Sejarah
Admin

Belanda Menjajah atau Membangun? Membaca Ulang Sejarah Kolonialisme di Indonesia Secara Lebih Jernih

Belanda Menjajah atau Membangun? Membaca Ulang Sejarah Kolonialisme di Indonesia Secara Lebih Jernih

27 Februari 2026 | 12:48

Keboncinta.com-- Perdebatan ini hampir selalu muncul dalam diskusi sejarah: apakah Belanda benar-benar menjajah Indonesia, atau justru membawa “kemajuan” melalui pembangunan jalan, rel kereta, sekolah, dan sistem administrasi? Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi jawabannya tidak bisa dilepaskan dari konteks sejarah yang panjang dan kompleks.

Secara fakta historis, Belanda memang menjajah Nusantara. Kekuasaan kolonial dimulai dari dominasi dagang oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada awal abad ke-17, lalu berlanjut ke pemerintahan kolonial langsung di bawah Kerajaan Belanda setelah VOC bangkrut pada akhir abad ke-18. Sistem ini berlangsung hingga proklamasi kemerdekaan pada 1945.

Kolonialisme pada dasarnya adalah sistem kekuasaan yang bertujuan menguasai wilayah lain demi kepentingan ekonomi dan politik negara penjajah. Dalam konteks Indonesia, tujuan utama Belanda adalah eksploitasi sumber daya: rempah-rempah, kopi, gula, teh, hingga hasil bumi lainnya. Sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) yang diterapkan pada abad ke-19 menjadi contoh nyata bagaimana rakyat dipaksa menanam komoditas ekspor demi keuntungan Belanda. Banyak catatan sejarah menunjukkan penderitaan rakyat akibat sistem ini, termasuk kelaparan di beberapa daerah.

Lalu bagaimana dengan argumen bahwa Belanda membangun infrastruktur penting?

Memang benar, pada masa kolonial dibangun rel kereta api, pelabuhan, jalan raya, serta sistem administrasi modern. Pendidikan formal juga mulai diperkenalkan, meski pada awalnya sangat terbatas bagi kalangan tertentu. Namun penting dipahami, pembangunan itu bukanlah program sosial murni untuk kesejahteraan rakyat Nusantara. Infrastruktur tersebut dibangun terutama untuk mendukung distribusi hasil bumi ke pelabuhan dan memperlancar sistem ekonomi kolonial.

Rel kereta api, misalnya, mempermudah pengangkutan hasil perkebunan dari pedalaman ke pelabuhan ekspor. Jalan raya memudahkan mobilitas administrasi kolonial dan kepentingan militer. Pendidikan pun pada awalnya dirancang untuk mencetak tenaga administrasi lokal yang bisa membantu menjalankan pemerintahan kolonial dengan biaya lebih murah.

Artinya, dampak pembangunan memang ada, tetapi motif utamanya bukan untuk memajukan masyarakat pribumi secara merata. Bahkan akses terhadap fasilitas tersebut sangat tidak setara. Diskriminasi rasial dalam pendidikan, hukum, dan ekonomi menjadi bagian dari sistem kolonial saat itu.

Namun sejarah tidak selalu hitam-putih. Ada sisi paradoks yang menarik. Pendidikan Barat yang diperkenalkan Belanda justru melahirkan kaum terpelajar pribumi yang kemudian menjadi motor pergerakan nasional. Tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan banyak lahir dari sistem pendidikan kolonial yang awalnya dirancang untuk kepentingan penjajah. Dalam ironi sejarah, alat yang dibangun untuk menguatkan kekuasaan kolonial justru ikut memantik kesadaran nasional.

Jadi, apakah Belanda menjajah? Secara definisi politik dan sejarah, iya. Apakah ada dampak pembangunan?

Tags:
Sejarah Indonesia Sejarah Pahlawan Nasional Fakta Menarik Penjajahan Belanda

Komentar Pengguna