Keboncinta.com — Investasi saham syariah semakin diminati masyarakat Indonesia seiring meningkatnya kesadaran untuk mengelola keuangan sesuai prinsip Islam. Selain menawarkan peluang keuntungan dari pasar modal, instrumen investasi ini memungkinkan masyarakat berinvestasi pada perusahaan yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan ketentuan syariah.
Saat ini, cara investasi saham syariah juga semakin mudah dilakukan. Berbagai aplikasi sekuritas menyediakan layanan pembelian saham secara online sehingga investor pemula dapat memulai investasi tanpa harus datang langsung ke kantor perusahaan sekuritas.
Meski demikian, sebelum membeli saham syariah, calon investor perlu memahami pengertian, kriteria, indeks, hingga mekanisme transaksinya. Pengetahuan tersebut penting agar keputusan investasi tidak hanya mempertimbangkan potensi keuntungan, tetapi juga kesesuaian dengan prinsip Islam.
Saham syariah adalah saham perusahaan yang kegiatan usaha dan pengelolaan keuangannya memenuhi ketentuan prinsip syariah di pasar modal. Artinya, perusahaan penerbit saham tidak boleh menjalankan aktivitas bisnis yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Beberapa sektor usaha yang tidak memenuhi prinsip syariah antara lain perjudian, produksi minuman keras, serta kegiatan usaha lain yang berkaitan dengan produk dan jasa yang diharamkan.
Selain bidang usaha, perusahaan juga harus memenuhi ketentuan rasio keuangan tertentu. Salah satunya berkaitan dengan batas utang berbasis bunga dan pendapatan bunga dibandingkan dengan total aset perusahaan.
Di Indonesia, proses penyaringan saham syariah dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan tercantum dalam Daftar Efek Syariah (DES). Daftar tersebut diperbarui secara berkala oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga investor dapat mengetahui saham perusahaan yang memenuhi kriteria syariah.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Melemah 2 November 2026, Ini Daftar Saham Rekomendasi Analis
Tidak semua saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) otomatis masuk kategori saham syariah. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi perusahaan sebelum sahamnya dapat dikategorikan sebagai efek syariah.
Berikut dua aspek utama yang perlu diperhatikan.
1. Tidak Mengandung Unsur Riba
Perusahaan harus memenuhi ketentuan rasio keuangan syariah, termasuk batas maksimal utang berbasis bunga dan pendapatan bunga. Ketentuan tersebut bertujuan membatasi keterlibatan perusahaan dalam aktivitas keuangan yang mengandung unsur riba.
2. Tidak Menjalankan Usaha yang Bertentangan dengan Syariah
Perusahaan tidak boleh menjalankan kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip Islam. Contohnya perjudian, produksi minuman keras, produk berbahan babi, serta jasa keuangan konvensional yang menggunakan sistem bunga.
Sebaliknya, perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha sesuai prinsip syariah, seperti perbankan syariah, dapat masuk dalam kategori saham syariah apabila memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.
Investor pemula juga perlu mengenal indeks saham syariah yang tersedia di pasar modal Indonesia. BEI memiliki sejumlah indeks yang dapat digunakan sebagai referensi untuk menemukan saham sesuai prinsip syariah.
Dua indeks yang cukup dikenal adalah:
1. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)
ISSI merupakan indeks yang mengukur kinerja seluruh saham syariah yang tercatat di BEI dan masuk dalam Daftar Efek Syariah. Indeks ini dapat menjadi referensi bagi investor yang ingin melihat perkembangan pasar saham syariah secara lebih luas.
2. Jakarta Islamic Index (JII)
JII merupakan indeks yang terdiri dari 30 saham syariah pilihan yang memenuhi kriteria tertentu, termasuk aspek likuiditas dan kapitalisasi pasar. Indeks ini dapat membantu investor menemukan saham syariah yang relatif aktif diperdagangkan.
Untuk mempermudah pencarian, investor dapat memanfaatkan aplikasi sekuritas seperti Ajaib atau platform investasi lainnya. Biasanya, tersedia fitur penyaringan saham berdasarkan kategori syariah sehingga proses pemilihan menjadi lebih praktis.
Proses membeli saham syariah pada dasarnya hampir sama dengan transaksi saham pada umumnya. Perbedaannya terletak pada pemilihan saham yang harus memenuhi ketentuan syariah.
Berikut tahapan yang dapat dilakukan oleh investor pemula:
1. Pilih Aplikasi Sekuritas Terpercaya
Langkah pertama adalah memilih perusahaan sekuritas yang telah memiliki izin dan berada dalam pengawasan OJK.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir