Anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi juga dari perilaku yang mereka lihat setiap hari. Jika orang tua terus menggunakan ponsel ketika makan, berbicara, atau menghabiskan waktu bersama keluarga, anak dapat meniru kebiasaan tersebut.
Karena itu, aturan penggunaan gawai sebaiknya berlaku bagi seluruh anggota keluarga. Orang tua dapat menyimpan perangkat ketika sedang berbincang, tidak memeriksa pesan selama waktu makan, dan menghindari penggunaan ponsel menjelang tidur.
Pendekatan ini membuat pembatasan layar terasa sebagai kesepakatan bersama, bukan hukuman yang hanya diberikan kepada anak.
Orang tua perlu memberi perhatian lebih ketika penggunaan gawai mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Misalnya, anak terus menolak berhenti meskipun sudah ada kesepakatan, mengabaikan tidur atau tugas sekolah demi layar, kehilangan minat pada kegiatan lain, atau mengalami konflik berulang karena penggunaan perangkat.
Jika upaya mengatur kebiasaan tidak membantu atau perilaku anak semakin mengganggu kesehariannya, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter anak atau psikolog. Pendampingan profesional dapat membantu menilai penyebab masalah dan menentukan langkah yang sesuai.
Baca Juga: Cara Mengatur Pola Makan Diabetes, dari Sayuran hingga Buah yang Tepat
Gawai dapat memberikan manfaat bagi pembelajaran dan hiburan anak, tetapi penggunaannya perlu diatur agar tidak menggeser kebutuhan penting dalam tumbuh kembang. Durasi layar yang berlebihan berpotensi berkaitan dengan gangguan tidur, berkurangnya aktivitas fisik, kesulitan berkonsentrasi, interaksi sosial yang lebih sedikit, dan keluhan mata.
Orang tua dapat membangun kebiasaan digital yang sehat dengan menetapkan aturan sesuai usia, menyediakan kegiatan alternatif, membatasi penggunaan menjelang tidur, dan memberikan teladan yang baik.
Pada akhirnya, tujuan mengatur screen time bukan menjauhkan anak dari kemajuan teknologi, melainkan membantu mereka memanfaatkannya secara seimbang, aman, dan bertanggung jawab.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir