Al-Qur'an merupakan petunjuk bagi kehidupan umat Islam. Membaca, memahami, dan mengamalkan kandungannya dapat membantu seorang muslim menjalani kehidupan sesuai ajaran agama.
Rasulullah SAW bersabda:
"Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya Al-Qur'an akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya."
(HR Muslim)
Seorang muslim dianjurkan menjaga perkataan agar tidak menyakiti orang lain, menyebarkan fitnah, berbohong, atau melakukan perbuatan yang merugikan sesama.
Menjaga lisan merupakan bagian dari upaya menyempurnakan akhlak dan memelihara hubungan baik dengan manusia.
Berbuat baik kepada kedua orang tua merupakan salah satu kewajiban penting dalam Islam.
Seorang anak hendaknya menghormati, menyayangi, membantu, dan mendoakan kedua orang tuanya. Berbakti kepada orang tua juga menjadi bagian dari upaya menjalankan perintah Allah SWT.
Setiap muslim hendaknya berusaha menjauhi perbuatan yang dilarang agama, seperti zina, riba, mencuri, meminum minuman memabukkan, dan berbagai bentuk kemaksiatan lainnya.
Apabila terlanjur melakukan dosa, seorang hamba tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Ia harus segera bertobat dan memperbaiki diri.
Selain berusaha melakukan amal saleh, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa berdoa agar Allah SWT memberikan akhir kehidupan yang baik.
Salah satu doa yang terdapat dalam Al-Qur'an adalah:
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
Bacaan latin: Rabbana afrigh 'alaina shabran wa tawaffana muslimin.
Artinya: "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu)."
(QS Al-A'raf: 126)
Doa lainnya terdapat dalam Surah Yusuf ayat 101:
أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
Bacaan latin: Anta waliyyi fid-dunya wal-akhirah, tawaffani musliman wa alhiqni bish-shalihin.
Artinya: "Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang saleh."
(QS Yusuf: 101)
Doa-doa tersebut mengajarkan bahwa seorang muslim hendaknya selalu memohon kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan berserah diri dan termasuk golongan orang-orang saleh.
Meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat memiliki keutamaan berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan perlindungan dari fitnah kubur. Namun, kualitas hadis tersebut menjadi pembahasan di kalangan ulama hadis karena terdapat perbedaan penilaian terhadap sanadnya.
Oleh karena itu, wafat pada hari Jumat dapat dipandang sebagai salah satu keutamaan, tetapi tidak boleh dijadikan satu-satunya ukuran untuk memastikan seseorang memperoleh husnul khatimah.
Pada hakikatnya, husnul khatimah berkaitan dengan keimanan dan keadaan seseorang ketika mengakhiri kehidupannya. Karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa memperbaiki amal, memperbanyak tobat, menjaga ibadah, dan memohon kepada Allah SWT agar diberikan akhir kehidupan yang baik.
Wallahu a'lam.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir