Keboncinta.com-- Kitab suci Al-Qur'an selama ini identik dengan kegiatan tadarus, khataman, hingga Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ). Namun, menurut Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi'i, pemahaman tersebut perlu diperluas.
Ia menegaskan bahwa Al-Qur'an merupakan pedoman hidup yang mencakup berbagai aspek kehidupan sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, ekonomi, hingga kebudayaan.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Muharam Islamic Literacy Festival (Milfest) 1448 Hijriah di lingkungan Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ), Pusat Literasi Keagamaan Islam (PLKI), Ciawi, Bogor. Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama ingin memperkuat literasi Al-Qur'an, khususnya di kalangan generasi muda.
Baca Juga: Ribuan Formasi UKKJ Guru Madrasah 2026 Dibuka, Ini Kesempatan Besar Naik Jabatan
Dalam sambutannya, Wamenag menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah petunjuk hidup yang tidak terbatas pada urusan ibadah semata.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur'an dapat menjadi landasan dalam berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, sosial, budaya, teknologi, hingga pertahanan dan keamanan.
Ia menjelaskan bahwa seseorang yang memahami Al-Qur'an secara mendalam akan memiliki bekal moral, wawasan, dan arah kehidupan yang lebih baik sehingga mampu menjalani kehidupan secara bermartabat.
Wamenag mengapresiasi penyelenggaraan Milfest 1448 H karena menghadirkan berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan anak-anak dan keluarga.
Menurutnya, festival tersebut menjadi media yang efektif untuk mengenalkan Al-Qur'an sebagai sumber ilmu pengetahuan sekaligus pedoman kehidupan, bukan hanya sebagai bacaan dalam kegiatan keagamaan.
Ia berharap kegiatan serupa mampu membangun cara pandang baru bahwa memahami kandungan Al-Qur'an jauh lebih penting daripada sekadar mampu membacanya.
Baca Juga: Banyak Guru Gagal Login Sulingjar 2026, Ternyata Ini Peran Penting Dapodik dan EMIS
Dalam kesempatan tersebut, Wamenag juga menyampaikan gagasan agar Unit Percetakan Al-Qur'an dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi religi.
Selain melihat proses pencetakan mushaf, pengunjung diharapkan dapat menikmati berbagai sarana pembelajaran, seperti film bertema Al-Qur'an, kisah inspiratif, hingga penjelasan mengenai keterkaitan ayat-ayat Al-Qur'an dengan berbagai disiplin ilmu.
Ia juga mengusulkan adanya kegiatan lanjutan bagi para pengunjung, khususnya anak-anak, agar mereka dapat kembali mempresentasikan pemahaman yang diperoleh dari Al-Qur'an sebagai bagian dari penguatan literasi keagamaan.
Wamenag turut menyoroti pentingnya perhatian terhadap pembentukan karakter generasi muda.
Mengutip arahan Presiden, ia menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas anak-anak saat ini, baik dari sisi kesehatan, kecerdasan, maupun perlindungan dari berbagai pengaruh negatif.
Dalam konteks tersebut, ia menjelaskan bahwa pemerintah tengah menjalankan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak (GERNAS RANA) untuk menciptakan lingkungan yang aman di rumah, sekolah, ruang publik, maupun ruang digital.
Baca Juga: Banyak Pendaftar Gugur Karena Salah Pilih! Begini Cara Cek Linearitas PPG Calon Guru 2026
Sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter peserta didik, Kementerian Agama juga tengah menyusun materi yang akan diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan keagamaan.
Materi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai nilai-nilai ajaran Islam sehingga mereka memiliki bekal moral dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan perkembangan zaman.
Menurut Wamenag, penyusunan materi tersebut hampir rampung dan direncanakan mulai diterapkan melalui proses integrasi ke dalam kurikulum yang telah berjalan.
Muharam Islamic Literacy Festival 1448 H menjadi momentum bagi Kementerian Agama untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai fungsi Al-Qur'an sebagai pedoman hidup yang menyeluruh. Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memperluas literasi Al-Qur'an sejak usia dini, diharapkan generasi muda Indonesia memiliki karakter yang kuat, wawasan yang luas, serta mampu menghadapi tantangan masa depan dengan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.***