Contoh susunan folder:
RPL PPG PAI
Pengelompokan berdasarkan elemen PAI tersebut merupakan rekomendasi pengarsipan agar dokumen lebih mudah ditemukan, bukan format folder wajib dari Kementerian Agama.
Baca Juga: Contoh Modul Ajar PAI untuk RPL PPG Kemenag 2026: Komponen, Struktur, dan Cara Menyiapkannya
Ada beberapa kesalahan yang perlu dihindari ketika guru menyiapkan materi ajar untuk dokumen RPL.
Pertama, mengunggah modul ajar sebagai materi ajar tanpa menunjukkan substansinya. Modul ajar berfungsi sebagai perencanaan pembelajaran, sedangkan materi ajar merupakan bahan yang dipelajari peserta didik. Keduanya perlu dapat dikenali secara jelas.
Kedua, materi tidak sesuai dengan mata pelajaran atau jenjang. Pastikan bahan yang dikumpulkan memang berkaitan dengan pembelajaran PAI pada kelas atau fase yang diajar.
Ketiga, menggunakan sumber yang tidak jelas. Materi keislaman perlu mempunyai rujukan yang dapat diperiksa, khususnya ketika mencantumkan ayat Al-Qur'an, hadis, terjemahan, atau pendapat ulama.
Keempat, dokumen tidak menunjukkan identitas penyusun. Jika tersedia, cantumkan nama guru, satuan pendidikan, tahun pelajaran, dan informasi pendukung lainnya.
Kelima, membuat dokumen seolah-olah merupakan bukti pengalaman lama. Peserta tidak boleh merekayasa tanggal atau keterangan penggunaan materi. Untuk kebutuhan RPL, keaslian pengalaman profesional harus tetap dijaga.
Penilaian akhir mengenai kelayakan dan pengakuan dokumen tetap menjadi kewenangan LPTK berdasarkan pedoman serta instrumen RPL yang digunakan.
Materi ajar PAI untuk RPL PPG Kemenag 2026 perlu dipersiapkan dengan memperhatikan fungsi, isi, sumber, dan keterkaitannya dengan praktik pembelajaran.
Guru sebaiknya tidak hanya mengumpulkan dokumen sebanyak mungkin, tetapi juga memastikan bahwa setiap bahan benar-benar menunjukkan pengalaman dalam menyusun dan mengembangkan pembelajaran.
Penyempurnaan CP Pendidikan Agama dan Budi Pekerti pada 2026 juga menjadi perhatian penting. Materi PAI perlu mendukung peserta didik agar tidak hanya memahami ajaran Islam, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menata materi ajar berdasarkan elemen, fase, semester, dan tujuan pembelajaran, guru akan lebih mudah menunjukkan keterkaitan antara bahan yang disusun dengan pengalaman mengajar yang dimiliki.
Persiapan tersebut diharapkan membantu peserta PPG menyampaikan dokumen RPL secara lebih terstruktur, autentik, dan sesuai dengan petunjuk LPTK masing-masing.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir