Pendidikan sopan santun tidak cukup hanya melalui larangan.
Anak membutuhkan contoh bagaimana menyampaikan keberatan, meminta pertolongan, meminta maaf, dan menunjukkan rasa hormat.
Keluarga dapat membiasakan percakapan yang tidak merendahkan anggota lain.
Misalnya, ketika berbeda pendapat, orang tua menunjukkan cara mengatakan tidak setuju tanpa mengejek.
Anak juga dapat diajak membicarakan kata-kata yang membuat seseorang merasa dihargai.
Dengan pengalaman tersebut, ia belajar bahwa bahasa mempunyai pengaruh terhadap hubungan sosial.
Anak yang meniru kata kasar dari lingkungan tidak sebaiknya langsung dipandang sebagai anak yang buruk.
Perilaku tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mengajarkan makna kata, batasan komunikasi, dan cara mengungkapkan emosi.
Orang tua perlu merespons dengan tenang, menunjukkan teladan, serta menangani penghinaan dengan tegas tanpa mempermalukan anak.
Melalui kebiasaan yang konsisten, anak dapat belajar memilih kata yang lebih sesuai dan memahami pentingnya menjaga perasaan orang lain.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir