Berita
Hilmi An Naufal

103.647 Peserta Ikuti SKD Sekolah Kedinasan 2026, Tes Berlangsung hingga 7 Oktober

103.647 Peserta Ikuti SKD Sekolah Kedinasan 2026, Tes Berlangsung hingga 7 Oktober

28 September 2026 | 06:57

Keboncinta.com-- Perjuangan puluhan ribu calon mahasiswa, praja dan taruna Sekolah Kedinasan Tahun 2026 memasuki tahapan penting. Sebanyak 103.647 peserta dijadwalkan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD setelah dinyatakan lolos dalam tahapan administrasi.

Pelaksanaan SKD Sekolah Kedinasan 2026 telah dimulai secara serentak pada 22 September dan akan berlangsung hingga 7 Oktober 2026.

Badan Kepegawaian Negara atau BKN menyiapkan 36 titik lokasi ujian yang tersebar di kantor-kantor BKN di berbagai wilayah Indonesia.

Ujian dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test atau CAT BKN.

Sistem tersebut memungkinkan peserta mengetahui hasil ujian setelah menyelesaikan tes. Proses perolehan nilai juga dapat dipantau secara transparan melalui fasilitas yang disediakan BKN.

Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menegaskan bahwa penggunaan CAT merupakan bagian dari upaya menjaga proses seleksi tetap objektif, transparan dan terukur.

Pada 24 September 2026, BKN juga kembali menegaskan bahwa sistem CAT dirancang agar proses pengerjaan dan perolehan nilai peserta dapat dipantau secara real time.

Bagi peserta yang belum mendapatkan giliran ujian, ada sejumlah ketentuan yang tidak boleh diabaikan.

Berdasarkan tata tertib CAT BKN, peserta harus hadir paling lambat 60 menit sebelum waktu seleksi dimulai atau mengikuti ketentuan waktu yang ditetapkan masing-masing instansi.

Registrasi dan pemberian PIN ditutup lima menit sebelum jadwal ujian.

Ketentuan ini perlu menjadi perhatian karena peserta yang datang terlambat setelah registrasi ditutup dapat dinyatakan gugur dan tidak diperkenankan mengikuti ujian.

Peserta juga wajib membawa dokumen identitas yang sah dan kartu peserta seleksi.

Dokumen kependudukan yang dapat digunakan antara lain KTP, Kartu Keluarga sesuai ketentuan, maupun Identitas Kependudukan Digital dalam bentuk yang diperbolehkan panitia.

Data identitas yang dibawa harus sesuai dengan informasi pada kartu peserta.

Dari sisi pakaian, peserta diwajibkan mengenakan pakaian yang rapi dan sopan.

BKN melarang peserta memakai kaos, celana jeans maupun sandal saat mengikuti seleksi CAT.

Ketika memasuki ruang ujian, sejumlah barang juga tidak diperbolehkan dibawa.

Peserta antara lain dilarang membawa buku atau catatan, kalkulator, telepon seluler dan berbagai perangkat elektronik lainnya ke ruang seleksi.

Karena aturan dapat memiliki ketentuan tambahan dari masing-masing sekolah kedinasan, peserta tetap perlu membaca pengumuman instansi yang dilamar.

Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 menyediakan total 4.770 formasi pada sembilan kementerian dan lembaga.

Sembilan instansi tersebut meliputi Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum, Badan Pusat Statistik, Badan Intelijen Negara, Badan Siber dan Sandi Negara serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Formasi terbanyak tahun ini tersedia di Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN sebanyak 1.410 formasi.

PKN STAN menyediakan 1.000 formasi, sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan sebanyak 891 formasi, dan Politeknik Statistika STIS sebanyak 564 formasi.

Sementara Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan menyediakan 375 formasi, Politeknik Pengayoman Indonesia 250 formasi, STMKG 130 formasi, STIN 100 formasi serta Politeknik Siber dan Sandi Negara 50 formasi.

Setelah tahapan SKD selesai, BKN menjadwalkan pengolahan nilai berlangsung sampai 10 Oktober 2026.

Pengumuman hasil SKD dilakukan secara bertahap pada 1 hingga 13 Oktober 2026.

Peserta yang berhasil lolos kemudian melanjutkan ke seleksi lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 28 Oktober.

Kelulusan akhir Sekolah Kedinasan 2026 akan diumumkan oleh masing-masing kementerian atau lembaga pada periode 21 Oktober hingga 1 November 2026.

Dengan jumlah peserta lebih dari seratus ribu orang dan formasi yang tersedia sebanyak 4.770, peserta perlu mempersiapkan diri secara serius.

Selain kemampuan mengerjakan soal, kedisiplinan mengikuti jadwal dan aturan ujian menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses seleksi.

Peserta disarankan memeriksa lokasi ujian, memperkirakan waktu perjalanan, menyiapkan kartu peserta dan identitas sejak sehari sebelumnya serta datang lebih awal agar tidak kehilangan kesempatan hanya karena persoalan administrasi atau keterlambatan.

***

Tags:
pendidikan

Komentar Pengguna