Khazanah
M. Fadhli Dzil Ikram

Apa Saja Kriteria Saham Syariah? Kupas Tuntas Batas Rasio Utang hingga Bisnis yang Diharamkan

Apa Saja Kriteria Saham Syariah? Kupas Tuntas Batas Rasio Utang hingga Bisnis yang Diharamkan

05 November 2026 | 05:55

Pastikan platform tersebut menyediakan akses transaksi saham syariah.

2. Membuka Rekening Saham

Investor perlu melakukan registrasi dengan menyiapkan e-KTP dan melengkapi data pribadi. Setelah proses verifikasi selesai, investor akan memperoleh rekening efek dan Rekening Dana Nasabah (RDN).

3. Melakukan Deposit Dana

Setelah rekening aktif, investor dapat menyetorkan dana melalui transfer bank ke RDN. Modal awal bisa disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing. Misalnya, Rp100.000 untuk mulai belajar memahami mekanisme investasi.

4. Memilih Saham Syariah

Buka aplikasi sekuritas dan gunakan fitur pencarian atau penyaringan saham syariah. Investor juga dapat menjadikan indeks ISSI dan JII sebagai referensi sebelum menentukan pilihan.

5. Melakukan Pembelian Saham

Setelah menemukan perusahaan yang sesuai, tentukan jumlah saham yang ingin dibeli. Dalam transaksi di pasar reguler, satu lot terdiri dari 100 lembar saham. Selanjutnya, masukkan harga pembelian dan konfirmasikan transaksi.

Baca Juga: OJK Perpanjang Buyback Saham Tanpa RUPS hingga Juni 2027, Emiten Tetap Wajib Terbuka 

Keuntungan Investasi Saham Syariah

Investasi saham syariah tidak hanya memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin berinvestasi sesuai prinsip Islam. Instrumen ini juga memiliki sejumlah keunggulan yang dapat dipertimbangkan.

Pertama, memberikan ketenangan secara spiritual karena investor dapat memilih perusahaan yang kegiatan usaha dan keuangannya telah melalui proses penyaringan syariah.

Kedua, terdapat proses seleksi berdasarkan kriteria usaha dan rasio keuangan. Penyaringan ini membantu investor menghindari perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan syariah, meskipun bukan berarti seluruh saham yang lolos seleksi otomatis memiliki fundamental yang kuat.

Ketiga, saham syariah tetap memiliki peluang memberikan keuntungan melalui kenaikan harga saham maupun pembagian dividen. Kinerjanya dapat bersaing dengan instrumen saham lainnya, meskipun hasil investasi bergantung pada kondisi pasar dan kinerja masing-masing perusahaan.

Keempat, investor dapat melakukan diversifikasi portofolio dengan memilih saham syariah dari berbagai sektor usaha. Strategi ini dapat membantu mengelola risiko investasi agar tidak hanya bergantung pada satu perusahaan.

Tips Memulai Investasi Saham Syariah

Bagi pemula, memulai investasi saham syariah sebaiknya dilakukan secara bertahap. Pelajari terlebih dahulu profil perusahaan, kondisi keuangan, prospek bisnis, serta risiko yang mungkin muncul.

Jangan hanya membeli saham karena sedang populer atau mengikuti rekomendasi orang lain. Pastikan saham tersebut masih tercantum dalam Daftar Efek Syariah ketika melakukan investasi.

Investor juga sebaiknya menggunakan dana yang tidak dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan perencanaan yang baik, investasi saham syariah dapat menjadi salah satu pilihan untuk membangun keuangan jangka panjang.

Melalui berbagai aplikasi investasi seperti Ajaib dan platform sekuritas lainnya, masyarakat kini memiliki akses lebih mudah untuk membeli saham syariah. Dengan memahami prinsip, kriteria, dan risikonya, investasi sesuai ketentuan Islam dapat dilakukan secara lebih terencana.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Keuangan Ekonomi Investasi

Komentar Pengguna