Keboncinta.com-- Kabar penting bagi peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026. Pemerintah menghadirkan kebijakan baru yang lebih fleksibel dengan memberikan kesempatan ujian susulan bagi siswa yang tidak dapat mengikuti jadwal utama karena kondisi tertentu.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa peserta yang terdampak situasi darurat seperti bencana alam tetap berhak mengikuti ujian melalui skema susulan.
Beberapa kejadian seperti kebakaran sekolah hingga banjir di sejumlah daerah, termasuk Bengkulu, menjadi perhatian khusus pemerintah dalam pelaksanaan TKA tahun ini.
Oleh karena itu, pemerintah memastikan tidak ada siswa yang kehilangan hak mengikuti ujian hanya karena faktor di luar kendali.
Baca Juga: Unhan RI Buka Beasiswa D3 2026, Kuliah Gratis Siap Jadi TNI atau ASN Kemenhan
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa ujian susulan bukan berarti ujian ulang. Skema ini hanya menyediakan jadwal alternatif dalam rentang waktu tertentu agar seluruh peserta tetap dapat mengikuti TKA sesuai ketentuan.
Selain faktor bencana, siswa yang sakit saat hari pelaksanaan juga diperbolehkan mengikuti ujian susulan, dengan syarat menyertakan bukti pendukung yang valid.
Kebijakan ini juga mencakup kondisi force majeure lainnya yang menyebabkan peserta tidak bisa hadir pada jadwal utama.
TKA Bisa Dilaksanakan Secara Offline di Daerah 3T
Pemerintah juga memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan TKA di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Ujian tidak harus selalu berbasis internet, karena soal dapat diakses secara offline melalui sistem yang sudah terpasang di komputer sekolah.
Langkah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan jaringan internet di beberapa daerah, sehingga pelaksanaan ujian tetap berjalan lancar tanpa hambatan teknis.
Baca Juga: Beasiswa BSI 2026 Dibuka, Mahasiswa SNBP Bisa Kuliah Gratis dan Dapat Uang Saku
Sekolah Bisa Berbagi Fasilitas
Bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas laboratorium komputer, pemerintah juga membuka opsi berbagi sarana dengan sekolah lain.
Misalnya, penggunaan fasilitas milik SMA atau SD dapat dilakukan secara bergantian karena jadwal ujian tidak berlangsung bersamaan.
Dengan berbagai kebijakan ini, pemerintah berupaya memastikan seluruh siswa mendapatkan kesempatan yang adil dalam mengikuti TKA 2026.
Pendekatan yang lebih fleksibel ini diharapkan mampu menjawab berbagai kendala di lapangan tanpa mengorbankan hak peserta didik.***