| Komponen | Contoh Pengisian |
|---|---|
| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
| Jenjang | SMP |
| Fase/Kelas | Fase D / Kelas VII |
| Materi | Perilaku Jujur dan Amanah |
| Elemen | Akhlak |
| Bentuk Materi | Modul ringkas dan bahan presentasi |
| Alokasi Pembelajaran | Disesuaikan dengan perencanaan guru |
Setelah mempelajari materi, peserta didik diharapkan mampu:
Rumusan tujuan tersebut merupakan contoh dan perlu disesuaikan dengan CP serta ATP yang berlaku pada satuan pendidikan.
Materi dapat disusun menggunakan alur berikut:
1. Pengertian Jujur
Jujur merupakan perilaku yang menunjukkan kesesuaian antara perkataan, tindakan, dan kenyataan. Seseorang yang bersikap jujur akan menyampaikan sesuatu sesuai fakta serta tidak melakukan kebohongan untuk memperoleh keuntungan pribadi.
Dalam kehidupan peserta didik, kejujuran dapat ditunjukkan melalui kebiasaan mengerjakan ujian tanpa menyontek, mengakui kesalahan, dan menyampaikan informasi sesuai keadaan sebenarnya.
2. Pengertian Amanah
Amanah merupakan sikap dapat dipercaya dalam menjalankan tanggung jawab atau menjaga sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang.
Contohnya adalah mengerjakan tugas kelompok sesuai pembagian tanggung jawab, menjaga barang milik teman, serta melaksanakan tugas yang diberikan guru dengan sungguh-sungguh.
3. Landasan Ajaran Islam
Materi dapat dilengkapi dengan dalil yang relevan, antara lain:
Guru perlu menyertakan teks Arab, terjemahan, serta sumber hadis secara tepat apabila memasukkannya ke dalam dokumen final.
4. Contoh Penerapan
Penerapan kejujuran dan amanah dapat dijelaskan melalui beberapa situasi:
| Situasi | Perilaku yang Diharapkan |
|---|---|
| Mengikuti ujian | Mengerjakan soal secara mandiri |
| Menemukan barang teman | Mengembalikan kepada pemiliknya |
| Mendapat tugas kelompok | Menyelesaikan bagian tugas yang diberikan |
| Melakukan kesalahan | Mengakui dan bersedia memperbaiki |
| Meminjam barang | Menjaga dan mengembalikan sesuai kesepakatan |
5. Manfaat Perilaku Jujur dan Amanah
Perilaku jujur dan amanah dapat membangun kepercayaan, menciptakan hubungan yang baik, mengurangi konflik, dan membentuk pribadi yang bertanggung jawab.
Dalam lingkungan sekolah, kedua nilai tersebut membantu menciptakan suasana belajar yang tertib, saling menghargai, dan mendukung kerja sama.
Jujur dan amanah merupakan bagian dari akhlak terpuji yang harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Jujur berkaitan dengan kesesuaian perkataan dan tindakan terhadap kenyataan, sedangkan amanah berkaitan dengan kemampuan menjaga kepercayaan dan melaksanakan tanggung jawab.
Keduanya tidak cukup hanya dipahami secara teori, tetapi perlu dibuktikan melalui perilaku nyata di rumah, sekolah, dan masyarakat.
Untuk mengukur pemahaman peserta didik, guru dapat memberikan pertanyaan berikut:
Pertanyaan tersebut dapat digunakan sebagai latihan pemahaman atau dikembangkan menjadi instrumen asesmen tersendiri.
Setelah materi ajar terkumpul, guru perlu memastikan bahwa dokumen tersebut benar-benar mencerminkan pengalaman pembelajaran yang pernah dilakukan.
Berikut langkah yang dapat diterapkan.
Cari bahan ajar dari arsip pembelajaran yang dimiliki, baik dalam bentuk dokumen Word, PDF, PowerPoint, poster, video, maupun bahan digital lainnya.
Pilih materi yang sesuai dengan mata pelajaran PAI dan pernah digunakan untuk mendukung pembelajaran.
Susun bahan ajar berdasarkan tahun pelajaran, semester, kelas, fase, serta topik pembelajaran.
Contoh pengelompokan:
| Tahun Pelajaran | Semester | Materi PAI | Bentuk Materi |
|---|---|---|---|
| 2023/2024 | Ganjil | Akidah | Ringkasan materi |
| 2023/2024 | Genap | Akhlak | PowerPoint |
| 2024/2025 | Ganjil | Fikih | Modul ringkas |
| 2024/2025 | Genap | Al-Qur'an dan Hadis | Bahan bacaan |
| 2025/2026 | Ganjil | Sejarah Peradaban Islam | Presentasi |
| 2025/2026 | Genap | Akhlak | Infografis |
Tabel tersebut hanya contoh penataan dokumen. Guru perlu menggunakan materi yang benar-benar dimiliki dan sesuai dengan riwayat mengajarnya.
Pastikan materi yang disiapkan mendukung tujuan pembelajaran pada perangkat yang berkaitan.
Sebagai contoh, jika modul ajar memuat tujuan agar peserta didik mampu mempraktikkan tata cara wudu, materi ajar sebaiknya tidak hanya berisi pengertian wudu, tetapi juga menjelaskan ketentuan dan urutan praktiknya.
Jika bahan ajar menggunakan buku teks, Al-Qur'an, kitab, jurnal, atau sumber digital, cantumkan identitas sumber yang digunakan.
Apabila materi disusun dengan mengadaptasi sumber lain, jelaskan sumber tersebut dan kontribusi pengembangan yang dilakukan guru.
Jangan mengklaim materi yang sepenuhnya berasal dari penulis lain sebagai karya pribadi.
Berkas dapat disimpan dalam format PDF apabila diminta LPTK.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir