Petunjuk: Perhatikan daftar kegiatan berikut, kemudian tentukan apakah kegiatan tersebut termasuk rukun wudu atau bukan.
| No. | Kegiatan | Termasuk Rukun Wudu? |
|---|---|---|
| 1 | Membasuh wajah | ................ |
| 2 | Membasuh kedua tangan sampai siku | ................ |
| 3 | Berkumur-kumur | ................ |
| 4 | Mengusap sebagian kepala | ................ |
| 5 | Membasuh kedua kaki sampai mata kaki | ................ |
| 6 | Tertib | ................ |
Setelah mengisi tabel, peserta didik diminta menjelaskan alasan atas jawaban yang diberikan.
Petunjuk: Susun urutan kegiatan wudu yang benar berdasarkan materi yang telah dipelajari.
Peserta didik dapat menggunakan daftar kegiatan berikut:
Hasil pengerjaan:
Tuliskan urutan kegiatan wudu yang benar pada lembar jawaban atau buku tugas.
Petunjuk: Lakukan praktik wudu secara berurutan dengan memperhatikan ketentuan yang telah dipelajari.
| No. | Aktivitas Praktik | Hasil Pengamatan |
|---|---|---|
| 1 | Melakukan niat | ................ |
| 2 | Membasuh wajah | ................ |
| 3 | Membasuh kedua tangan sampai siku | ................ |
| 4 | Mengusap sebagian kepala | ................ |
| 5 | Membasuh kedua kaki sampai mata kaki | ................ |
| 6 | Melaksanakan secara tertib | ................ |
Guru dapat menggunakan tabel ini sebagai lembar pengamatan awal. Penilaian keterampilan secara terperinci dapat menggunakan rubrik atau instrumen penilaian tersendiri.
Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan materi dan kegiatan yang telah dilakukan.
Tuliskan kesimpulan mengenai pentingnya memahami dan melaksanakan wudu sesuai ketentuan syariat Islam.
....................................................................
....................................................................
....................................................................
Berikan jawaban berdasarkan pengalaman setelah mengikuti pembelajaran.
Contoh LKPD tersebut memperlihatkan hubungan antara tujuan pembelajaran, materi pendukung, aktivitas, dan hasil pekerjaan peserta didik.
Guru dapat mengembangkan format serupa untuk materi PAI lainnya, tetapi isi kegiatan harus disesuaikan dengan kompetensi dan karakteristik materi yang diajarkan.
Setelah LKPD dikumpulkan, guru perlu memastikan dokumen tersebut tersusun berdasarkan riwayat pembelajaran yang sebenarnya.
Berikut langkah yang dapat dilakukan.
Periksa arsip pembelajaran dalam bentuk Word, PDF, hasil cetak, atau dokumen digital lainnya.
Pilih LKPD yang benar-benar pernah digunakan dalam pembelajaran PAI. Jika dokumen dibuat bersama tim guru, jelaskan kontribusi atau penggunaannya sesuai keadaan sebenarnya.
Susun LKPD berdasarkan kelas, fase, materi, semester, dan tahun pelajaran.
Contoh pengelompokan:
| Tahun Pelajaran | Semester | Materi | Jenis LKPD |
|---|---|---|---|
| 2023/2024 | Ganjil | Al-Qur'an dan Hadis | Analisis kandungan ayat |
| 2023/2024 | Genap | Akidah | Identifikasi Asmaulhusna |
| 2024/2025 | Ganjil | Akhlak | Analisis kasus perilaku terpuji |
| 2024/2025 | Genap | Fikih | Praktik tata cara wudu |
| 2025/2026 | Ganjil | Sejarah Peradaban Islam | Diskusi tokoh sejarah Islam |
| 2025/2026 | Genap | Fikih | Lembar pengamatan praktik ibadah |
Tabel tersebut hanya contoh pengarsipan. Guru perlu mengisinya berdasarkan dokumen yang benar-benar tersedia.
Periksa nama satuan pendidikan, mata pelajaran, kelas atau fase, materi, dan tahun pelajaran apabila tercantum.
Identitas tersebut membantu memperjelas hubungan LKPD dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
Pastikan petunjuk kegiatan, pertanyaan, gambar, tabel, serta ruang jawaban dapat dibaca dengan jelas.
Jika LKPD terdiri atas beberapa halaman, periksa kembali urutan halaman agar tidak ada bagian yang tertinggal.
Jika LPTK meminta dokumen PDF, simpan LKPD dalam format tersebut dengan kualitas yang cukup baik.
Contoh struktur folder:
RPL PPG PAI
Susunan tersebut merupakan rekomendasi pengarsipan, bukan format folder resmi yang berlaku bagi seluruh LPTK.
Baca Juga: Contoh Modul Ajar PAI untuk RPL PPG Kemenag 2026: Komponen, Struktur, dan Cara Menyiapkannya
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar LKPD yang disampaikan sebagai bukti RPL tetap relevan dan mudah diperiksa.
Pertama, LKPD hanya berisi kumpulan soal. Lembar kerja sebaiknya memiliki petunjuk dan aktivitas yang jelas. Pertanyaan atau latihan dapat menjadi bagian dari LKPD, tetapi tidak selalu mewakili seluruh fungsi lembar kerja.
Kedua, tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran. Aktivitas yang diberikan harus mendukung kompetensi yang ingin dicapai. Jika tujuan pembelajaran adalah praktik wudu, LKPD sebaiknya memberikan ruang bagi kegiatan pengamatan atau praktik, bukan hanya pertanyaan definisi.
Ketiga, tidak mencantumkan sumber yang jelas. Ayat Al-Qur'an, hadis, gambar, dan bahan pendukung harus mempunyai sumber yang dapat diperiksa.
Keempat, menggunakan LKPD yang tidak sesuai jenjang. Bahasa, tingkat kesulitan, dan bentuk aktivitas harus mempertimbangkan usia serta kemampuan peserta didik.
Kelima, membuat dokumen seolah-olah pernah digunakan pada periode sebelumnya. Guru harus menjaga keaslian bukti pengalaman profesional. Dokumen baru boleh disusun untuk pembelajaran berikutnya, tetapi tidak boleh diberi tanggal atau keterangan penggunaan yang tidak sesuai fakta.
Penilaian kelayakan LKPD sebagai dokumen RPL tetap mengikuti instrumen dan ketentuan LPTK masing-masing.
Persiapan LKPD PAI untuk RPL PPG Kemenag 2026 bukan sekadar mengumpulkan lembar soal atau tugas yang pernah diberikan kepada peserta didik. Dokumen tersebut sebaiknya menunjukkan bagaimana guru merancang aktivitas yang membantu murid memahami materi, melakukan pengamatan, berdiskusi, mempraktikkan ajaran Islam, dan melakukan refleksi.
Guru perlu memastikan bahwa setiap LKPD mempunyai tujuan yang jelas, petunjuk pengerjaan yang mudah dipahami, serta aktivitas yang sesuai dengan materi dan karakteristik peserta didik.
Untuk kebutuhan RPL, keaslian dan keterkaitan dokumen dengan pengalaman mengajar menjadi hal yang perlu diperhatikan. LKPD yang telah digunakan dapat dikelompokkan berdasarkan tahun pelajaran dan semester, kemudian disiapkan sesuai format pengumpulan LPTK.
Dengan penataan yang baik, LKPD dapat memperlihatkan kemampuan guru PAI dalam merancang pembelajaran yang aktif, terarah, dan memberikan ruang bagi peserta didik untuk memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir