KebonCinta.com – Membuat video tutorial pembelajaran kini tidak harus menggunakan kamera profesional atau aplikasi pengeditan yang rumit. Guru dapat memanfaatkan fitur perekaman layar pada laptop Windows untuk menjelaskan materi, memperagakan penggunaan aplikasi, atau memberikan petunjuk pengerjaan tugas kepada siswa.
Sebagai contoh, guru Matematika dapat merekam langkah menyelesaikan soal menggunakan Excel. Guru Bahasa Indonesia dapat menjelaskan cara membuat daftar isi otomatis di Microsoft Word, sedangkan guru Informatika dapat memperagakan penggunaan perangkat lunak.
Rekaman layar mempunyai kelebihan karena siswa dapat melihat secara langsung langkah yang dilakukan guru. Video juga bisa diputar ulang ketika siswa belum memahami instruksi pada penjelasan pertama.
Microsoft menyediakan beberapa pilihan untuk kegiatan tersebut, antara lain Snipping Tool, Xbox Game Bar, dan Clipchamp.
Namun, fitur dan kemampuan masing-masing aplikasi berbeda. Karena itu, pengguna perlu memilih metode yang sesuai dengan versi Windows dan jenis aktivitas yang hendak direkam.
Perekaman layar atau screen recording merupakan proses merekam aktivitas yang tampil pada layar komputer menjadi video.
Rekaman dapat menunjukkan pergerakan kursor, perubahan tampilan aplikasi, pengetikan, maupun aktivitas tertentu yang dilakukan pengguna.
Sebagian aplikasi juga memungkinkan perekaman suara mikrofon.
Bagi guru, hasil rekaman dapat digunakan untuk membuat video demonstrasi yang membantu siswa mempelajari langkah-langkah secara mandiri.
Namun, perekaman layar tidak otomatis membuat tutorial menjadi efektif.
Guru tetap perlu menentukan tujuan, urutan penjelasan, dan durasi yang sesuai kebutuhan belajar.
Langkah pertama adalah menentukan apa yang akan dijelaskan.
Misalnya, video berjudul "Cara Membuat Tabel Nilai Siswa di Excel".
Guru dapat menyusun urutan materi sebagai berikut:
Dengan urutan tersebut, guru tidak perlu terlalu sering berhenti karena lupa langkah berikutnya.
Selain itu, siapkan data contoh yang tidak memuat informasi pribadi siswa.
Jika menggunakan dokumen kelas sebenarnya, hilangkan nama lengkap, NISN, alamat, dan informasi sensitif sebelum mulai merekam.
Snipping Tool atau Alat Pemotong merupakan aplikasi bawaan Windows yang dapat digunakan untuk mengambil tangkapan layar.
Pada Windows 11 yang mendukung fitur perekaman, aplikasi tersebut juga dapat merekam video dari area layar yang dipilih.
Microsoft menjelaskan bahwa fitur ini diperkenalkan pada Windows 11 dan memungkinkan pengguna menentukan bagian layar sebelum perekaman dimulai.
Langkah penggunaannya:
Tampilan menu dapat berbeda sesuai pembaruan aplikasi.
Jika fitur Record tidak tersedia, periksa versi Windows dan pembaruan Snipping Tool.
Pada versi Windows 11 yang mendukung, pintasan Windows + Shift + R dapat digunakan untuk membuka proses perekaman layar melalui Snipping Tool.
Pintasan ini berbeda dari Windows + Shift + S yang dikenal sebagai akses cepat untuk mengambil tangkapan layar.
Setelah pintasan perekaman digunakan, pilih area yang ingin direkam dan mulai prosesnya.
Namun, jangan menganggap pintasan tersebut tersedia pada seluruh instalasi Windows tanpa memeriksa versi aplikasi.
Jika tidak berfungsi, buka Snipping Tool melalui menu Start.
Xbox Game Bar tersedia pada Windows 10 dan Windows 11 yang mendukung fitur tersebut.
Aplikasi ini dirancang terutama untuk merekam aktivitas permainan dan aplikasi tertentu.
Untuk merekam aktivitas aplikasi:
Microsoft menjelaskan bahwa hasil rekaman disimpan dalam format MP4 pada folder Videos → Captures.
Namun, Xbox Game Bar mempunyai keterbatasan untuk merekam elemen tertentu pada desktop atau File Explorer.
Jika kegiatan membutuhkan perpindahan antarbanyak jendela dan area desktop, Snipping Tool atau aplikasi perekaman lain mungkin lebih sesuai.
Suara narasi membantu siswa memahami langkah yang sedang ditampilkan.
Jika menggunakan Xbox Game Bar, mikrofon dapat dinyalakan atau dimatikan dengan pintasan:
Windows + Alt + M
Pastikan mikrofon perangkat berfungsi sebelum membuat video lengkap.
Lakukan rekaman uji coba selama beberapa detik.
Kemudian putar hasilnya dan periksa apakah suara terdengar jelas.
Jika guru menggunakan mikrofon eksternal, periksa apakah perangkat tersebut sudah dipilih sebagai sumber input.
Perlu diingat bahwa pengaturan mikrofon dapat berbeda berdasarkan aplikasi perekam.
Jangan langsung menganggap audio sudah masuk hanya karena ikon mikrofon terlihat aktif.
Microsoft juga menyediakan Clipchamp sebagai aplikasi pembuatan dan penyuntingan video.
Pada Windows 11, pengguna dapat mencarinya melalui menu Start.
Clipchamp menyediakan fitur untuk merekam layar sekaligus mengedit hasil rekaman.
Keunggulannya adalah guru dapat memotong bagian yang tidak diperlukan serta menggabungkan beberapa bagian video.
Namun, ketersediaan fitur, ekspor, dan layanan tertentu perlu diperiksa berdasarkan versi serta paket yang digunakan.
Jika hanya membutuhkan demonstrasi sederhana, fitur bawaan Windows mungkin sudah mencukupi.
Sebelum merekam, periksa ukuran huruf pada aplikasi yang akan ditampilkan.
Tulisan yang terlalu kecil dapat sulit dibaca melalui layar ponsel siswa.
Misalnya, ketika merekam Microsoft Excel, perbesar tampilan menggunakan pengaturan Zoom.
Demikian pula pada Microsoft Word, gunakan ukuran tampilan yang memungkinkan teks terlihat jelas.
Tutup jendela yang tidak digunakan.
Nonaktifkan notifikasi yang berpotensi menampilkan pesan pribadi selama perekaman.
Jangan membuka dokumen sensitif hanya karena pengguna menganggap bagian tersebut tidak akan terlihat dalam video akhir.
Ketika memperagakan langkah, gerakan kursor dapat membantu siswa mengetahui tombol yang perlu dipilih.
Namun, hindari memindahkan kursor terlalu cepat.
Misalnya, sebelum mengklik menu Insert, arahkan kursor dan berhenti sebentar.
Jelaskan nama menu kemudian lakukan tindakan.
Jika siswa diharapkan mengikuti tutorial sambil mempraktikkan, sisakan jeda yang cukup setelah langkah penting.
Video yang terlalu cepat dapat membuat peserta didik harus berulang kali menghentikan rekaman.
Berikut rancangan yang dapat digunakan untuk video sederhana.
| Bagian | Perkiraan Durasi |
|---|---|
| Pembukaan dan tujuan | 30 detik |
| Memperkenalkan aplikasi | 30 detik |
| Demonstrasi langkah utama | 3 menit |
| Pemeriksaan hasil | 30 detik |
| Penutup dan instruksi latihan | 30 detik |
Pembagian tersebut merupakan contoh.
Video yang menjelaskan materi lebih kompleks mungkin memerlukan durasi berbeda.
Lebih penting membuat penjelasan jelas daripada memaksakan semua materi masuk dalam waktu tertentu.
Setelah rekaman selesai, putar video dari awal sampai akhir.
Periksa apakah ada bagian yang terlalu lama, kesalahan penjelasan, atau tampilan yang tidak relevan.
Jika diperlukan, gunakan aplikasi pengeditan untuk memotong bagian tersebut.
Guru juga dapat menambahkan judul singkat pada awal video.
Namun, hindari terlalu banyak transisi atau musik yang menutupi narasi.
Jika menggunakan musik, pastikan memiliki izin atau hak penggunaan yang sesuai.
Bagi video tutorial, kejelasan penjelasan dan tampilan biasanya lebih penting daripada efek visual yang berlebihan.
Jika perekaman dilakukan saat pertemuan daring, guru perlu memperhatikan privasi peserta.
Jangan merekam wajah, suara, atau informasi pribadi siswa untuk dibagikan secara publik tanpa dasar dan izin yang sesuai.
Untuk video tutorial aplikasi, lebih aman menggunakan data simulasi.
Misalnya, gunakan nama Siswa A, Siswa B, dan Siswa C daripada data asli peserta didik.
Hindari pula menampilkan pesan pribadi, alamat email, nomor telepon, dan informasi akun pada rekaman.
Setelah video selesai, guru dapat membagikannya melalui sistem pembelajaran sekolah, penyimpanan daring, atau aplikasi komunikasi yang digunakan kelas.
Namun, ukuran file perlu diperhatikan.
Video berdurasi beberapa menit dapat mempunyai ukuran besar jika direkam pada resolusi tinggi.
Jika jaringan internet siswa terbatas, guru dapat menyiapkan versi dengan ukuran lebih kecil.
Alternatif lain adalah mengunggah video pada penyimpanan yang aman dan membagikan akses kepada siswa yang berhak.
Baca Juga: Cara Membuat Folder Google Drive untuk Mengumpulkan Tugas Siswa dengan Aman
Video pembelajaran sebaiknya tidak hanya dibagikan tanpa tindak lanjut.
Guru dapat menyertakan tugas sederhana.
Misalnya, setelah menonton tutorial Excel, siswa diminta membuat tabel dan menggunakan satu rumus.
Hasil tugas memberikan informasi apakah petunjuk dalam video sudah cukup jelas.
Jika banyak siswa mengalami kesalahan pada langkah yang sama, guru dapat memperbaiki bagian tersebut dalam video berikutnya.
Dengan demikian, perekaman layar menjadi bagian dari proses pembelajaran, bukan sekadar kegiatan membuat konten digital.
Merekam layar laptop Windows dapat menjadi pilihan praktis bagi guru yang ingin menyediakan tutorial yang mudah diputar ulang oleh siswa.
Snipping Tool pada Windows 11 cocok untuk merekam area layar, sementara Xbox Game Bar dapat digunakan untuk aktivitas aplikasi tertentu pada Windows 10 dan 11.
Melalui persiapan materi, pengaturan audio, tampilan yang jelas, serta pemeriksaan hasil, guru dapat menghasilkan video sederhana yang mendukung pemahaman siswa tanpa harus menggunakan peralatan produksi yang mahal.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir