Bali Kembangkan Konsep Kota Berbasis AI, Teknologi Dipadukan dengan Filosofi Tri Hita Karana
04 Oktober 2026
| 21:16
DENPASAR — Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence di Indonesia mulai diarahkan tidak hanya untuk aplikasi digital, tetapi juga membantu perencanaan sebuah kota. United in Diversity atau UID Bali Campus bersama Tsinghua Southeast Asia Center mengembangkan konsep penataan kota berbasis AI di Bali. Konsep tersebut menarik perhatian karena teknologi modern tidak berdiri sendiri. Pengembangan dilakukan dengan menggabungkan AI, design thinking, systems thinking serta nilai lokal Bali melalui filosofi Tri Hita Karana. Tri Hita Karana menekankan pentingnya keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia dan lingkungan. Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development Tantowi Yahya menjelaskan teknologi diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan perkotaan yang tidak hanya modern, tetapi juga nyaman dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat. Pengembangan tersebut diwujudkan melalui program Happy Digital X. Program ini mencoba melihat bagaimana data dan kecerdasan buatan dapat digunakan untuk membantu memahami persoalan perkotaan serta menghasilkan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut berbeda dari gagasan kota pintar yang hanya berfokus pada penggunaan perangkat digital. Teknologi tetap menjadi instrumen, sementara kehidupan masyarakat dan nilai lokal menjadi bagian penting dari proses pengambilan keputusan. Direktur UID Bali Campus Shobi Lawalata mengatakan hasil kerja sama dengan Tsinghua diarahkan agar dapat digunakan secara nyata dalam pembangunan daerah dan pelayanan publik. Artinya, penelitian AI tidak diharapkan berhenti sebagai proyek akademik atau demonstrasi teknologi. Solusi yang dihasilkan harus dapat menjawab persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Kolaborasi UID dan Tsinghua sebelumnya juga telah digunakan dalam pengembangan inovasi untuk berbagai persoalan sosial. Salah satu contoh yang disampaikan adalah program terkait penanganan stunting di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Selain pengembangan teknologi, peningkatan kemampuan sumber daya manusia menjadi bagian penting. UID Bali Campus juga mendorong pengembangan talenta digital melalui berbagai kolaborasi sehingga anak muda mendapatkan kesempatan mempelajari AI dan teknologi baru. Hal tersebut dinilai penting karena pembangunan ekosistem AI tidak cukup hanya dengan membeli komputer, server maupun perangkat canggih. Indonesia juga membutuhkan tenaga manusia yang mampu mengembangkan, mengoperasikan dan memahami dampak teknologi tersebut. Kerja sama dengan perguruan tinggi seperti Tsinghua University diharapkan membuka peluang pertukaran pengetahuan, pendidikan dan pengalaman internasional bagi talenta Indonesia.
Tags:
politik
Komentar Pengguna