Keboncinta.com-Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan program penting untuk mendukung kesehatan peserta didik dan mewujudkan lingkungan pendidikan yang bersih, aman, serta nyaman. Agar pelaksanaannya berjalan terarah, sekolah membutuhkan program kerja yang disusun berdasarkan kebutuhan nyata dan dievaluasi secara berkala.
Dalam praktiknya, kegiatan UKS sering berpusat pada penggunaan ruang kesehatan, penyediaan perlengkapan pertolongan pertama, atau pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bersama Puskesmas.
Padahal, UKS mempunyai ruang lingkup yang lebih luas, meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pembinaan lingkungan sekolah sehat.
Sebagai contoh, sebuah SMP mempunyai 300 peserta didik dan ruang UKS yang cukup memadai. Sekolah telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan siswa, pembiasaan cuci tangan, serta pemeriksaan kebersihan toilet.
Namun, kegiatan tersebut belum terdokumentasi dalam satu program kerja. Jadwal pemeriksaan tidak terintegrasi, kebutuhan anggaran belum diprioritaskan, dan laporan tahunan belum tersedia.
Akibatnya, sekolah kesulitan mengetahui kegiatan yang telah terlaksana, kebutuhan fasilitas yang belum terpenuhi, serta langkah perbaikan untuk tahun ajaran berikutnya.
Masalah tersebut dapat dikurangi melalui penyusunan program kerja dan laporan tahunan yang sistematis.
Pada tahun ajaran 2026/2027, perencanaan UKS perlu memperhatikan ketentuan kesehatan sekolah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, pedoman pelayanan kesehatan anak usia sekolah dari Kementerian Kesehatan, serta standar pengelolaan satuan pendidikan.
Program kerja dan laporan tahunan bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi instrumen untuk memastikan kegiatan UKS menghasilkan manfaat yang dapat ditinjau dan ditindaklanjuti.
Program kerja UKS merupakan dokumen perencanaan yang menjelaskan tujuan, sasaran, kegiatan, waktu, penanggung jawab, kebutuhan sumber daya, serta indikator keberhasilan pelayanan kesehatan sekolah.
Program dapat disusun untuk satu tahun ajaran, satu semester, atau periode tertentu sesuai kebutuhan.
Program kerja berbeda dari laporan kegiatan.
Program kerja menjelaskan kegiatan yang direncanakan.
Jurnal kegiatan mencatat pelaksanaan yang sebenarnya.
Laporan tahunan merangkum hasil, capaian, kendala, penggunaan sumber daya, serta rekomendasi perbaikan.
Ketiga dokumen tersebut saling berkaitan dan sebaiknya menggunakan informasi yang konsisten.
1. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024
Pasal 221 mengatur kesehatan sekolah yang dilaksanakan melalui pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat.
Ketiga kegiatan tersebut merupakan dasar penting penyusunan program UKS yang dikenal sebagai Trias UKS.
2. Peraturan Bersama Empat Menteri Tahun 2014
Peraturan Bersama Nomor 6/X/PB/2014, Nomor 73 Tahun 2014, Nomor 41 Tahun 2014, dan Nomor 81 Tahun 2014 mengatur pembinaan dan pengembangan UKS/Madrasah.
Peraturan ini menjadi salah satu rujukan pengorganisasian dan koordinasi penyelenggaraan UKS.
3. Permenkes Nomor 19 Tahun 2024
Peraturan tentang Penyelenggaraan Pusat Kesehatan Masyarakat mengatur jejaring pelayanan kesehatan, termasuk koordinasi dengan satuan pendidikan.
Puskesmas berperan dalam pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, pembinaan lingkungan sehat, rujukan, serta pencatatan dan pelaporan terintegrasi sesuai ketentuan.
4. Permendikdasmen Nomor 26 Tahun 2025
Peraturan tentang Standar Pengelolaan menjadi acuan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program satuan pendidikan.
Program UKS perlu diselaraskan dengan kebutuhan dan perencanaan sekolah.
5. Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026
Peraturan ini menjadi acuan petunjuk teknis pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tahun 2026.
Jika kegiatan UKS menggunakan sumber dana tersebut, sekolah harus memastikan kesesuaian komponen pembiayaan, perencanaan RKAS, serta prosedur pertanggungjawaban.
6. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi
Laporan UKS dapat melibatkan informasi kesehatan siswa yang memerlukan perlindungan khusus.
Penyusunan laporan umum harus menghindari pengungkapan identitas dan rincian medis peserta didik yang tidak diperlukan.
Format administrasi dalam artikel ini merupakan contoh internal, bukan formulir nasional yang wajib digunakan secara seragam.
Program UKS perlu dikembangkan berdasarkan tiga bidang utama berikut.
| Komponen | Tujuan | Contoh kegiatan |
|---|---|---|
| Pendidikan kesehatan | Mengembangkan pengetahuan dan kebiasaan hidup sehat | Edukasi gizi, kebersihan diri, CTPS |
| Pelayanan kesehatan | Mendukung deteksi dini dan pelayanan sesuai kewenangan | Penjaringan kesehatan, koordinasi Puskesmas |
| Pembinaan lingkungan sehat | Menjaga kondisi lingkungan sekolah | Monitoring toilet, kantin, air, dan sampah |
Ketiga bidang tersebut tidak boleh dipisahkan secara kaku.
Sebagai contoh, kegiatan edukasi cuci tangan merupakan pendidikan kesehatan. Namun, pelaksanaannya memerlukan fasilitas air serta sabun yang merupakan bagian dari lingkungan sekolah sehat.
Karena itu, perencanaan UKS harus menghubungkan kegiatan edukasi, pelayanan, dan fasilitas pendukung.
Penyusunan program perlu dimulai dengan pemeriksaan kondisi fasilitas, kebutuhan siswa, serta hasil kegiatan sebelumnya.
Data dapat dikumpulkan dari laporan UKS, pemeriksaan sarpras, rekap kunjungan, dan koordinasi dengan Puskesmas.
DATA KONDISI AWAL PROGRAM UKS
Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)
Tahun Ajaran: 2026/2027
Jumlah Siswa: 300 orang.
Jumlah Rombel: 9.
Jumlah Ruang UKS: 1.
Tempat Tidur UKS: 2 unit.
Toilet Siswa: 8 unit.
Toilet yang Berfungsi: 6 unit.
Titik Cuci Tangan: 6 lokasi.
Titik Cuci Tangan Berfungsi: 5 lokasi.
Program Edukasi Kesehatan Sebelumnya: 4 kegiatan.
Koordinasi Puskesmas: Sudah dilaksanakan.
Temuan Utama: Perlu perbaikan sanitasi, pembaruan perlengkapan, dan penataan dokumentasi kegiatan.
Seluruh angka merupakan simulasi.
Evaluasi awal harus menggunakan data yang benar-benar ditemukan, bukan angka perkiraan untuk memenuhi kelengkapan laporan.
Tidak semua kebutuhan UKS dapat ditangani dalam satu waktu.
Sekolah dapat menentukan prioritas berdasarkan urgensi kesehatan, risiko keselamatan, jumlah siswa yang membutuhkan dukungan, kesiapan fasilitas, dan kemampuan sumber daya.
Contoh prioritas program:
Prioritas 1 – Keselamatan dan Kesehatan Mendesak
Memastikan prosedur penanganan keadaan darurat dan rujukan tersedia.
Prioritas 2 – Sanitasi Dasar
Memastikan toilet, air, dan fasilitas cuci tangan dapat digunakan.
Prioritas 3 – Pelayanan Kesehatan
Mengoordinasikan pemeriksaan atau penjaringan kesehatan sesuai program Puskesmas.
Prioritas 4 – Pendidikan Kesehatan
Melaksanakan edukasi sesuai kebutuhan siswa.
Prioritas 5 – Pembinaan Kantin Sehat
Memantau keamanan pangan serta kebersihan fasilitas kantin.
Prioritas 6 – Administrasi dan Evaluasi
Memperbaiki pencatatan, pelaporan, serta monitoring program.
Urutan tersebut merupakan contoh. Temuan berisiko tinggi perlu segera mendapatkan penanganan tanpa harus menunggu jadwal program berikutnya.
Program kerja tahunan sebaiknya memuat kegiatan yang realistis dan mempunyai penanggung jawab.
PROGRAM KERJA TAHUNAN UKS
Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)
| Program | Waktu | Penanggung jawab | Indikator |
|---|---|---|---|
| Pemeriksaan fasilitas UKS | Juli | Koordinator UKS | Data fasilitas tersedia |
| Edukasi kesehatan | Tiap semester | Tim UKS dan guru | Kegiatan tercatat |
| Koordinasi penjaringan | Sesuai Puskesmas | Tim UKS dan Puskesmas | Sasaran dan tindak lanjut terdata |
| Monitoring kantin | Berkala | Tim kantin dan UKS | Temuan ditangani |
| Pemeriksaan sanitasi | Berkala | UKS dan sarpras | Fasilitas prioritas diperiksa |
| Pembinaan kader kesehatan | Sesuai program | Tim UKS | Pembinaan terlaksana |
| Evaluasi dan laporan | Tiap semester | Koordinator UKS | Laporan tersedia |
Indikator dalam contoh tersebut berfokus pada pelaksanaan dan pengelolaan program.
Sekolah dapat mengembangkan indikator hasil yang lebih spesifik bersama Puskesmas sesuai jenis kegiatan.
Kalender diperlukan untuk mengatur pelaksanaan selama tahun ajaran.
Juli 2026: Evaluasi awal, pemeriksaan ruang UKS, dan penyusunan program.
Agustus 2026: Edukasi kebersihan diri dan perilaku hidup bersih.
September 2026: Koordinasi penjaringan kesehatan bersama Puskesmas.
Oktober 2026: Pemeriksaan sanitasi dan fasilitas cuci tangan.
November 2026: Edukasi gizi seimbang dan pembinaan kantin sehat.
Desember 2026: Evaluasi program semester ganjil.
Januari 2027: Pemeriksaan ulang fasilitas dan kebutuhan semester genap.
Februari 2027: Pembinaan kader kesehatan remaja.
Maret 2027: Pendidikan kesehatan sesuai pemetaan kebutuhan siswa.
April 2027: Pemeriksaan lingkungan sehat dan inventaris UKS.
Mei 2027: Rekap kegiatan, monitoring tindak lanjut, dan evaluasi.
Juni 2027: Penyusunan laporan tahunan dan rekomendasi program berikutnya.
Kalender tersebut merupakan simulasi dan perlu diselaraskan dengan jadwal pelayanan Puskesmas serta kalender pendidikan sekolah.
Program UKS sebaiknya terintegrasi dengan perencanaan satuan pendidikan.
Sebagai contoh, hasil evaluasi menunjukkan fasilitas sanitasi belum memadai.
Kebutuhan tersebut dapat menjadi usulan kegiatan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) berdasarkan prioritas sekolah.
Apabila memerlukan pembiayaan, usulan diproses melalui Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) atau mekanisme yang berlaku sesuai sumber dana.
Namun, kegiatan yang direncanakan tidak otomatis memperoleh persetujuan anggaran.
Perencanaan harus mempertimbangkan kebutuhan yang telah diverifikasi, kelayakan biaya, dan ketentuan pengeluaran.
Baca Juga: SOP Pemeliharaan dan Penanganan Kerusakan Sarpras Sekolah, Lengkap dengan Formulir dan Berita Acara
Anggaran dibutuhkan untuk kegiatan yang memang memerlukan pengadaan barang, perawatan, atau kebutuhan operasional lainnya.
RENCANA ANGGARAN BIAYA UKS
Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)
| Komponen kebutuhan | Volume | Biaya simulasi |
|---|---|---|
| Perlengkapan edukasi kesehatan | 5 paket | Rp500.000 |
| Perlengkapan P3K yang sesuai kebutuhan | 4 paket | Rp600.000 |
| Perawatan fasilitas UKS | 2 pekerjaan | Rp700.000 |
| Dispenser sabun dan perlengkapannya | 5 unit | Rp250.000 |
| Bahan administrasi program | 1 paket | Rp200.000 |
| Total | Rp2.250.000 |
Seluruh harga merupakan angka simulasi, bukan standar satuan biaya pemerintah.
Sekolah harus memeriksa spesifikasi, kelayakan pembelanjaan, ketersediaan dana, dan ketentuan pengadaan.
Jika menggunakan Dana BOSP, pembiayaan harus sesuai dengan petunjuk teknis 2026 dan RKAS yang disahkan.
Program tahun ajaran 2026/2027 juga melintasi dua tahun anggaran, sehingga kebutuhan biaya tahun 2026 dan 2027 perlu dipisahkan berdasarkan ketentuan masing-masing tahun.
Program UKS memerlukan kerja sama sejumlah pihak.
Kepala Sekolah
Bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan pengawasan program sesuai kewenangan.
Koordinator UKS
Mengoordinasikan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan laporan.
Petugas Administrasi UKS
Mengelola register kegiatan, inventaris, dan rekap program sesuai tugas.
Tim Sarana dan Prasarana
Menangani kebutuhan fasilitas dan tindak lanjut kerusakan.
Guru
Mendukung pendidikan kesehatan serta pembiasaan hidup sehat.
Puskesmas
Melaksanakan atau mengoordinasikan pelayanan kesehatan yang menjadi kewenangannya dan pembinaan program sesuai ketentuan.
Kader Kesehatan Remaja
Mendukung edukasi serta pembiasaan sehat berdasarkan pelatihan dan pendampingan.
Kader siswa tidak boleh diberi tugas diagnosis, pemberian obat sembarangan, atau tindakan medis di luar kewenangan.
Indikator harus sesuai dengan jenis kegiatan.
| Indikator | Metode evaluasi |
|---|---|
| Keterlaksanaan program | Bandingkan rencana dan realisasi |
| Jangkauan edukasi | Periksa jumlah peserta unik |
| Pelaksanaan penjaringan | Gunakan rekap sasaran dan peserta |
| Kondisi sanitasi | Pemeriksaan fasilitas |
| Penanganan temuan | Status tindak lanjut terverifikasi |
| Kesiapan UKS | Inventaris, stok, dan SOP |
| Koordinasi Puskesmas | Dokumen kegiatan dan tindak lanjut |
Sekolah perlu membedakan indikator proses dengan hasil kesehatan.
Sebagai contoh, terlaksananya seluruh sesi edukasi tidak otomatis membuktikan seluruh siswa telah menerapkan perilaku hidup sehat.
Demikian pula, jumlah kunjungan ruang UKS yang meningkat bukan bukti bahwa kesehatan siswa memburuk.
Contoh simulasi program tahunan:
Kegiatan direncanakan: 30 kegiatan.
Kegiatan terlaksana: 26 kegiatan.
Kegiatan tertunda: 3 kegiatan.
Kegiatan dibatalkan: 1 kegiatan.
Persentase keterlaksanaan:
26 ÷ 30 × 100% = 86,67%.
Dengan demikian, 86,67 persen kegiatan yang direncanakan telah terlaksana.
Namun, angka tersebut hanya mengukur pelaksanaan kegiatan, bukan tingkat kesehatan seluruh siswa.
Program yang tertunda atau dibatalkan tetap perlu dicatat beserta alasannya.
| Komponen | Rencana | Terlaksana | Belum terlaksana |
|---|---|---|---|
| Pendidikan kesehatan | 12 | 11 | 1 |
| Pelayanan kesehatan | 8 | 7 | 1 |
| Lingkungan sekolah sehat | 10 | 8 | 2 |
| Total | 30 | 26 | 4 |
Jumlah empat kegiatan belum terlaksana terdiri atas tiga kegiatan tertunda dan satu kegiatan dibatalkan.
Rekap perlu dilengkapi alasan perubahan jadwal, kendala, dan rekomendasi tindak lanjut.
Jangan mencatat satu kegiatan sebagai terlaksana dua kali hanya karena kegiatan tersebut berkaitan dengan dua komponen Trias UKS. Untuk rekap total, setiap kegiatan perlu mempunyai identitas unik dan aturan penghitungan yang konsisten.
CONTOH LAPORAN BULANAN UKS
Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)
Periode: Oktober 2026
A. Pendidikan Kesehatan
Kegiatan Edukasi Direncanakan: 2.
Kegiatan Terlaksana: 2.
B. Pelayanan Kesehatan
Jumlah Kunjungan Ruang UKS: 40.
Jumlah Siswa Unik yang Berkunjung: 32.
Kegiatan Koordinasi Pelayanan: 1.
C. Pembinaan Lingkungan Sehat
Pemeriksaan Fasilitas: 4.
Temuan Baru: 3.
Temuan Selesai Ditangani: 2.
Temuan Dalam Proses: 1.
D. Evaluasi
Kegiatan edukasi terlaksana sesuai jadwal. Terdapat satu temuan fasilitas yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.
E. Rekomendasi
Memantau tindak lanjut kerusakan dan memperbarui kebutuhan sarana.
F. Pemeriksaan
Koordinator UKS: ....................................
Mengetahui Kepala Sekolah: ....................................
Seluruh angka merupakan simulasi.
Data kunjungan kesehatan harus disajikan secara agregat tanpa membuka informasi medis individual siswa.
Laporan tahunan menggabungkan hasil seluruh kegiatan dalam satu periode.
LAPORAN TAHUNAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH
TAHUN AJARAN 2026/2027
Nama Sekolah: SMP Harapan Bangsa (simulasi)
Koordinator UKS: ....................................
A.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir