Keboncinta.com — Berdoa merupakan bentuk penghambaan seorang muslim kepada Allah SWT. Melalui doa, seorang hamba menyampaikan permohonan, mengungkapkan rasa syukur, sekaligus memohon perlindungan dan pertolongan dari Sang Pencipta.
Dalam praktiknya, berdoa sering kali dilakukan dengan mengangkat kedua tangan. Kebiasaan ini sudah sangat dikenal dalam kehidupan umat Islam. Bahkan, Rasulullah SAW juga pernah mengangkat kedua tangannya ketika memanjatkan doa.
Hal tersebut dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Abu Musa Al-Asy'ari RA. Ia berkata:
"Nabi SAW berdoa kemudian mengangkat kedua tangannya, dan aku melihat putih kedua ketiaknya."
(HR Bukhari)
Mengangkat tangan ketika berdoa bukan sekadar gerakan fisik. Sikap tersebut menggambarkan kerendahan hati seorang hamba yang menyadari bahwa dirinya membutuhkan pertolongan Allah SWT.
Lantas, apakah setiap muslim wajib mengangkat kedua tangan ketika berdoa?
Baca Juga: Hukum Shalat Sunnah Sambil Duduk meski Sehat, Apakah Tetap Sah dan Berpahala?
Mengangkat kedua tangan ketika berdoa hukumnya sunnah dan termasuk salah satu adab yang dianjurkan dalam Islam. Artinya, seorang muslim dianjurkan melakukannya, tetapi tidak diwajibkan dalam setiap keadaan.
Dalam buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 1 karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, dijelaskan bahwa anjuran mengangkat tangan ketika berdoa memiliki landasan dari sejumlah hadis Rasulullah SAW.
Salah satunya adalah hadis dari Salman Al-Farisi RA. Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Rabb kalian Mahamalu lagi Mahamulia. Dia malu terhadap hamba-Nya apabila hamba tersebut mengangkat kedua tangannya kepada-Nya, lalu mengembalikannya dalam keadaan kosong."
(HR Abu Dawud dan Tirmidzi)
Hadis tersebut menunjukkan keutamaan mengangkat kedua tangan ketika memohon kepada Allah SWT. Sikap itu mencerminkan kesungguhan seorang hamba dalam berharap dan meminta kepada Tuhannya.
Dengan demikian, mengangkat tangan merupakan amalan yang dianjurkan, bukan syarat sah sebuah doa. Seseorang tetap boleh berdoa tanpa mengangkat kedua tangan, terutama dalam keadaan atau ibadah tertentu yang memiliki tata cara tersendiri.
Dalam sejumlah riwayat, terdapat beberapa bentuk mengangkat tangan ketika berdoa. Salah satunya dijelaskan melalui hadis dari Ibnu Abbas RA yang membedakan beberapa posisi tangan sesuai jenis doa.
Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Rasulullah SAW menggunakan bentuk isyarat tangan tertentu untuk doa, mengangkat tangan sejajar bahu, serta mengangkatnya lebih tinggi ketika melakukan ibtihal, yaitu memohon dengan sungguh-sungguh.
Secara umum, beberapa bentuk mengangkat tangan ketika berdoa dapat dijelaskan sebagai berikut:
Bentuk ini dilakukan dengan mengangkat kedua tangan hingga kurang lebih sejajar dengan bahu. Telapak tangan diarahkan ke atas sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT.
Posisi tersebut termasuk bentuk mengangkat tangan yang disebutkan dalam sejumlah riwayat tentang doa Rasulullah SAW.
Dalam keadaan tertentu, seseorang dapat mengangkat kedua tangannya lebih tinggi sebagai bentuk permohonan yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT.
Bentuk ini dikenal dengan istilah ibtihal. Gerakan tersebut menggambarkan kesungguhan seorang hamba ketika memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT.
Ketika berdoa, seorang muslim dianjurkan menghadapkan bagian dalam telapak tangan ke arah atas. Posisi ini menggambarkan sikap meminta dan berharap kepada Allah SWT.
Dalam sebuah riwayat disebutkan:
"Mintalah kepada Allah SWT dengan bagian dalam telapak tangan kalian."
Riwayat ini sering dijadikan dasar anjuran menghadapkan telapak tangan ke atas ketika berdoa.
Selain memperhatikan posisi tangan, seorang muslim juga dianjurkan menjaga adab ketika memanjatkan doa.
Dalam pembahasan fikih doa dan zikir, terdapat sejumlah hal yang dapat dilakukan agar doa dipanjatkan dengan penuh kesungguhan.
Sebelum menyampaikan permohonan, seorang muslim dianjurkan mengawali doa dengan memuji Allah SWT. Misalnya dengan membaca hamdalah dan menyebut nama-nama Allah yang baik.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir