Keluarga
Rahman Abdullah

Cara Melatih Konsentrasi Anak Sejak Dini agar Lebih Fokus Belajar, Orang Tua Harus Tahu!

Cara Melatih Konsentrasi Anak Sejak Dini agar Lebih Fokus Belajar, Orang Tua Harus Tahu!

04 Oktober 2026 | 19:01

Keboncinta.com-- Kemampuan berkonsentrasi pada anak bukan semata-mata sesuatu yang sudah dimiliki sejak lahir. Anggapan bahwa anak yang mudah fokus merupakan anak yang memiliki bakat khusus perlu diluruskan.

Pada dasarnya, kemampuan fokus dapat dibentuk dan ditingkatkan melalui latihan. Sama seperti otot yang semakin kuat ketika sering digunakan, kemampuan konsentrasi juga membutuhkan stimulasi dan kebiasaan yang dilakukan secara bertahap.

Anak sebenarnya memiliki kemampuan untuk memusatkan perhatian pada suatu aktivitas dalam jangka waktu tertentu. Namun, kemampuan tersebut perlu dilatih agar dapat digunakan secara optimal, terutama ketika anak harus mengerjakan kegiatan yang membutuhkan perhatian lebih lama.

Baca Juga: Cara Mencegah Bullying pada Anak, Peran Orang Tua Sangat Penting 

Tiga kemampuan yang menentukan konsentrasi anak

Anak yang mudah kehilangan fokus belum tentu tidak mampu berkonsentrasi. Bisa saja terdapat salah satu kemampuan dasar yang belum berkembang dengan baik.

Pertama adalah kemampuan mengarahkan perhatian. Anak perlu belajar memilih sesuatu yang harus diperhatikan dan mengarahkan pikirannya pada aktivitas tersebut.

Kedua, kemampuan mengendalikan gangguan. Ketika belajar, anak akan berhadapan dengan berbagai hal yang dapat mengalihkan perhatian, seperti suara televisi, mainan, ponsel, atau percakapan di sekitarnya. Kemampuan mengabaikan gangguan menjadi bagian penting dari proses konsentrasi.

Ketiga adalah kemampuan mempertahankan perhatian. Anak tidak hanya perlu mampu memulai fokus, tetapi juga menjaga perhatiannya sampai kegiatan yang sedang dikerjakan selesai.

Apabila salah satu kemampuan tersebut masih lemah, anak dapat terlihat mudah bosan, cepat beralih ke aktivitas lain, atau kesulitan menyelesaikan tugas.

Ciptakan suasana belajar yang minim gangguan

Lingkungan memiliki pengaruh terhadap kemampuan anak untuk berkonsentrasi. Karena itu, orang tua dapat menyiapkan tempat belajar yang tenang, nyaman, dan tidak dipenuhi berbagai sumber gangguan.

Matikan televisi dan jauhkan perangkat yang tidak diperlukan selama anak belajar. Suara bising maupun notifikasi dari gadget dapat membuat perhatian anak mudah berpindah.

Tidak harus memiliki ruang belajar khusus. Sudut rumah yang relatif tenang dan memiliki pencahayaan serta tempat duduk yang nyaman sudah dapat digunakan.

Baca Juga: Cara Mengajarkan Anak Bertanggung Jawab agar Tidak Suka Ngeles Saat Salah 

Latih fokus melalui permainan yang menyenangkan

Melatih konsentrasi tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan belajar formal. Permainan tertentu justru dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan fokus anak.

Puzzle, menyusun balok, permainan mencocokkan gambar, atau aktivitas sederhana yang membutuhkan ketelitian dapat digunakan sebagai latihan.

Mulailah dengan kegiatan yang mudah dan dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Setelah anak terbiasa, tingkatkan perlahan durasi maupun tingkat kesulitannya.

Dengan cara tersebut, anak belajar mempertahankan perhatian tanpa merasa sedang menjalani latihan yang membosankan.

Coba membagi waktu belajar dengan jeda

Anak juga dapat dilatih berkonsentrasi melalui pembagian waktu belajar menjadi beberapa sesi. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah teknik Pomodoro.

Dalam penerapannya, waktu mengerjakan tugas dibagi menjadi periode fokus yang diselingi waktu istirahat singkat. Misalnya, anak dapat berkonsentrasi selama 25 menit kemudian beristirahat sekitar 5 menit.

Pengaturan tersebut dapat membantu anak memahami kapan waktunya fokus dan kapan waktunya beristirahat. Durasi juga dapat disesuaikan dengan usia dan kemampuan masing-masing anak.

Hargai usaha dan perkembangan anak

Setiap anak memiliki kemampuan konsentrasi yang berbeda. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya memperhatikan hasil akhir, tetapi juga menghargai proses dan perkembangan yang sudah dicapai.

Berikan pujian ketika anak mampu menyelesaikan tugas tanpa banyak terdistraksi atau berhasil meningkatkan waktu fokusnya. Apresiasi sederhana dapat membuat anak lebih termotivasi untuk terus berlatih.

Hindari membandingkan kemampuan konsentrasi anak dengan saudara atau teman sebayanya karena setiap anak membutuhkan waktu perkembangan yang berbeda.

Baca Juga: Bukan Dipaksa, Ini 6 Cara Membuat Anak Senang Membaca Buku Sejak Kecil 

Kenali dua jenis perhatian dalam konsentrasi

Dalam kemampuan memusatkan perhatian, terdapat dua bentuk sistem atensi yang memiliki karakter berbeda, yaitu bottom-up attention dan top-down attention.

Bottom-up attention muncul ketika perhatian anak secara otomatis tertarik pada sesuatu yang dianggap menarik. Contohnya ketika anak melihat video, bermain gim, atau menemukan mainan yang disukainya.

Sementara itu, top-down attention berkaitan dengan kemampuan mengarahkan perhatian secara sadar meskipun aktivitas yang dilakukan tidak terlalu menarik.

Tags:
Konsentrasi Anak belajar

Komentar Pengguna