Parenting
Rahman Abdullah

Cara Membatasi Screen Time Anak Tanpa Drama, Orang Tua Perlu Terapkan Kebiasaan Ini

Cara Membatasi Screen Time Anak Tanpa Drama, Orang Tua Perlu Terapkan Kebiasaan Ini

14 Oktober 2026 | 14:07

Interaksi Langsung dengan Keluarga dan Teman Berkurang

Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berbagi, dan memahami perasaan orang lain berkembang melalui pengalaman sosial. Anak membutuhkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan keluarga maupun teman sebaya.

Jika gawai terus menjadi pusat perhatian, waktu untuk melakukan kegiatan bersama dapat semakin berkurang. Anak juga berpotensi kehilangan kesempatan berlatih menyelesaikan perbedaan pendapat atau memahami sudut pandang orang lain.

Untuk menjaga keseimbangan, keluarga dapat membuat waktu khusus tanpa gawai, misalnya ketika makan bersama, bermain permainan papan, atau melakukan kegiatan akhir pekan. Kebiasaan sederhana ini membantu anak memahami bahwa hubungan dengan orang lain sama pentingnya dengan hiburan digital.

5. Mata Lebih Mudah Lelah

Menatap layar dalam waktu lama dapat menyebabkan mata terasa lelah, kering, atau tidak nyaman. Anak juga dapat mengalami sakit kepala, terutama ketika penggunaan layar berlangsung terus-menerus tanpa jeda.

Risiko ketidaknyamanan mata dapat dikurangi dengan memberikan waktu istirahat secara berkala, menjaga jarak pandang yang sesuai, dan memastikan pencahayaan ruangan memadai. Anak juga sebaiknya tidak menggunakan perangkat terlalu dekat dengan wajah.

Selain itu, kegiatan di luar ruangan dapat membantu menyeimbangkan aktivitas melihat dari jarak dekat. Jika keluhan mata terus muncul atau mengganggu aktivitas, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Apa Itu Screen Time dan Mengapa Perlu Diatur?

Screen time adalah durasi yang dihabiskan seseorang untuk menggunakan perangkat berlayar, seperti ponsel, tablet, komputer, televisi, dan konsol permainan.

Pengaturan screen time bukan hanya soal menghitung menit penggunaan. Orang tua juga perlu mempertimbangkan jenis konten, tujuan penggunaan, waktu pemakaian, serta aktivitas lain yang mungkin tergantikan.

Gawai untuk mengikuti pembelajaran tentu berbeda konteksnya dengan menonton hiburan tanpa batas. Karena itu, aturan keluarga sebaiknya mempertimbangkan usia, kebutuhan belajar, kondisi anak, dan keseimbangan aktivitas hariannya.

Berapa Lama Screen Time yang Dianjurkan untuk Anak?

Batas penggunaan layar sebaiknya mengikuti panduan kesehatan yang sesuai dengan usia anak. Sebagai acuan umum, rekomendasi dari organisasi kesehatan anak dan pedoman kesehatan masyarakat menekankan pembatasan lebih ketat pada anak usia dini.

Untuk anak di bawah 18 bulan, penggunaan layar umumnya perlu dihindari, kecuali untuk panggilan video bersama keluarga. Pada usia 18–24 bulan, jika orang tua mulai mengenalkan media digital, pilih konten berkualitas dan dampingi anak saat menggunakannya.

Anak usia 2–5 tahun umumnya dianjurkan menggunakan layar hiburan tidak lebih dari sekitar satu jam sehari, dengan konten yang sesuai usia dan pendampingan orang dewasa. Untuk anak usia sekolah dan remaja, tidak ada satu angka durasi yang berlaku mutlak bagi semua anak; keluarga perlu memastikan penggunaan layar tidak mengurangi waktu tidur, aktivitas fisik, belajar, dan interaksi sosial.

Dengan demikian, angka batas screen time perlu dipahami sesuai usia dan jenis aktivitas, bukan diterapkan secara seragam kepada semua anak. Orang tua juga dapat berkonsultasi dengan dokter anak untuk memperoleh saran yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.

Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Hanya Makan Sayuran Seumur Hidup? Ini Manfaat dan Risikonya 

Cara Mengurangi Kebiasaan Main Gawai Tanpa Memicu Konflik

Mengurangi waktu bermain gawai tidak harus dilakukan dengan melarang seluruh penggunaan perangkat secara mendadak. Perubahan yang terlalu drastis dapat memicu pertengkaran, terutama jika anak sudah terbiasa mengandalkan gawai sebagai hiburan utama.

Langkah yang lebih realistis adalah menetapkan aturan secara bertahap. Orang tua dapat menentukan kapan anak boleh menggunakan gawai, berapa lama durasinya, dan kegiatan apa yang perlu diselesaikan terlebih dahulu.

Sediakan pula alternatif yang menarik. Buku cerita, permainan kreatif, menggambar, olahraga, berkebun, atau memasak bersama dapat membantu anak menemukan kesenangan di luar layar. Semakin banyak pilihan aktivitas yang menyenangkan, semakin mudah anak membangun kebiasaan baru.

Konsistensi juga sangat penting. Jika aturan sudah disepakati, terapkan secara wajar dan jelaskan alasannya dengan bahasa yang mudah dipahami.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 3
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Dampak kecanduan gawai Anak screen time

Komentar Pengguna