Ketika anak mencoba mengucapkan kata, tanggapi dengan positif.
Jika pengucapannya belum jelas, orang tua dapat mengulang kata tersebut dengan pelafalan yang benar tanpa mempermalukan anak.
Contohnya:
Anak: "Cucu."
Orang tua: "Oh, kamu mau susu? Ini susunya."
Hindari memaksa anak mengulang kata berkali-kali ketika ia sedang tidak nyaman.
Stimulasi di rumah dapat membantu perkembangan komunikasi, tetapi bukan pengganti evaluasi atau terapi apabila anak memang mengalami keterlambatan.
Orang tua sebaiknya tidak menunggu hingga anak berusia 3 tahun apabila pada usia 24 bulan belum mampu menggabungkan dua kata bermakna.
Pemeriksaan juga diperlukan apabila anak mengalami kesulitan memahami bahasa, tidak menggunakan gestur komunikasi, atau tidak merespons suara dengan baik.
Dokter anak dapat melakukan pemeriksaan perkembangan dan menentukan apakah diperlukan evaluasi tambahan.
Beberapa pemeriksaan yang mungkin direkomendasikan meliputi:
1. Pemeriksaan pendengaran
Dilakukan untuk memastikan apakah anak mampu mendengar suara dan bunyi bahasa dengan baik.
2. Evaluasi perkembangan
Dilakukan untuk melihat kemampuan komunikasi, bahasa, interaksi sosial, motorik, serta aspek perkembangan lainnya.
3. Pemeriksaan oleh terapis wicara
Terapis wicara dapat mengevaluasi kemampuan memahami bahasa, menggunakan kata, dan menghasilkan bunyi bicara.
4. Evaluasi lanjutan oleh dokter spesialis
Jika ditemukan tanda perkembangan lain yang membutuhkan perhatian, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan oleh dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang atau tenaga profesional terkait.
Jika anak kehilangan kemampuan berbicara atau kemampuan sosial yang sebelumnya sudah dimiliki, segera konsultasikan tanpa menunggu jadwal pemeriksaan berikutnya.
Tidak semua anak yang belum berbicara jelas harus langsung menjalani terapi dengan pendekatan yang sama.
Keputusan mengenai terapi bergantung pada hasil pemeriksaan dan penyebab keterlambatan.
Jika anak hanya belum mampu mengucapkan beberapa bunyi dengan sempurna, tetapi kemampuan bahasa dan komunikasinya berkembang sesuai usia, pendekatan yang diberikan dapat berbeda dari anak yang belum mampu memahami atau menggunakan kata.
Namun, jika terdapat keterlambatan bahasa, dokter atau terapis wicara dapat menyarankan intervensi sesuai kebutuhan.
Terapi wicara dapat melibatkan aktivitas bermain, penggunaan gambar, latihan komunikasi, serta pendampingan orang tua dalam kegiatan sehari-hari.
Semakin cepat kebutuhan anak dikenali, semakin cepat pula dukungan yang sesuai dapat diberikan.
Karena itu, jangan menunda konsultasi hanya karena berharap anak akan berbicara sendiri setelah bertambah usia.
Kemampuan bicara anak usia 2 tahun memang belum harus sempurna. Sebagian anak masih mengalami kesulitan melafalkan bunyi tertentu, tetapi sudah mampu menggunakan kosakata, menggabungkan dua kata, memahami instruksi, dan berkomunikasi dengan orang lain.
Hal yang perlu menjadi perhatian bukan hanya seberapa jelas anak mengucapkan kata, tetapi juga bagaimana kemampuan memahami bahasa, menyampaikan keinginan, menggunakan gestur, dan berinteraksi berkembang.
Apabila anak belum mampu menggabungkan dua kata bermakna pada usia 24 bulan, mengalami kesulitan memahami instruksi, atau menunjukkan tanda keterlambatan lainnya, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
Jangan terburu-buru membandingkan anak dengan teman seusianya, tetapi jangan pula mengabaikan tanda yang perlu diperiksa.
Melalui pemantauan perkembangan, stimulasi yang tepat, dan pemeriksaan profesional apabila diperlukan, orang tua dapat membantu anak memperoleh dukungan yang sesuai untuk mengembangkan kemampuan komunikasinya.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir