Lifestyle
Azzahra Esa Nabila

Antara Eksistensi dan Esensi: Mahasiswa di Tengah Tren yang Terus Bergerak

Antara Eksistensi dan Esensi: Mahasiswa di Tengah Tren yang Terus Bergerak

26 Mei 2026 | 14:46

Keboncinta.com--  era serba digital, menjadi mahasiswa tidak hanya soal belajar dan berkembang, tetapi juga tentang bagaimana terlihat di mata orang lain. Eksistensi menjadi hal yang seolah wajib dimiliki, aktif di media sosial, mengikuti tren, dan selalu update dengan apa yang sedang ramai.

Eksistensi: Kebutuhan atau Sekadar Tuntutan?

1. Eksistensi sebagai Bentuk Pengakuan

Eksistensi pada dasarnya adalah kebutuhan manusia untuk diakui. Di kalangan mahasiswa, ini sering terlihat melalui:

• Aktivitas di media sosial

• Keikutsertaan dalam tren

• Kehadiran dalam berbagai kegiatan sosial

Hal ini tidak sepenuhnya salah. Eksistensi bisa menjadi cara untuk:

• Membangun jaringan

• Menunjukkan potensi diri

• Membuka peluang baru

2. Ketika Eksistensi Menjadi Tekanan

Masalah muncul ketika eksistensi berubah menjadi kewajiban. Mahasiswa merasa harus selalu:

• Terlihat aktif

• Terlibat dalam banyak hal

• Mengikuti tren yang sedang berlangsung

Menjaga Keseimbangan: Eksistensi dan Esensi Bisa Sejalan

Eksistensi dan esensi sebenarnya tidak harus bertentangan. Keduanya bisa berjalan beriringan jika dikelola dengan bijak.

Tips Menjaga Keseimbangan:

• Kenali Tujuan Pribadi

Tentukan apa yang ingin dicapai selama menjadi mahasiswa, bukan hanya apa yang sedang tren.

• Gunakan Media Sosial Secara Sadar

Jadikan sebagai alat, bukan tolok ukur nilai diri.

• Prioritaskan Proses, Bukan Tampilan

Fokus pada perkembangan nyata, bukan sekadar yang terlihat.

• Batasi Pengaruh Tren

Tidak semua tren harus diikuti. Pilih yang sesuai dengan nilai dan kebutuhanmu.

• Bangun Kepercayaan Diri

Percaya bahwa setiap orang memiliki jalur yang berbeda, tanpa harus membandingkan diri.

Mahasiswa hari ini berada di persimpangan antara eksistensi dan esensi. Di satu sisi, ada dorongan untuk terlihat aktif dan relevan. Di sisi lain, ada kebutuhan untuk berkembang secara nyata dan mendalam. Tidak ada yang salah dengan ingin diakui, selama tidak melupakan tujuan utama.

Tags:
Era Digital Mahasiswa Eksistensialisme

Komentar Pengguna