30 Tahun Ibadah, Tapi Kosong? Hikmah dari Kisah Abu Yazid Al-Busthami

30 Tahun Ibadah, Tapi Kosong?  Hikmah dari Kisah Abu Yazid Al-Busthami

05 Juli 2025 | 23:58

Hati Gelisah Meski Rajin Ibadah

 

Abu Yazid Al Busthami juga adalah pengajar tasawuf.

 

Di antara jamaahnya, ada seorang santri yang juga memiliki murid yang banyak.

 

Santri itu juga menjadi kiai bagi jamaahnya sendiri.

 

Karena telah memiliki murid, santri ini selalu memakai

Cerita ini mengandung pelajaran yang amat berharga. Abu Yazid mengajarkan bahwa orang yang sering beribadat mudah terkena penyakit ujub dan takabur. "Hati-hatilah kalian dengan ujub," pesan Iblis.

 

Dahulu, Iblis beribadat ribuan tahun kepada Allah. Tetapi karena takaburnya terhadap Adam, Tuhan menjatuhkan Iblis ke derajat yang serendah-rendahnya.

 

Takabur dapat terjadi karena amal atau kedudukan kita. Kita sering merasa menjadi orang yang penting dan mulia.

 

Abu Yazid menyuruh kita menjadi orang hina agar ego dan keinginan kita untuk menonjol dan dihormati segera hancur, yang tersisa adalah perasaan tawadhu dan kerendah-hatian. Hanya dengan itu kita bisa mencapai hadirat Allah swt.

 

Orang-orang yang suka mengaji juga dapat jatuh kepada ujub. Mereka merasa telah memiliki ilmu yang banyak.

 

Suatu hari, seseorang datang kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam, "Ya Rasulallah, aku rasa aku telah banyak mengetahui syariat Islam.

 

Apakah ada hal lain yang dapat kupegang teguh?" Nabi menjawab, "Katakanlah: Tuhanku Allah, kemudian ber-istiqamah-lah kamu."

pakaian yang menunjukkan kesalihannya, seperti baju putih, serban, dan wewangian tertentu.

 

Suatu saat, muridnya itu mengadu kepada Abu Yazid, "Tuan Guru, saya sudah beribadat tiga puluh tahun lamanya.

 

Saya shalat setiap malam dan puasa setiap hari, tapi anehnya, saya belum mengalami pengalaman ruhani yang Tuan Guru ceritakan. Saya tak pernah saksikan apa pun yang Tuan gambarkan."

 

Abu Yazid menjawab, "Sekiranya kau beribadat selama tiga ratus tahun pun, kau takkan mencapai satu butir pun debu mukasyafah dalam hidupmu."

 

Murid itu heran, "Mengapa, ya Tuan Guru?"

 

"Karena kau tertutup oleh dirimu," jawab Abu Yazid.

 

"Bisakah kau obati aku agar hijab itu tersingkap?"

 

pinta sang murid.

 

"Bisa," ucap Abu Yazid, "tapi kau takkan melakukannya."

 

"Tentu saja akan aku lakukan," sanggah murid itu.

 

"Baiklah kalau begitu," kata Abu Yazid, "sekarang tanggalkan pakaianmu. Sebagai gantinya, pakailah baju yang lusuh, sobek, dan compang-camping.

 

Gantungkan di lehermu kantung berisi kacang.

 

Pergilah kau ke pasar, kumpulkan sebanyak mungkin anak-anak kecil di sana

kemudian ber-istiqamah-lah kamu."

 

Ujub seringkali terjadi di kalangan orang yang banyak beribadat. Orang sering merasa ibadat yang ia lakukan sudah lebih dari cukup sehingga ia menuntut Tuhan agar membayar pahala amal yang ia lakukan. la menganggap ibadat sebagai investasi.

 

Orang yang gemar beribadat cenderung jatuh pada perasaan tinggi diri. Ibadat dijadikan cara untuk meningkatkan statusnya di tengah masyarakat. Orang itu akan amat tersinggung bila tidak diberikan tempat yang memadai statusnya. Sebagai seorang ahli ibadat dan ahli dzikir, ia ingin disambut dalam setiap majelis dan diberi tempat duduk yang paling utama.

 

kitab Tadzkiratul Auliya:

Kitab ini, yang ditulis oleh Fariduddin Aththar, adalah salah satu sumber utama yang menceritakan kisah-kisah para sufi, termasuk Abu Yazid Al-Busthami. 

Tags:

Komentar Pengguna