Jika hubungan dapat diperbaiki, prosesnya perlu menghargai kesiapan semua pihak.
Pendekatan ini membantu anak mempelajari tanggung jawab sekaligus menghormati perasaan orang lain.
Anak yang belum bersedia meminta maaf tidak sebaiknya langsung dinilai tidak mempunyai empati.
Ia mungkin masih belajar mengenali kesalahan, memahami perasaan orang lain, serta menghadapi rasa malu dan kecewa.
Orang tua dapat membantunya melalui batasan yang jelas, percakapan yang tenang, latihan empati, dan tindakan memperbaiki kerugian.
Namun, keselamatan serta hak anak yang disakiti tetap harus didahulukan.
Dengan pendampingan yang konsisten, permintaan maaf dapat berkembang dari sekadar ucapan menjadi keterampilan bertanggung jawab, memperbaiki hubungan, dan menghargai orang lain dalam kehidupan sosial.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir