Kemampuan menunggu tidak langsung terbentuk.
Mulailah dengan waktu singkat.
Misalnya, ketika anak meminta sesuatu, orang tua dapat mengatakan:
"Ibu sedang menyelesaikan ini. Tunggu sebentar, setelah itu Ibu bantu."
Jika anak berhasil menunggu, berikan apresiasi.
Secara bertahap, anak dapat belajar bahwa tidak semua kebutuhan harus dipenuhi pada saat yang sama.
Anak belajar dari cara orang tua merespons situasi yang tidak menyenangkan.
Ketika orang tua merasa kesal, tunjukkan cara menenangkan diri sebelum berbicara.
Misalnya:
"Ayah sedang menyelesaikan pekerjaan. Ayah akan bicara setelah selesai supaya bisa mendengarkan dengan baik."
Contoh tersebut membantu anak memahami bahwa emosi dapat dikelola tanpa harus menggunakan rengekan atau kemarahan.
Cara orang tua merespons dapat membantu anak memahami batasan dan mengembangkan komunikasi yang lebih baik.
| Situasi | Kalimat yang Dapat Digunakan |
|---|---|
| Anak meminta mainan berulang kali | "Ibu tahu kamu menginginkannya, tetapi hari ini kita tidak membeli mainan." |
| Anak merengek meminta perhatian | "Ibu akan mendengarkan setelah menyelesaikan pekerjaan ini." |
| Anak menangis karena ditolak | "Kamu boleh kecewa, tetapi keputusan Ibu tetap sama." |
| Anak meminta sesuatu dengan suara merengek | "Coba sampaikan dengan kata-kata supaya Ibu bisa memahami." |
| Anak berhasil menunggu | "Terima kasih sudah bersabar menunggu." |
| Anak ingin sesuatu yang belum bisa diberikan | "Sekarang belum bisa, tetapi kita bisa membicarakannya lagi nanti." |
Kalimat tersebut perlu disampaikan dengan tenang dan sesuai usia anak.
Rengekan sesekali merupakan perilaku yang dapat terjadi selama perkembangan anak.
Namun, orang tua perlu mengevaluasi apabila perilaku semakin intens, berlangsung terus-menerus, atau disertai kesulitan lain.
Pertimbangkan konsultasi dengan dokter anak atau psikolog apabila:
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah perilaku berkaitan dengan kebutuhan perkembangan, kesulitan komunikasi, atau kondisi emosional tertentu.
Menghadapi anak yang sering merengek bukan berarti orang tua harus selalu memenuhi permintaannya atau justru mengabaikan seluruh keinginannya.
Anak tetap membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan kesempatan menyampaikan kebutuhan. Namun, mereka juga perlu belajar bahwa terdapat batasan, aturan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui komunikasi yang positif, aturan yang konsisten, serta contoh pengendalian diri dari orang tua, anak dapat belajar menerima penolakan tanpa harus selalu menangis atau merengek.
Pada akhirnya, tujuan pengasuhan bukan membuat anak berhenti meminta sesuatu, melainkan membantu mereka memahami cara menyampaikan keinginan, menunggu, dan menerima keputusan dengan lebih baik.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir