Parenting
Rahman Abdullah

Anak Sering Main HP Saat Makan? Ini Dampaknya bagi Perkembangan Empati dan Emosi

Anak Sering Main HP Saat Makan? Ini Dampaknya bagi Perkembangan Empati dan Emosi

08 November 2026 | 13:12

KebonCinta.com-- Kebiasaan memberikan ponsel atau tablet kepada anak saat makan mungkin dianggap sebagai cara praktis agar mereka duduk tenang dan menghabiskan makanan. Namun, jika terus dilakukan, kebiasaan ini berpotensi mengurangi kesempatan anak untuk belajar memahami emosi dan mengembangkan empati terhadap orang lain.

Waktu makan bersama keluarga sebenarnya bukan sekadar momen untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Di sela-sela aktivitas tersebut, anak dapat belajar berkomunikasi, mengenali ekspresi wajah, memahami perasaan orang lain, serta membangun kedekatan emosional dengan orang-orang di sekitarnya.

Ketika perhatian anak lebih banyak tertuju pada layar, kesempatan untuk mempelajari keterampilan sosial tersebut bisa berkurang.

Baca Juga: Anak Takut Tampil di Depan Umum? Ini 8 Cara Orang Tua Membangun Keberanian dan Kepercayaan Diri 

Mengapa Waktu Makan Penting bagi Perkembangan Empati Anak?

Empati merupakan kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Keterampilan ini penting bagi anak agar mampu menjalin pertemanan, menghargai perasaan orang lain, serta membangun hubungan sosial yang sehat.

Salah satu cara anak mempelajari empati adalah melalui interaksi sehari-hari, termasuk saat makan bersama keluarga. Ketika orang tua bercerita, tersenyum, menunjukkan ekspresi sedih, atau menanyakan perasaan anak, mereka memberikan contoh nyata tentang cara mengenali dan merespons emosi.

Misalnya, ketika seorang anggota keluarga menceritakan pengalaman yang menyenangkan, anak dapat belajar menunjukkan kegembiraan. Sebaliknya, saat seseorang sedang bersedih, anak berkesempatan memahami pentingnya memberikan perhatian dan dukungan.

Proses sederhana seperti ini membantu anak mengenali bahwa setiap orang memiliki perasaan yang perlu dihargai.

Terlalu Fokus pada Layar Bisa Mengurangi Interaksi Sosial

Penggunaan gawai ketika makan dapat membuat anak lebih sibuk memperhatikan video, permainan, atau konten digital dibandingkan berkomunikasi dengan orang di sekitarnya.

Akibatnya, percakapan keluarga yang seharusnya menjadi sarana belajar sosial berpotensi terabaikan. Anak juga bisa kehilangan kesempatan untuk mengamati ekspresi wajah, mendengarkan cerita, dan memahami respons emosional orang lain.

Apabila kebiasaan tersebut berlangsung terus-menerus, anak mungkin memiliki lebih sedikit kesempatan untuk melatih kemampuan membaca situasi sosial secara langsung.

Meski demikian, penggunaan gawai saat makan tidak serta-merta membuat anak kehilangan empati. Perkembangan kemampuan tersebut dipengaruhi banyak faktor, seperti pola asuh, lingkungan pergaulan, komunikasi keluarga, dan pengalaman sosial sehari-hari.

Karena itu, orang tua perlu memperhatikan keseimbangan antara penggunaan teknologi dan interaksi langsung dalam kehidupan anak.

Dampaknya terhadap Kemampuan Anak Memahami Perasaan Orang Lain

Kemampuan mengenali emosi tidak hanya diperoleh melalui kata-kata, tetapi juga melalui bahasa tubuh, intonasi suara, dan perubahan ekspresi wajah.

Anak yang terbiasa berinteraksi secara langsung memiliki kesempatan untuk mengamati berbagai isyarat tersebut. Mereka dapat belajar membedakan ekspresi senang, kecewa, marah, atau sedih, kemudian memahami respons yang sesuai dengan situasi.

Sebaliknya, ketika perhatian lebih sering terpusat pada layar selama waktu makan, kesempatan untuk berlatih mengenali isyarat emosional secara langsung dapat berkurang.

Keterampilan ini berperan penting ketika anak berinteraksi dengan teman sebaya maupun anggota keluarga. Dengan memahami perasaan orang lain, anak akan lebih mudah belajar berbagi, bergiliran, menyelesaikan konflik, dan memberikan dukungan kepada orang yang membutuhkan.

Oleh sebab itu, membangun kebiasaan berkomunikasi tanpa gangguan gawai menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung perkembangan sosial-emosional anak.

Baca Juga: 6 Pertanyaan Jebakan Interview Kerja yang Sering Muncul dan Cara Menjawabnya agar Dilirik HRD 

Cara Membiasakan Anak Makan Tanpa Ponsel

Orang tua tidak harus langsung melarang seluruh penggunaan teknologi. Langkah yang lebih realistis adalah membuat aturan sederhana dan menerapkannya secara konsisten di rumah.

Salah satunya dengan menetapkan waktu makan sebagai momen bebas gawai bagi seluruh anggota keluarga. Ponsel dapat diletakkan di tempat khusus agar perhatian tidak mudah teralihkan oleh notifikasi atau keinginan membuka media sosial.

Selain itu, orang tua dapat mengajak anak mengobrol tentang kegiatan mereka sepanjang hari. Pertanyaan sederhana seperti apa pengalaman paling menyenangkan hari ini atau apakah ada teman yang sedang mengalami kesulitan dapat mendorong anak bercerita sekaligus belajar memahami perasaan orang lain.

Orang tua juga sebaiknya memberikan contoh secara langsung. Akan sulit meminta anak menjauh dari ponsel apabila orang dewasa di meja makan justru sibuk memeriksa layar.

Jika anak sudah terbiasa menonton video saat makan, perubahan dapat dilakukan secara bertahap. Mulailah dengan mengurangi durasi penggunaan gawai, kemudian alihkan perhatian anak melalui percakapan, cerita, atau keterlibatan sederhana selama makan.

Pendekatan yang hangat dan konsisten biasanya lebih membantu daripada sekadar memarahi anak ketika mereka meminta ponsel.

Jadikan Makan Bersama sebagai Momen Membangun Kedekatan

Di tengah penggunaan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, keluarga tetap memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan emosi anak.

Makan bersama dapat menjadi kesempatan sederhana untuk memperkuat hubungan antara orang tua dan anak. Melalui percakapan, perhatian, dan kebiasaan mendengarkan, anak belajar bahwa berinteraksi dengan orang lain membutuhkan kehadiran dan kepedulian.

Baca Juga: Belum Punya Pengalaman Kerja? Ini 4 Cara Menjawab Pertanyaan Interview agar Tetap Meyakinkan 

Membatasi gawai saat makan bukan berarti menganggap teknologi selalu berdampak buruk. Tujuannya adalah memastikan anak tetap memiliki cukup kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung dan mengenali perasaan orang-orang di sekitarnya.

Dengan membangun kebiasaan makan tanpa gangguan layar, orang tua dapat membantu menciptakan lingkungan keluarga yang lebih komunikatif sekaligus mendukung tumbuh kembang sosial-emosional anak.***

Tags:
Empati Anak Anak main HP Perkembangan Emosi

Komentar Pengguna