Langkah kecil tersebut membantu mengurangi hambatan untuk memulai. Setelah satu bagian selesai, seseorang biasanya memiliki gambaran yang lebih jelas tentang pekerjaan berikutnya.
Tidak perlu langsung menyelesaikan semuanya dalam satu waktu. Hal terpenting adalah membangun kebiasaan untuk bergerak, meskipun kemajuannya belum besar.
Baca Juga: Mengenal Disleksia pada Anak, Kenali Tanda-Tandanya dan Cara Mendukung Proses Belajarnya
Pekerjaan yang tampak rumit sering membuat seseorang merasa kewalahan. Ketika tidak mengetahui harus memulai dari mana, menunda bisa terasa lebih mudah daripada menghadapi tugas tersebut.
Untuk mengatasinya, ubah tugas besar menjadi beberapa bagian yang lebih sederhana. Misalnya, tugas membuat makalah dapat dibagi menjadi mencari referensi, menentukan kerangka, menulis pendahuluan, menyusun pembahasan, dan memeriksa hasil akhir.
Setiap bagian dapat dikerjakan secara bertahap. Dengan cara ini, target terasa lebih masuk akal dan perkembangan pekerjaan lebih mudah dipantau.
Buatlah daftar tugas dengan urutan yang jelas. Hindari menuliskan target yang terlalu umum seperti “menyelesaikan semua pekerjaan hari ini”. Sebagai gantinya, tentukan kegiatan yang spesifik, misalnya menyelesaikan satu halaman laporan atau membaca satu subbab pelajaran.
Semakin jelas langkah pertama, semakin mudah seseorang mulai bertindak.
Tidak semua pekerjaan memiliki tingkat kepentingan yang sama. Karena itu, penting untuk menentukan tugas mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Dahulukan pekerjaan yang mendekati tenggat waktu atau memiliki dampak besar jika terlambat. Setelah itu, atur tugas lainnya sesuai kebutuhan dan waktu yang tersedia.
Batas waktu pribadi juga dapat membantu. Jika tugas harus selesai pada Jumat, misalnya, buat target untuk menyelesaikan bagian awal pada Rabu dan melakukan pemeriksaan pada Kamis.
Jangan lupa memperhitungkan waktu istirahat dan kemungkinan munculnya pekerjaan mendadak. Jadwal yang realistis lebih mudah dijalankan daripada rencana padat yang sulit dipenuhi.
Ponsel, media sosial, pesan masuk, dan kebiasaan berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain dapat mengganggu konsentrasi. Ketika perhatian terpecah, pekerjaan bisa memerlukan waktu lebih lama untuk diselesaikan.
Cobalah menciptakan lingkungan yang mendukung fokus. Letakkan ponsel di luar jangkauan jika tidak diperlukan, matikan notifikasi yang mengganggu, dan siapkan perlengkapan kerja sebelum mulai.
Kamu juga bisa menggunakan metode kerja berbatas waktu. Sebagai contoh, fokus selama 25 menit untuk menyelesaikan satu tugas, kemudian beristirahat selama lima menit. Sesuaikan durasinya dengan kebutuhan dan kemampuan berkonsentrasi.
Tujuannya bukan bekerja tanpa henti, melainkan menggunakan waktu dengan lebih terarah.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir