Bukti yang dapat disiapkan: Tangkapan layar soal, halaman kuis, hasil pengerjaan, dan dokumentasi aktivitas pembelajaran.
Media audio dapat digunakan untuk membantu peserta didik mengenali pelafalan huruf, panjang pendek bacaan, dan penerapan tajwid.
Guru dapat menyiapkan rekaman bacaan yang digunakan sebagai bahan latihan mendengarkan dan menirukan.
Penggunaan audio perlu disertai penjelasan serta koreksi guru agar peserta didik tidak hanya meniru suara, tetapi juga memahami kaidah bacaan yang benar.
Bukti yang dapat disiapkan: File audio, daftar materi, dan dokumentasi latihan membaca Al-Qur'an.
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh pengembangan satu media pembelajaran PAI yang dapat dijadikan acuan.
Contoh ini merupakan rancangan pengembangan media, bukan dokumen resmi Kemenag atau karya yang telah dinilai oleh LPTK.
| Komponen | Contoh Pengisian |
|---|---|
| Satuan Pendidikan | SMP |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
| Fase/Kelas | Fase D / Kelas VII |
| Materi | Tata Cara Wudu |
| Jenis Media | Media visual dan kartu urutan |
| Bentuk | Papan demonstrasi dan kartu bergambar |
| Tujuan | Membantu peserta didik memahami urutan wudu |
Media dirancang untuk membantu peserta didik:
Beberapa perlengkapan yang dapat digunakan meliputi:
Guru terlebih dahulu menjelaskan materi secara singkat, kemudian memperlihatkan kartu bergambar kepada peserta didik.
Setelah itu, peserta didik diminta menyusun kartu sesuai urutan kegiatan wudu.
Guru dapat memberikan beberapa kartu secara acak dan meminta kelompok peserta didik menentukan susunan yang benar.
Setelah kegiatan selesai, guru memberikan penguatan dan menghubungkan hasil penyusunan kartu dengan praktik wudu secara langsung.
Untuk menunjukkan proses pengembangan dan penggunaannya, guru dapat mengumpulkan:
Dokumentasi tersebut membantu memperlihatkan fungsi media dalam kegiatan pembelajaran, bukan hanya keberadaan alat yang dibuat.
Setelah alat peraga dan media pembelajaran terkumpul, guru perlu menatanya agar dapat menunjukkan pengalaman pengembangan dan pemanfaatan media selama mengajar.
Berikut langkah yang dapat dilakukan.
Periksa arsip perangkat pembelajaran, dokumentasi kegiatan kelas, file presentasi, video, serta foto alat peraga.
Utamakan media yang benar-benar pernah digunakan dalam pembelajaran PAI.
Jika media dibuat bersama guru lain atau merupakan hasil kerja kelompok, jelaskan kontribusi pribadi secara jujur.
Pengelompokan dapat dilakukan berdasarkan elemen pembelajaran PAI agar dokumen lebih mudah diperiksa.
| Elemen PAI | Contoh Media |
|---|---|
| Al-Qur'an dan Hadis | Kartu hijaiyah, audio bacaan, media tajwid |
| Akidah | Puzzle rukun iman, kartu Asmaulhusna |
| Akhlak | Kartu studi kasus, poster perilaku terpuji |
| Fikih | Miniatur Ka'bah, model wudu, papan gerakan salat |
| Sejarah Peradaban Islam | Peta sejarah, garis waktu, kartu tokoh |
Tabel tersebut merupakan contoh pengelompokan. Guru dapat menyesuaikannya dengan materi dan dokumen yang dimiliki.
Setiap media sebaiknya disertai keterangan singkat mengenai:
Deskripsi tersebut membantu penilai memahami fungsi media tanpa harus menebak dari foto atau bentuk fisiknya.
Foto media saja belum tentu cukup untuk menunjukkan bagaimana alat tersebut digunakan dalam pembelajaran.
Jika tersedia, sertakan dokumentasi kegiatan guru ketika menjelaskan materi atau peserta didik saat menggunakan media.
Untuk media digital, siapkan tangkapan layar, file asli, atau tautan yang dapat diakses sesuai ketentuan LPTK.
Guru dapat membuat folder khusus untuk mengarsipkan bukti alat peraga dan media pembelajaran.
Contoh susunan folder:
RPL PPG PAI
Susunan folder tersebut merupakan rekomendasi pengarsipan, bukan format baku yang diwajibkan oleh seluruh LPTK.
Peserta perlu mengikuti ketentuan teknis mengenai format file, kapasitas penyimpanan, dan tautan pengumpulan yang ditetapkan perguruan tinggi masing-masing.
Baca Juga: Contoh LKPD PAI untuk RPL PPG Kemenag 2026: Komponen, Format, dan Cara Menyusunnya
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar dokumen media pembelajaran tetap relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pertama, hanya mengumpulkan foto alat tanpa penjelasan. Foto sebaiknya dilengkapi keterangan mengenai nama, fungsi, materi, dan cara penggunaan media.
Kedua, media tidak berkaitan dengan tujuan pembelajaran. Alat yang digunakan harus mendukung kompetensi yang ingin dicapai, bukan sekadar menjadi hiasan kelas.
Ketiga, menggunakan media digital tanpa memeriksa sumber. Video, gambar, audio, dan materi dari internet perlu diperiksa keakuratan serta hak penggunaannya.
Keempat, menampilkan media yang tidak sesuai dengan materi PAI. Khusus materi Al-Qur'an dan Hadis, tulisan Arab, harakat, pelafalan, dan terjemahan harus diperiksa secara teliti.
Kelima, membuat dokumentasi seolah-olah kegiatan pernah dilaksanakan. Peserta tidak boleh merekayasa foto atau mengklaim media baru sebagai bukti penggunaan pada periode sebelumnya.
Keenam, tidak menyimpan file asli. Apabila memungkinkan, simpan file desain, presentasi, video, atau sumber media agar dokumen dapat diperiksa kembali jika diperlukan.
Persiapan alat peraga dan media pembelajaran PAI untuk RPL PPG Kemenag 2026 sebaiknya tidak hanya berorientasi pada banyaknya dokumen yang dikumpulkan. Setiap perangkat perlu menunjukkan fungsi dan kontribusinya dalam mendukung proses pembelajaran.
Guru dapat memanfaatkan alat peraga konkret untuk membantu peserta didik memahami tata cara ibadah, menggunakan media visual untuk memperjelas konsep keislaman, serta mengembangkan media digital untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif.
Hal terpenting adalah kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran, ketepatan substansi keagamaan, dan keterlibatan peserta didik dalam menggunakannya.
Untuk kebutuhan RPL, guru sebaiknya mengumpulkan media yang benar-benar pernah dibuat atau digunakan, melengkapinya dengan deskripsi, dan menyertakan dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan persiapan tersebut, alat peraga dan media pembelajaran dapat menjadi bukti kemampuan profesional guru PAI dalam merancang pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan bermakna.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir