KebonCinta.com – Laporan keuangan sekolah merupakan salah satu dokumen penting untuk mengetahui bagaimana dana pendidikan diterima, digunakan, dan dipertanggungjawabkan. Melalui laporan yang tersusun secara tertib, sekolah dapat memantau saldo keuangan, mengevaluasi pengeluaran, serta memastikan penggunaan anggaran sesuai dengan kebutuhan pendidikan.
Dalam praktiknya, laporan keuangan dapat disusun secara bulanan maupun tahunan. Laporan bulanan membantu bendahara memeriksa transaksi yang terjadi dalam periode tertentu, sedangkan laporan tahunan memberikan gambaran keseluruhan pengelolaan dana selama satu tahun anggaran.
Sebagai contoh, sebuah sekolah menerima dana operasional sebesar Rp100 juta dalam satu periode. Dana tersebut kemudian digunakan untuk pembelian buku, pembayaran kebutuhan listrik, penyediaan bahan pembelajaran, dan kegiatan lain yang diperbolehkan.
Tanpa pencatatan yang teratur, sekolah akan kesulitan mengetahui jumlah dana yang sudah digunakan, sisa anggaran, serta kegiatan yang membutuhkan penyesuaian pembiayaan.
Oleh karena itu, penyusunan laporan keuangan harus didasarkan pada transaksi sebenarnya, didukung dokumen yang sah, dan diperiksa secara berkala.
Pada tahun 2026, pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) berpedoman pada Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026. Peraturan ini menjadi dasar pengelolaan dana, termasuk penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban.
Bagi sekolah yang menggunakan aplikasi ARKAS, pencatatan realisasi melalui Buku Kas Umum (BKU) menjadi bagian penting dari proses pelaporan.
Bagaimana cara membuat laporan keuangan bulanan dan tahunan, menghitung saldo, serta mengevaluasi realisasi anggaran sekolah?
Laporan keuangan sekolah merupakan dokumen yang menyajikan informasi mengenai penerimaan, penggunaan, dan posisi keuangan satuan pendidikan dalam periode tertentu.
Dalam kegiatan administrasi, sekolah dapat menggunakan laporan untuk mengetahui berapa dana yang diterima, kegiatan apa saja yang dibiayai, dan berapa saldo yang masih tersedia.
Namun, perlu dibedakan antara laporan administrasi penerimaan dan pengeluaran dengan laporan keuangan lengkap menurut standar akuntansi.
Sekolah negeri, sekolah swasta, dan badan penyelenggara pendidikan dapat mempunyai kewajiban pelaporan berbeda sesuai status kelembagaan serta sumber pendanaannya.
Sebagai contoh, yayasan penyelenggara sekolah swasta dapat memiliki kewajiban menyusun laporan keuangan tingkat badan hukum sesuai standar akuntansi yang relevan.
Sementara itu, pelaporan penggunaan Dana BOSP mengikuti ketentuan khusus pemerintah.
Karena itu, contoh dalam artikel ini difokuskan pada laporan administrasi penerimaan, pengeluaran, dan realisasi anggaran yang dapat digunakan sebagai alat bantu pengelolaan keuangan sekolah.
Laporan bulanan disusun untuk memantau transaksi dalam satu bulan tertentu.
Dokumen ini dapat membantu mendeteksi kesalahan pencatatan lebih awal, memeriksa saldo, serta mengetahui pengeluaran yang telah direalisasikan.
Sementara itu, laporan tahunan merangkum pengelolaan dana selama satu tahun anggaran.
Laporan tahunan dapat digunakan untuk mengevaluasi penggunaan anggaran, mengidentifikasi kegiatan yang belum terlaksana, serta membantu penyusunan rencana tahun berikutnya.
Perbedaan utamanya terletak pada periode dan tujuan analisis.
Laporan bulanan mencakup:
Laporan tahunan mencakup:
Laporan internal tersebut tidak otomatis menggantikan dokumen resmi yang dihasilkan melalui ARKAS atau sistem pelaporan lainnya.
Pengelolaan Dana BOSP pada tahun 2026 mengacu pada Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026.
Pasal 62 menyebutkan bahwa pengelolaan Dana BOSP pada satuan pendidikan mencakup perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan penatausahaan, serta pelaporan dan pertanggungjawaban.
Pengelolaan tersebut dilaksanakan melalui sistem aplikasi yang disediakan kementerian.
Dalam Lampiran II dijelaskan bahwa setiap penggunaan dana harus dicatat secara lengkap dan didukung bukti yang sesuai.
Pelaporan dan pertanggungjawaban disusun berdasarkan hasil pelaksanaan penatausahaan, termasuk pemeriksaan dan verifikasi penyelesaian pengadaan barang atau jasa.
Dengan demikian, laporan keuangan Dana BOSP harus dapat ditelusuri hingga transaksi dan dokumen pendukung yang sebenarnya.
Kepala sekolah juga mempunyai tanggung jawab terhadap pengelolaan BOSP sesuai ketentuan, sedangkan bendahara membantu pelaksanaan administrasi berdasarkan pembagian tugas.
Sebelum menyusun laporan, bendahara perlu mengumpulkan dokumen pendukung.
Beberapa dokumen yang penting diperiksa meliputi:
1. RKAS yang telah disahkan
Digunakan sebagai dasar pemeriksaan kesesuaian realisasi belanja dengan anggaran.
2. Buku Kas Umum
Memuat catatan transaksi penerimaan dan pengeluaran sesuai mekanisme pembukuan yang berlaku.
3. Mutasi Rekening Bank
Digunakan untuk mencocokkan transaksi bank dengan pembukuan.
4. Bukti Pengeluaran
Meliputi nota, kuitansi, faktur, bukti pembayaran, dan dokumen pendukung lainnya.
5. Dokumen Pengadaan
Digunakan untuk memastikan barang atau jasa telah diperoleh melalui prosedur yang sesuai.
6. Dokumen Perpajakan
Memuat bukti pemotongan, pemungutan, penyetoran, atau pelaporan jika terdapat kewajiban.
7. Laporan Bulanan Sebelumnya
Digunakan untuk memeriksa kesinambungan saldo dan mengidentifikasi transaksi yang belum diselesaikan.
Bendahara harus memastikan setiap dokumen menggambarkan transaksi yang sebenarnya.
Baca Juga: Panduan Menyusun RKS, RKJM, dan RKT Sekolah, Lengkap dengan Contoh Format dan Evaluasi Program
Penyusunan laporan bulanan dapat dilakukan melalui beberapa tahapan.
Tentukan bulan dan tahun yang akan diperiksa.
Sebagai contoh, laporan dibuat untuk Oktober 2026 dengan periode transaksi 1–31 Oktober 2026.
Saldo awal harus sesuai dengan saldo akhir periode sebelumnya.
Apabila terdapat perubahan atau koreksi yang sah, bendahara perlu menyimpan penjelasan dan dokumen pendukung.
Catat semua penerimaan aktual selama bulan tersebut berdasarkan sumber dana.
Saldo awal tidak dihitung sebagai penerimaan baru.
Kelompokkan pengeluaran berdasarkan kegiatan atau klasifikasi anggaran yang relevan.
Pengeluaran harus didasarkan pada bukti transaksi.
Gunakan rumus:
Saldo Akhir = Saldo Awal + Total Penerimaan − Total Pengeluaran
Cocokkan pembukuan dengan saldo rekening bank dan kas tunai apabila ada.
Tuliskan selisih, kekurangan dokumen, atau transaksi yang membutuhkan klarifikasi.
Simpan laporan bersama bukti dan dokumen pendukung sesuai mekanisme administrasi sekolah.
Berikut contoh laporan sederhana tanpa tabel yang terlalu lebar.
LAPORAN KEUANGAN BULANAN SEKOLAH
Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)
Periode: Oktober 2026
Sumber Dana: Dana Operasional (simulasi)
A. Saldo Awal
Saldo awal per 1 Oktober 2026: Rp10.000.000
B. Penerimaan
Penerimaan dana operasional: Rp30.000.000
Penerimaan lainnya: Rp5.000.000
Total penerimaan: Rp35.000.000
C. Pengeluaran
Pengadaan buku pembelajaran: Rp8.000.000
Pembelian alat tulis kantor: Rp2.000.000
Biaya listrik dan internet: Rp1.500.000
Pengembangan kompetensi guru: Rp3.000.000
Pemeliharaan fasilitas: Rp4.000.000
Total pengeluaran: Rp18.500.000
D. Perhitungan Saldo
Saldo awal: Rp10.000.000
Ditambah penerimaan: Rp35.000.000
Dikurangi pengeluaran: Rp18.500.000
Saldo akhir: Rp26.500.000
E. Pemeriksaan
Saldo menurut pembukuan: Rp26.500.000
Saldo hasil rekonsiliasi kas dan bank: Rp26.500.000
Selisih: Rp0
Status: Sesuai berdasarkan asumsi simulasi.
Angka tersebut hanya ilustrasi administrasi. Pada penerapan sebenarnya, bendahara harus menggunakan data transaksi dan bukti yang valid.
Laporan tahunan disusun dengan merangkum transaksi dan realisasi anggaran selama satu tahun.
Tahapan penyusunannya antara lain:
Laporan tahunan tidak cukup hanya menjumlahkan saldo akhir dari setiap bulan.
Saldo akhir setiap bulan merupakan posisi dana pada tanggal tertentu, bukan penerimaan baru yang boleh dijumlahkan sebagai pendapatan tahunan.
LAPORAN REKAPITULASI KEUANGAN TAHUNAN
Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)
Tahun Anggaran: 2026
Sumber Dana: Dana Operasional (simulasi)
A. Ringkasan Penerimaan
Saldo awal tahun: Rp10.000.000
Penerimaan semester pertama: Rp100.000.000
Penerimaan semester kedua: Rp100.000.000
Total penerimaan tahun berjalan: Rp200.000.000
Total dana tersedia termasuk saldo awal: Rp210.000.000
B. Ringkasan Pengeluaran
Pengadaan buku dan bahan pembelajaran: Rp30.000.000
Kegiatan pembelajaran: Rp35.000.000
Administrasi dan operasional: Rp25.000.000
Daya dan jasa: Rp20.000.000
Pemeliharaan sarana prasarana: Rp30.000.000
Pengembangan kompetensi guru: Rp10.000.000
Pembiayaan kegiatan lainnya: Rp40.000.000
Total pengeluaran: Rp190.000.000
C.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir