Pendidikan
Rahman Abdullah

Bikin Orang Tua Kaget, Biaya Pesantren Kebon Cinta Cirebon Justru Sangat Bersahabat

Bikin Orang Tua Kaget, Biaya Pesantren Kebon Cinta Cirebon Justru Sangat Bersahabat

01 Oktober 2026 | 20:21

Keboncinta.com-- Menyambut tahun ajaran baru, media sosial menjadi salah satu tempat bagi lembaga pendidikan untuk memperkenalkan berbagai program dan keunggulan yang mereka miliki. Mulai dari fasilitas, kegiatan santri, prestasi, hingga berbagai program unggulan ditampilkan untuk menarik perhatian calon peserta didik dan orang tua.

Tidak sedikit orang tua yang kemudian tertarik setelah melihat berbagai konten tersebut. Namun, pertimbangan bisa berubah ketika mereka mengetahui keseluruhan biaya yang harus dipersiapkan untuk menyekolahkan atau memondokkan anak.

Situasi berbeda ditawarkan Pesantren Kebon Cinta yang berada di Jalan Urip Sumoharjo Nomor 18, Desa Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Lembaga pendidikan yang berdiri sejak pertengahan 2018 ini memilih pendekatan yang sederhana. Alih-alih berlomba menampilkan kemewahan, Kebon Cinta lebih menekankan pendidikan dan pengasuhan yang sesuai dengan kebutuhan santri.

Pembiayaan Disesuaikan dengan Kebutuhan Santri

Pesantren Kebon Cinta menerapkan sistem pembiayaan yang berusaha menghindari berbagai pungutan tambahan yang dapat menjadi beban keluarga.

Orang tua tidak dibebani uang gedung ketika mendaftarkan anak. Tidak ada pula biaya daftar ulang, infak wajib, maupun pungutan pengembangan pendidikan.

Berbagai komponen tersebut tidak menjadi bagian dari kewajiban pembayaran yang harus ditanggung santri maupun orang tua.

Bahkan, pendidikan formal di Pesantren Kebon Cinta diberikan secara gratis bagi seluruh santri atau siswa. Konsep tersebut menjadi salah satu ciri yang membedakan pesantren ini dalam memberikan akses pendidikan kepada masyarakat.

Orang Tua Justru Terkejut karena Biayanya Ringan

Fitri, anggota tim manajemen Pesantren Kebon Cinta, membenarkan sistem pembiayaan tersebut. Ia mengatakan bahwa sejumlah orang tua justru menunjukkan reaksi terkejut ketika mengetahui biaya pendidikan dan pesantren yang harus mereka keluarkan.

Rasa terkejut itu terutama dirasakan oleh orang tua yang sebelumnya telah memiliki pengalaman menyekolahkan atau memondokkan anak di lembaga pendidikan lain.

Namun, keterkejutan tersebut bukan muncul karena mereka menemukan biaya yang tinggi. Sebaliknya, mereka tidak menyangka bahwa kebutuhan biaya di Kebon Cinta dapat dibuat lebih ringan dan sesuai dengan kemampuan keluarga.

Perbedaan tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang menarik perhatian calon wali santri ketika mengenal lebih jauh sistem pendidikan yang diterapkan.

Pendidikan Tidak Dikemas Sekadar untuk Penampilan

Biaya yang relatif terjangkau tidak membuat Pesantren Kebon Cinta menjadikan pendidikan sekadar sebagai produk yang ditawarkan kepada masyarakat.

Fitri menjelaskan bahwa pesantren memiliki pandangan tersendiri mengenai hubungan antara lembaga pendidikan dan orang tua. Menurutnya, Kebon Cinta tidak sekadar menawarkan pendidikan dan pengasuhan sebagai komoditas, tetapi berupaya membantu orang tua menjalankan tanggung jawab dalam mendidik anak.

Karena itu, hasil pembelajaran yang ditampilkan kepada masyarakat diusahakan benar-benar berasal dari proses yang dijalani santri.

Salah satu contohnya terlihat dalam kegiatan hafalan Al-Qur'an. Santri yang tampil bukan peserta yang sengaja dipersiapkan berbulan-bulan hanya untuk menghafalkan materi tertentu demi sebuah acara.

Santri yang tampil merupakan mereka yang memang telah menguasai hafalannya melalui kegiatan belajar sehari-hari. Dengan demikian, penampilan yang diperlihatkan kepada orang tua mencerminkan kemampuan santri dalam kondisi sebenarnya.

Media Sosial Menampilkan Aktivitas Secara Apa Adanya

Pendekatan yang sama juga diterapkan dalam penggunaan media sosial. Dokumentasi berupa foto dan video yang diunggah Pesantren Kebon Cinta ditujukan untuk memperlihatkan aktivitas santri sebagaimana berlangsung di lingkungan pesantren.

Kebon Cinta tidak menjadikan video dengan konsep sinematik atau hasil penyuntingan berlebihan sebagai cara utama untuk menarik calon santri.

Apa yang ditampilkan di media sosial lebih diarahkan sebagai dokumentasi kehidupan dan kegiatan pendidikan yang berlangsung sehari-hari.

Dengan cara tersebut, orang tua yang melihat aktivitas Kebon Cinta melalui media sosial dapat memperoleh gambaran yang lebih dekat dengan kondisi sebenarnya, bukan hanya melihat tampilan yang sengaja dibuat sedemikian rupa untuk kepentingan promosi.

Memiliki Karakter dan Segmen Pendidikan Sendiri

Pendekatan sederhana yang diterapkan Kebon Cinta tentu tidak harus sesuai dengan kebutuhan setiap keluarga. Setiap orang tua memiliki pertimbangan masing-masing ketika menentukan lembaga pendidikan untuk anak.

Fitri mengatakan bahwa apabila konsep biaya terjangkau kemudian dipersepsikan sebagai tanda bahwa sebuah lembaga tidak berkualitas, maka keluarga tersebut kemungkinan memang memiliki kebutuhan pendidikan yang berbeda dengan karakter Kebon Cinta.

Pesantren ini memilih untuk tidak mengubah konsep dasarnya hanya demi mengejar persepsi masyarakat. Sejak awal berdiri, Kebon Cinta telah memilih pendekatan yang menempatkan proses pendidikan, pengasuhan, dan hasil belajar nyata sebagai bagian utama.

Konsep Sederhana Sejak Pesantren Berdiri

Ketika ditanya mengenai pihak yang pertama kali menggagas konsep tersebut, Fitri menyampaikan bahwa pendekatan itu bukan sesuatu yang baru dibuat belakangan.

Menurutnya, konsep pendidikan dan pembiayaan seperti yang diterapkan saat ini sudah menjadi bagian dari Kebon Cinta sejak lembaga tersebut berdiri.

Dengan prinsip tersebut, Pesantren Kebon Cinta di Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, berusaha menunjukkan bahwa lembaga pendidikan dapat memperkenalkan dirinya kepada masyarakat tanpa harus bergantung pada kemewahan fasilitas maupun promosi yang berlebihan.

Bagi Kebon Cinta, kepercayaan orang tua dibangun melalui proses yang berlangsung setiap hari, termasuk bagaimana santri belajar, dibina, diasuh, dan menunjukkan hasil pendidikan secara nyata.***

Tags:
pendidikan Kebon Cinta Pesantren Kebon Cinta

Komentar Pengguna