Pendidikan
Hilmi An Naufal

51 Santri Tanah Datar Lanjut Kuliah ke Timur Tengah, 47 Orang Diterima di Universitas Al-Azhar Mesir

51 Santri Tanah Datar Lanjut Kuliah ke Timur Tengah, 47 Orang Diterima di Universitas Al-Azhar Mesir

29 September 2026 | 22:39

Keboncinta.com-- Sebanyak 51 santri dan santriwati lulusan pondok pesantren di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi ke sejumlah perguruan tinggi di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Para calon mahasiswa tersebut dilepas dalam kegiatan yang berlangsung di Gazebo Gedung Indojolito, Batusangkar.

Mereka akan melanjutkan pendidikan di tiga negara, yaitu Mesir, Maroko dan Tunisia.

Keberangkatan puluhan lulusan pesantren tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan agama dan keagamaan.

Berdasarkan data yang dipublikasikan, sebagian besar calon mahasiswa akan melanjutkan pendidikan di Mesir.

Sebanyak 47 orang diterima untuk menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar.

Universitas tersebut selama ini menjadi salah satu tujuan utama mahasiswa Indonesia yang ingin memperdalam ilmu-ilmu keislaman.

Selain Mesir, tiga calon mahasiswa akan melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Qarawiyyin, Maroko.

Sementara satu orang akan menempuh pendidikan di Universitas Zaitunah, Tunisia.

Dengan demikian, keseluruhan peserta yang diberangkatkan berjumlah 51 orang.

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memberikan dukungan terhadap keberangkatan para lulusan pesantren tersebut.

Sekretaris Daerah Tanah Datar Abdurrahman Hadi menyampaikan bahwa menempuh pendidikan jauh dari keluarga membutuhkan kesiapan mental dan keteguhan niat.

Para santri diharapkan tidak sekadar mengejar gelar pendidikan, tetapi benar-benar memanfaatkan kesempatan belajar untuk memperdalam ilmu.

Pesan penting lainnya adalah agar para mahasiswa nantinya kembali memberikan manfaat kepada masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.

Hal tersebut juga menjadi perhatian Forum Komunikasi Pondok Pesantren atau FKPP Tanah Datar.

FKPP melihat keberangkatan lulusan pesantren ke Timur Tengah sebagai bagian dari investasi pendidikan jangka panjang.

Pesantren membutuhkan regenerasi tenaga pengajar yang mempunyai pemahaman agama mendalam sekaligus mampu menghadapi kebutuhan pendidikan di masa mendatang.

Karena itu, pondok pesantren didorong untuk terus menyiapkan santri terbaik agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Setelah menyelesaikan perkuliahan, para lulusan diharapkan dapat kembali mengajar, berdakwah dan ikut mengembangkan pendidikan pesantren.

Pemerintah daerah juga selama ini menjalankan sejumlah program penguatan pendidikan agama dan keagamaan.

Pembinaan tahfiz menjadi salah satu program yang dikembangkan bersama berbagai lembaga pendidikan.

Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar turut memberikan perhatian kepada para calon mahasiswa.

Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar Hendri Pani Dias menyampaikan apresiasi kepada lulusan pesantren yang berhasil mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Ia mendorong calon mahasiswa untuk mengikuti proses perkuliahan dengan sungguh-sungguh dan memperluas wawasan selama berada di negara tujuan.

Dukungan juga diberikan Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS Tanah Datar kepada calon mahasiswa yang memenuhi ketentuan.

Kolaborasi pemerintah daerah, Kementerian Agama, pesantren dan BAZNAS tersebut diharapkan membantu keberlanjutan pendidikan para santri.

Bagi pesantren asal para mahasiswa, keberangkatan ini juga memiliki arti penting.

Lulusan yang kembali membawa ilmu dan pengalaman dari luar negeri dapat menjadi salah satu sumber regenerasi guru, ustaz, mubalig maupun pengelola lembaga pendidikan Islam.

Pendidikan di luar negeri juga memberikan kesempatan kepada santri untuk bertemu pelajar dari berbagai negara serta mengenal perkembangan kajian keislaman dalam lingkungan yang lebih luas.

Namun tantangan selama studi juga tidak ringan.

Mahasiswa perlu mampu beradaptasi dengan bahasa, budaya, sistem pendidikan dan kehidupan sehari-hari di negara yang berbeda.

Karena itu, dukungan keluarga dan lembaga asal tetap dibutuhkan selama mereka menjalani pendidikan.

Keberangkatan 51 santri tersebut membawa pesan agar kesempatan menuntut ilmu di luar negeri pada akhirnya dapat kembali memberikan manfaat bagi Tanah Datar dan masyarakat Indonesia.

***

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna