KebonCinta.com - Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu persyaratan yang perlu dipersiapkan dosen sebelum mendaftar beasiswa doktoral di luar negeri. Selain mengetahui skor minimal, calon peserta juga perlu mencermati jenis sertifikat yang diterima dan masa berlakunya agar dokumen sesuai dengan ketentuan program.
Bagi dosen yang ingin mengikuti Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) 2027, TOEFL ITP termasuk pilihan sertifikat bahasa Inggris yang dapat digunakan. Namun, pendaftar tetap perlu memperhatikan persyaratan perguruan tinggi tujuan karena kampus dapat menetapkan standar yang lebih tinggi.
Dalam artikel kali ini kami akan membahas skor minimal TOEFL ITP untuk Beasiswa S3 Austria 2027, pilihan sertifikat lainnya, serta ketentuan yang perlu diperhatikan sebelum mendaftar. Yuk, simak pembahasannya hingga akhir agar tidak keliru saat menyiapkan bukti kemampuan bahasa Inggris.
🔗 Baca Juga: Beasiswa Bakti Nusa 2026 Dibuka untuk Mahasiswa Angkatan 2023, Ada Dana Aktivitas Rp500 Ribu per Bulan
IASP 2027 mencantumkan TOEFL ITP sebagai salah satu sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang dapat digunakan untuk pendaftaran. Skor minimal yang dipersyaratkan adalah 550.
Dengan demikian, calon peserta yang memiliki sertifikat TOEFL ITP dapat mempersiapkannya sebagai dokumen pendukung selama memenuhi ketentuan skor dan masa berlaku.
Meski demikian, pemenuhan skor minimal program perlu disertai pengecekan persyaratan bahasa Inggris di perguruan tinggi tujuan. Calon pendaftar perlu memastikan sertifikat yang dimiliki juga sesuai dengan ketentuan penerimaan kampus.
Pilihan Lain: TOEFL iBT dan IELTS
Selain TOEFL ITP, calon pendaftar dapat menggunakan TOEFL iBT atau IELTS. Berikut skor minimal bahasa Inggris yang tercantum dalam persyaratan IASP 2027:
| Jenis sertifikat | Skor minimal |
| TOEFL ITP | 550 |
| TOEFL iBT | 90 |
| IELTS | 6,5 |
🔗 Baca Juga: Beasiswa S3 ke Swiss Masih Buka hingga 30 November 2026, Ini Syarat dan Benefitnya
Perbedaan jenis tes perlu diperhatikan ketika membaca persyaratan. Skor 90 merupakan ketentuan untuk TOEFL iBT, sedangkan TOEFL ITP memiliki batas minimal 550.
Calon pendaftar dapat menyiapkan sertifikat sesuai pilihan tes yang digunakan, dengan tetap mencermati ketentuan dari perguruan tinggi di Austria.
Sertifikat Harus Terbit dalam Dua Tahun Terakhir
Selain skor, waktu penerbitan sertifikat juga menjadi bagian dari persyaratan. Sertifikat bahasa Inggris yang digunakan harus diterbitkan dalam dua tahun terakhir.
Karena itu, calon peserta perlu memeriksa tanggal penerbitan sebelum mengunggah dokumen. Sertifikat dengan skor yang telah memenuhi batas minimal tetap perlu dipastikan sesuai dengan ketentuan masa berlaku.
Apabila sertifikat yang dimiliki sudah melewati rentang waktu tersebut, calon pendaftar perlu mempersiapkan tes kembali agar dokumen dapat memenuhi persyaratan.
🔗 Baca Juga: FAI UMS Tawarkan Beasiswa hingga Pengalaman VR Haji, Calon Mahasiswa Bisa Konsultasi Langsung di IIEF 2026
Persyaratan bahasa Inggris IASP 2027 juga menyebutkan bahwa pendaftar perlu mengikuti standar lebih tinggi apabila ditetapkan oleh kampus tujuan.
Artinya, skor TOEFL ITP 550, TOEFL iBT 90, atau IELTS 6,5 menjadi acuan minimal program. Calon peserta tetap perlu membaca ketentuan penerimaan pada perguruan tinggi dan program doktoral yang dipilih.
Pengecekan ini berkaitan dengan persiapan Letter of Acceptance (LoA). Dalam pendaftaran IASP 2027, calon peserta wajib memiliki LoA yang masih berlaku dan bersifat unconditional dari perguruan tinggi di Austria.
Sertifikat Bahasa Inggris Perlu Dilengkapi Dokumen Lain
Pemenuhan persyaratan bahasa Inggris merupakan salah satu bagian dari kelengkapan pendaftaran. Calon peserta juga perlu menyiapkan sejumlah dokumen berikut:
Program ini ditujukan bagi dosen tetap PTN atau PTS di bawah pembinaan Kemdiktisaintek yang memiliki NUPTK terdaftar di PDDikti. Pendaftar juga harus belum bergelar doktor, tidak sedang menjalani studi S3, dan berusia maksimal 35 tahun per 31 Desember 2026.
Pendaftaran IASP 2027 dilakukan secara daring melalui laman kualifikasidikti.kemdiktisaintek.go.id dengan memilih menu Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP).
Batas akhir pengajuan adalah 1 Maret 2027. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui grants.at/en/ atau email bln.dikti@kemdiktisaintek.go.id.
TOEFL ITP dapat digunakan untuk mendaftar Beasiswa S3 Austria 2027 dengan skor minimal 550. Pastikan tanggal penerbitan sertifikat, persyaratan kampus tujuan, dan seluruh dokumen telah sesuai sebelum menyelesaikan pendaftaran. ***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir