yang dihasilkan sistem AI tetap harus diperiksa sebelum digunakan dalam proses pembelajaran.

Guru perlu memastikan informasi yang disampaikan sesuai dengan tujuan pendidikan, kebutuhan siswa, dan sumber pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

AI UNTUK ASESMEN DAN DIFERENSIASI PEMBELAJARAN

Materi pelatihan juga membahas penggunaan AI untuk membantu penyusunan asesmen.

Asesmen merupakan salah satu cara guru memperoleh informasi mengenai perkembangan dan capaian belajar peserta didik.

Dengan bantuan teknologi, guru dapat mengeksplorasi berbagai bentuk pertanyaan atau kegiatan penilaian sesuai tujuan pembelajaran.

Selain itu, pelatihan membahas diferensiasi pembelajaran, yaitu penyesuaian strategi pendidikan berdasarkan kebutuhan belajar siswa.

AI dapat digunakan sebagai alat pendukung dalam mempersiapkan variasi materi atau aktivitas.

Namun, keputusan akhir mengenai kesesuaian metode tetap menjadi tanggung jawab guru.

Teknologi tidak dapat menggantikan pemahaman pendidik terhadap kondisi dan perkembangan peserta didik secara langsung.

MENGHADIRKAN TIGA NARASUMBER

Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber dari lingkungan akademik.

Narasumber pertama adalah Dr. Diana Teresa Pakasi dari Universitas Indonesia.

Narasumber kedua adalah Dr. M. Johan Alibasa dari Monash University Indonesia.

Sementara itu, narasumber ketiga adalah Ni Nyoman Sri Natih S., MCCSP dari Universitas Indonesia.

Para peserta memperoleh penguatan mengenai penggunaan teknologi AI untuk mendukung aktivitas profesional guru.

Kehadiran narasumber dari perguruan tinggi diharapkan membantu menghubungkan perkembangan teknologi dengan kebutuhan nyata proses pendidikan.

PESERTA BELAJAR MENYUSUN PROMPT

Salah satu bagian penting pelatihan adalah pengenalan dan eksplorasi Berdikari AI sebagai alat pendukung guru.

Peserta mempelajari penyusunan prompt, yakni instruksi yang diberikan kepada sistem AI untuk memperoleh respons tertentu.

Keterampilan tersebut mencakup cara menjelaskan kebutuhan secara jelas agar keluaran teknologi lebih sesuai dengan tujuan penggunaan.

Selain menyusun prompt, guru juga belajar mengevaluasi dan memverifikasi hasil yang dihasilkan sistem AI.

Kemampuan memeriksa keluaran menjadi sangat penting karena AI dapat menghasilkan informasi yang tidak lengkap atau keliru.

Guru perlu menilai kesesuaian jawaban dengan sumber yang terpercaya sebelum menggunakannya sebagai materi pembelajaran.

KEAMANAN DAN TANGGUNG JAWAB PENGGUNAAN AI

BGTK Sulawesi Utara menekankan bahwa pemanfaatan AI harus dilakukan secara kritis, aman, dan bertanggung jawab.

Peserta diajak memahami keterbatasan teknologi serta potensi risiko dalam penerapannya.

Dalam praktik pendidikan, guru perlu memperhatikan perlindungan data pribadi peserta didik dan menghindari memasukkan informasi sensitif ke layanan yang tidak memiliki perlindungan memadai.

Selain itu, guru perlu memastikan karya atau materi yang digunakan tidak melanggar hak orang lain.

Teknologi AI seharusnya mendukung pekerjaan guru, bukan menggantikan peran pendidik dalam memberikan bimbingan, keteladanan, dan pendidikan karakter.

PERHATIKAN KEBUTUHAN DAERAH 3T

Kegiatan juga membahas tantangan digitalisasi pendidikan pada wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T.

Penerapan teknologi di daerah tersebut perlu mempertimbangkan kondisi jaringan internet, ketersediaan perangkat, dan kesiapan sumber daya manusia.

Selain itu, pelatihan memberikan perhatian kepada kebutuhan pendidikan inklusif dan layanan khusus.

Peserta diperkenalkan dengan Ruang GTK serta Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) sebagai bagian dari ekosistem layanan pendidikan.

PENDAFTARAN BUKAN UNTUK UMUM

Informasi BGTK Sulawesi Utara yang diterbitkan pada 5 November merupakan laporan pelaksanaan kegiatan, bukan pengumuman pendaftaran pelatihan yang masih terbuka.

Peserta sebanyak 30 orang telah mengikuti kegiatan pada waktu yang ditetapkan.

Per 6 November 2026, belum tersedia laporan lanjutan mengenai jumlah guru lain yang sudah mendapatkan pelatihan dari para fasilitator setelah mengikuti ToT.

BGTK berharap peserta dapat memperluas penggunaan AI secara bertanggung jawab melalui kegiatan berbagi praktik baik kepada komunitas pendidikan.

Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi digital pendidik serta membantu guru memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif.

Tags:
pelatihan AI guru 2026 BGTK Sulawesi Utara Berdikari AI Training of Trainers guru kecerdasan buatan pendidikan Belajar.id Rumah Pendidikan kompetensi digital guru AI untuk pembelajaran.

Komentar Pengguna