KebonCinta.com - Sebelum mencatat transaksi ke dalam jurnal, perusahaan perlu mengetahui akun apa saja yang mengalami perubahan.
Langkah tersebut dikenal sebagai penggolongan transaksi akuntansi.
Dalam perusahaan jasa, akun umumnya dikelompokkan menjadi lima kategori utama, yaitu aset, utang atau liabilitas, modal atau ekuitas, pendapatan, dan beban.
Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda.
Aset merupakan sumber daya ekonomi yang dikendalikan perusahaan sebagai akibat peristiwa masa lalu dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi.
Contohnya adalah kas, piutang usaha, perlengkapan, dan peralatan kantor.
Sementara itu, utang atau liabilitas merupakan kewajiban kini perusahaan untuk mengalihkan sumber daya ekonomi akibat peristiwa masa lalu.
Misalnya, perusahaan membeli komputer secara kredit senilai Rp5.000.000.
Transaksi tersebut menambah aset berupa peralatan dan menambah utang usaha.
Baca Juga: Mengenal Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa, dari Pencatatan Transaksi hingga Laporan Keuangan
Modal merupakan bagian dari ekuitas perusahaan.
Ekuitas menunjukkan hak residual atas aset setelah dikurangi seluruh liabilitas.
Contohnya, pemilik usaha menyetorkan uang tunai sebesar Rp10.000.000 sebagai modal awal.
Kas perusahaan bertambah Rp10.000.000 dan modal pemilik meningkat dengan jumlah yang sama.
Setoran modal tidak dicatat sebagai pendapatan jasa karena berasal dari pemilik, bukan dari pemberian layanan kepada pelanggan.
Baca Juga: Latihan Soal Tahap Pencatatan Akuntansi Perusahaan Jasa, Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan
Pendapatan muncul dari aktivitas usaha yang meningkatkan ekuitas, selain kontribusi pemilik.
Contohnya, perusahaan menerima pembayaran Rp1.500.000 setelah menyelesaikan jasa desain.
Sementara itu, beban merupakan penurunan manfaat ekonomi yang berkaitan dengan kegiatan usaha, selain distribusi kepada pemilik.
Contohnya adalah beban listrik, gaji, sewa, dan penyusutan peralatan.
Ketika menemukan transaksi, siswa perlu mengajukan dua pertanyaan.
Akun apa yang terpengaruh, dan apakah nilainya bertambah atau berkurang?
Misalnya, pembayaran listrik sebesar Rp300.000 menyebabkan kas berkurang dan beban listrik bertambah.
Dengan menggolongkan transaksi secara tepat, proses menentukan debit dan kredit menjadi lebih mudah.
Baca Juga: Kuitansi, Faktur, dan Bukti Transfer, Apa Fungsinya dalam Pencatatan Akuntansi?
Penggolongan akun juga membantu perusahaan menyusun laporan keuangan yang menggambarkan posisi serta kinerja usaha.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir