Benarkah Peminum Kopi Hitam Cenderung Psikopat? Ini Penjelasan Peneliti

Benarkah Peminum Kopi Hitam Cenderung Psikopat? Ini Penjelasan Peneliti

16 November 2025 | 22:36

Pilihan seseorang dalam menikmati makanan atau minuman sehari-hari memang sering dianggap sekadar persoalan selera. Namun, sejumlah penelitian psikologi justru menemukan bahwa preferensi rasa tertentu bisa memberikan gambaran mengenai kecenderungan karakter seseorang. Salah satu temuan berasal dari sebuah studi di Austria yang menyoroti hubungan antara kesukaan terhadap rasa pahit—termasuk kopi hitam tanpa gula—dengan sifat-sifat kepribadian yang cenderung gelap seperti sadisme, psikopati, dan perilaku manipulatif.

Menurut laporan yang dikutip dari Fox 17, penelitian tersebut dilakukan oleh tim peneliti dari University of Innsbruck. Mereka menganalisis data kepribadian dari dua kelompok sampel masyarakat Amerika Serikat dengan total 953 responden. Para peserta diminta mengisi kuesioner yang mencatat preferensi makan dan minum, termasuk pilihan kopi yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Selain itu, mereka juga menjawab serangkaian pertanyaan psikologi untuk mengukur karakter tertentu.

Bagaimana Penelitian Dilakukan?

Para peneliti menggunakan beberapa jenis tes untuk menggali kecenderungan sifat peserta. Ada tes yang dirancang untuk mengukur tingkat agresivitas, di mana responden harus menilai apakah mereka setuju atau tidak dengan pernyataan seperti: “Jika saya diprovokasi cukup parah, saya mungkin akan memukul orang lain.”

Tes lainnya digunakan untuk mengamati kecenderungan manipulatif serta sisi kelicikan seseorang. Tak hanya itu, penelitian ini juga mengukur lima dimensi besar kepribadian manusia atau Big Five Personality Traits, yaitu:

  • Openness (keterbukaan terhadap pengalaman)

  • Conscientiousness (ketaatan / kedisiplinan)

  • Extraversion (keterbukaan sosial)

  • Agreeableness (kesesuaian / keramahan)

  • Neuroticism (kestabilan emosi)

Terakhir, peserta juga diukur tingkat kesenangan mereka dalam melihat penderitaan orang lain—sebuah indikator umum yang digunakan untuk mengidentifikasi kecenderungan sadisme.

Setelah seluruh data dikumpulkan, tim peneliti mulai mengolah hasil kuesioner dan membandingkannya dengan preferensi rasa yang disampaikan peserta, termasuk preferensi terhadap rasa pahit seperti kopi hitam.

Temuan Utama: Peminum Rasa Pahit Memiliki Kecenderungan Sifat Gelap

Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi signifikan antara kesukaan terhadap rasa pahit dan meningkatnya kecenderungan sifat-sifat gelap, seperti sadisme dan psikopati. Dengan kata lain, peserta yang menyukai minuman pahit—seperti kopi hitam murni tanpa tambahan gula atau susu—cenderung menunjukkan kecenderungan antisosial lebih tinggi dibandingkan mereka yang menyukai rasa manis.

Peneliti menemukan bahwa:

  • Semakin tinggi tingkat kesenangan seseorang terhadap rasa pahit,

  • Semakin besar juga kecenderungan mereka untuk menunjukkan sifat manipulatif, agresif, dan kurang empati.

Temuan ini bukan berarti semua pecinta kopi hitam otomatis berpotensi menjadi psikopat. Namun, penelitian ini menyoroti adanya kemungkinan hubungan antara preferensi rasa tertentu dan karakter kepribadian seseorang.

Penikmat Rasa Manis Cenderung Lebih Ramah

Sebaliknya, mereka yang menggemari kopi bercampur susu, gula, atau minuman dengan cita rasa manis justru menunjukkan karakter yang lebih menyenangkan. Para penikmat rasa manis umumnya berkorelasi dengan sifat-sifat positif seperti:

  • Lebih ramah

  • Mudah berempati

  • Senang bekerja sama

  • Memiliki sifat lembut dan mudah bersimpati kepada orang lain

Hasil ini memperlihatkan kontras yang cukup menarik dibandingkan dengan preferensi rasa pahit.

Penjelasan Ilmiah di Balik Preferensi Rasa dan Kepribadian

Meskipun hasil penelitian ini cukup mencuri perhatian publik, penting untuk memahami bahwa hubungan tersebut hanya bersifat korelasi, bukan hubungan sebab-akibat. Artinya, menyukai kopi pahit bukanlah faktor yang membuat seseorang menjadi psikopat ataupun sadis. Namun, orang dengan kecenderungan sifat tertentu mungkin lebih menyukai rasa pahit.

Ada beberapa teori yang digunakan untuk menjelaskan fenomena ini:

1. Rasa Pahit dan Sensasi Risiko

Rasa pahit secara alami sering dikaitkan dengan toksisitas atau bahaya dalam lingkungan evolusi manusia. Karena itu, orang yang menyukai rasa pahit dianggap memiliki ambang toleransi risiko yang lebih tinggi atau cenderung memiliki ketertarikan pada sensasi ekstrem.

2. Pengaruh Biologis dan Faktor Genetik

Preferensi rasa seseorang sebagian dipengaruhi oleh faktor genetik. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa sensitivitas terhadap rasa pahit berbeda pada setiap orang. Mereka yang kurang sensitif mungkin lebih mudah menyukai minuman pahit.

3. Hubungan Dengan Kepribadian Antisosial

Beberapa teori psikologi menyatakan bahwa seseorang yang memiliki kecenderungan antisosial atau kurang empati cenderung tidak mencari kenyamanan emosional melalui makanan, berbeda dengan orang yang lebih hangat dan empatik.

 

Tags:
Team Kopi

Komentar Pengguna