Pendidikan
M. Panji Maulana

Cara Membuat Laporan Keuangan Sekolah Bulanan dan Tahunan, Lengkap dengan Contoh Format dan Evaluasi Anggaran

Cara Membuat Laporan Keuangan Sekolah Bulanan dan Tahunan, Lengkap dengan Contoh Format dan Evaluasi Anggaran

31 Oktober 2026 | 14:28

KebonCinta.com – Laporan keuangan sekolah merupakan salah satu dokumen penting untuk mengetahui bagaimana dana pendidikan diterima, digunakan, dan dipertanggungjawabkan. Melalui laporan yang tersusun secara tertib, sekolah dapat memantau saldo keuangan, mengevaluasi pengeluaran, serta memastikan penggunaan anggaran sesuai dengan kebutuhan pendidikan.

Dalam praktiknya, laporan keuangan dapat disusun secara bulanan maupun tahunan. Laporan bulanan membantu bendahara memeriksa transaksi yang terjadi dalam periode tertentu, sedangkan laporan tahunan memberikan gambaran keseluruhan pengelolaan dana selama satu tahun anggaran.

Sebagai contoh, sebuah sekolah menerima dana operasional sebesar Rp100 juta dalam satu periode. Dana tersebut kemudian digunakan untuk pembelian buku, pembayaran kebutuhan listrik, penyediaan bahan pembelajaran, dan kegiatan lain yang diperbolehkan.

Tanpa pencatatan yang teratur, sekolah akan kesulitan mengetahui jumlah dana yang sudah digunakan, sisa anggaran, serta kegiatan yang membutuhkan penyesuaian pembiayaan.

Oleh karena itu, penyusunan laporan keuangan harus didasarkan pada transaksi sebenarnya, didukung dokumen yang sah, dan diperiksa secara berkala.

Pada tahun 2026, pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) berpedoman pada Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026. Peraturan ini menjadi dasar pengelolaan dana, termasuk penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban.

Bagi sekolah yang menggunakan aplikasi ARKAS, pencatatan realisasi melalui Buku Kas Umum (BKU) menjadi bagian penting dari proses pelaporan.

Bagaimana cara membuat laporan keuangan bulanan dan tahunan, menghitung saldo, serta mengevaluasi realisasi anggaran sekolah?

Apa Itu Laporan Keuangan Sekolah?

Laporan keuangan sekolah merupakan dokumen yang menyajikan informasi mengenai penerimaan, penggunaan, dan posisi keuangan satuan pendidikan dalam periode tertentu.

Dalam kegiatan administrasi, sekolah dapat menggunakan laporan untuk mengetahui berapa dana yang diterima, kegiatan apa saja yang dibiayai, dan berapa saldo yang masih tersedia.

Namun, perlu dibedakan antara laporan administrasi penerimaan dan pengeluaran dengan laporan keuangan lengkap menurut standar akuntansi.

Sekolah negeri, sekolah swasta, dan badan penyelenggara pendidikan dapat mempunyai kewajiban pelaporan berbeda sesuai status kelembagaan serta sumber pendanaannya.

Sebagai contoh, yayasan penyelenggara sekolah swasta dapat memiliki kewajiban menyusun laporan keuangan tingkat badan hukum sesuai standar akuntansi yang relevan.

Sementara itu, pelaporan penggunaan Dana BOSP mengikuti ketentuan khusus pemerintah.

Karena itu, contoh dalam artikel ini difokuskan pada laporan administrasi penerimaan, pengeluaran, dan realisasi anggaran yang dapat digunakan sebagai alat bantu pengelolaan keuangan sekolah.

Perbedaan Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan

Laporan bulanan disusun untuk memantau transaksi dalam satu bulan tertentu.

Dokumen ini dapat membantu mendeteksi kesalahan pencatatan lebih awal, memeriksa saldo, serta mengetahui pengeluaran yang telah direalisasikan.

Sementara itu, laporan tahunan merangkum pengelolaan dana selama satu tahun anggaran.

Laporan tahunan dapat digunakan untuk mengevaluasi penggunaan anggaran, mengidentifikasi kegiatan yang belum terlaksana, serta membantu penyusunan rencana tahun berikutnya.

Perbedaan utamanya terletak pada periode dan tujuan analisis.

Laporan bulanan mencakup:

  • Saldo awal bulan.
  • Penerimaan selama bulan berjalan.
  • Pengeluaran selama bulan berjalan.
  • Saldo akhir bulan.
  • Pemeriksaan bukti transaksi.
  • Rekonsiliasi kas dan rekening bank.
  • Catatan selisih atau transaksi yang memerlukan tindak lanjut.

Laporan tahunan mencakup:

  • Saldo awal tahun.
  • Total penerimaan selama satu tahun.
  • Total pengeluaran selama satu tahun.
  • Saldo akhir tahun.
  • Perbandingan anggaran dan realisasi.
  • Evaluasi kegiatan yang dibiayai.
  • Penjelasan selisih atau sisa anggaran.
  • Informasi pertanggungjawaban sesuai ketentuan.

Laporan internal tersebut tidak otomatis menggantikan dokumen resmi yang dihasilkan melalui ARKAS atau sistem pelaporan lainnya.

Dasar Hukum Pelaporan Keuangan Sekolah Tahun 2026

Pengelolaan Dana BOSP pada tahun 2026 mengacu pada Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026.

Pasal 62 menyebutkan bahwa pengelolaan Dana BOSP pada satuan pendidikan mencakup perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan penatausahaan, serta pelaporan dan pertanggungjawaban.

Pengelolaan tersebut dilaksanakan melalui sistem aplikasi yang disediakan kementerian.

Dalam Lampiran II dijelaskan bahwa setiap penggunaan dana harus dicatat secara lengkap dan didukung bukti yang sesuai.

Pelaporan dan pertanggungjawaban disusun berdasarkan hasil pelaksanaan penatausahaan, termasuk pemeriksaan dan verifikasi penyelesaian pengadaan barang atau jasa.

Dengan demikian, laporan keuangan Dana BOSP harus dapat ditelusuri hingga transaksi dan dokumen pendukung yang sebenarnya.

Kepala sekolah juga mempunyai tanggung jawab terhadap pengelolaan BOSP sesuai ketentuan, sedangkan bendahara membantu pelaksanaan administrasi berdasarkan pembagian tugas.

Dokumen yang Dibutuhkan untuk Membuat Laporan Keuangan

Sebelum menyusun laporan, bendahara perlu mengumpulkan dokumen pendukung.

Beberapa dokumen yang penting diperiksa meliputi:

1. RKAS yang telah disahkan

Digunakan sebagai dasar pemeriksaan kesesuaian realisasi belanja dengan anggaran.

2. Buku Kas Umum

Memuat catatan transaksi penerimaan dan pengeluaran sesuai mekanisme pembukuan yang berlaku.

3. Mutasi Rekening Bank

Digunakan untuk mencocokkan transaksi bank dengan pembukuan.

4. Bukti Pengeluaran

Meliputi nota, kuitansi, faktur, bukti pembayaran, dan dokumen pendukung lainnya.

5. Dokumen Pengadaan

Digunakan untuk memastikan barang atau jasa telah diperoleh melalui prosedur yang sesuai.

6. Dokumen Perpajakan

Memuat bukti pemotongan, pemungutan, penyetoran, atau pelaporan jika terdapat kewajiban.

7. Laporan Bulanan Sebelumnya

Digunakan untuk memeriksa kesinambungan saldo dan mengidentifikasi transaksi yang belum diselesaikan.

Bendahara harus memastikan setiap dokumen menggambarkan transaksi yang sebenarnya.

Baca Juga: Panduan Menyusun RKS, RKJM, dan RKT Sekolah, Lengkap dengan Contoh Format dan Evaluasi Program

Cara Membuat Laporan Keuangan Sekolah Bulanan

Penyusunan laporan bulanan dapat dilakukan melalui beberapa tahapan.

Langkah 1: Tentukan Periode Laporan

Tentukan bulan dan tahun yang akan diperiksa.

Sebagai contoh, laporan dibuat untuk Oktober 2026 dengan periode transaksi 1–31 Oktober 2026.

Langkah 2: Periksa Saldo Awal

Saldo awal harus sesuai dengan saldo akhir periode sebelumnya.

Apabila terdapat perubahan atau koreksi yang sah, bendahara perlu menyimpan penjelasan dan dokumen pendukung.

Langkah 3: Jumlahkan Seluruh Penerimaan

Catat semua penerimaan aktual selama bulan tersebut berdasarkan sumber dana.

Saldo awal tidak dihitung sebagai penerimaan baru.

Langkah 4: Jumlahkan Seluruh Pengeluaran

Kelompokkan pengeluaran berdasarkan kegiatan atau klasifikasi anggaran yang relevan.

Pengeluaran harus didasarkan pada bukti transaksi.

Langkah 5: Hitung Saldo Akhir

Gunakan rumus:

Saldo Akhir = Saldo Awal + Total Penerimaan − Total Pengeluaran

Langkah 6: Lakukan Rekonsiliasi

Cocokkan pembukuan dengan saldo rekening bank dan kas tunai apabila ada.

Langkah 7: Susun Catatan Pemeriksaan

Tuliskan selisih, kekurangan dokumen, atau transaksi yang membutuhkan klarifikasi.

Langkah 8: Arsipkan Laporan

Simpan laporan bersama bukti dan dokumen pendukung sesuai mekanisme administrasi sekolah.

Contoh Format Laporan Keuangan Sekolah Bulanan

Berikut contoh laporan sederhana tanpa tabel yang terlalu lebar.

LAPORAN KEUANGAN BULANAN SEKOLAH

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)

Periode: Oktober 2026

Sumber Dana: Dana Operasional (simulasi)

A. Saldo Awal

Saldo awal per 1 Oktober 2026: Rp10.000.000

B. Penerimaan

Penerimaan dana operasional: Rp30.000.000

Penerimaan lainnya: Rp5.000.000

Total penerimaan: Rp35.000.000

C. Pengeluaran

Pengadaan buku pembelajaran: Rp8.000.000

Pembelian alat tulis kantor: Rp2.000.000

Biaya listrik dan internet: Rp1.500.000

Pengembangan kompetensi guru: Rp3.000.000

Pemeliharaan fasilitas: Rp4.000.000

Total pengeluaran: Rp18.500.000

D. Perhitungan Saldo

Saldo awal: Rp10.000.000

Ditambah penerimaan: Rp35.000.000

Dikurangi pengeluaran: Rp18.500.000

Saldo akhir: Rp26.500.000

E. Pemeriksaan

Saldo menurut pembukuan: Rp26.500.000

Saldo hasil rekonsiliasi kas dan bank: Rp26.500.000

Selisih: Rp0

Status: Sesuai berdasarkan asumsi simulasi.

Angka tersebut hanya ilustrasi administrasi. Pada penerapan sebenarnya, bendahara harus menggunakan data transaksi dan bukti yang valid.

Cara Membuat Laporan Keuangan Sekolah Tahunan

Laporan tahunan disusun dengan merangkum transaksi dan realisasi anggaran selama satu tahun.

Tahapan penyusunannya antara lain:

  1. Mengumpulkan laporan bulanan.
  2. Memeriksa kesinambungan saldo setiap periode.
  3. Menghitung total penerimaan aktual selama tahun berjalan.
  4. Menghitung seluruh pengeluaran berdasarkan klasifikasi kegiatan.
  5. Membandingkan realisasi dengan anggaran terakhir yang sah.
  6. Memeriksa transaksi bank, kas, dan perpajakan.
  7. Mengidentifikasi sisa dana atau ketidaksesuaian.
  8. Menyiapkan penjelasan evaluasi dan tindak lanjut.
  9. Memastikan pelaporan melalui sistem resmi telah dilakukan.
  10. Mengarsipkan dokumen sesuai kebutuhan pertanggungjawaban.

Laporan tahunan tidak cukup hanya menjumlahkan saldo akhir dari setiap bulan.

Saldo akhir setiap bulan merupakan posisi dana pada tanggal tertentu, bukan penerimaan baru yang boleh dijumlahkan sebagai pendapatan tahunan.

Contoh Format Laporan Keuangan Sekolah Tahunan

LAPORAN REKAPITULASI KEUANGAN TAHUNAN

Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)

Tahun Anggaran: 2026

Sumber Dana: Dana Operasional (simulasi)

A. Ringkasan Penerimaan

Saldo awal tahun: Rp10.000.000

Penerimaan semester pertama: Rp100.000.000

Penerimaan semester kedua: Rp100.000.000

Total penerimaan tahun berjalan: Rp200.000.000

Total dana tersedia termasuk saldo awal: Rp210.000.000

B. Ringkasan Pengeluaran

Pengadaan buku dan bahan pembelajaran: Rp30.000.000

Kegiatan pembelajaran: Rp35.000.000

Administrasi dan operasional: Rp25.000.000

Daya dan jasa: Rp20.000.000

Pemeliharaan sarana prasarana: Rp30.000.000

Pengembangan kompetensi guru: Rp10.000.000

Pembiayaan kegiatan lainnya: Rp40.000.000

Total pengeluaran: Rp190.000.000

C.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
laporan keuangan sekolah bendahara sekolah laporan BOS 2026 laporan bulanan sekolah evaluasi anggaran ARKAS 4

Komentar Pengguna