Pendidikan
M. Panji Maulana

Contoh Modul Ajar SKI untuk RPL PPG Kemenag 2026: Komponen, Struktur, dan Cara Menyusunnya

Contoh Modul Ajar SKI untuk RPL PPG Kemenag 2026: Komponen, Struktur, dan Cara Menyusunnya

07 November 2026 | 21:04

KebonCinta.com – Guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang mengikuti Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) Kementerian Agama Tahun 2026 perlu mempersiapkan dokumen perangkat pembelajaran sebagai bagian dari Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Salah satu dokumen yang perlu diperhatikan adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau modul ajar yang pernah disusun dan digunakan selama menjalankan tugas mengajar di madrasah.

Modul ajar SKI menjadi bukti pengalaman profesional guru dalam merencanakan pembelajaran sejarah perkembangan Islam, mulai dari masa kenabian Rasulullah saw., Khulafaurasyidin, perkembangan dinasti Islam, hingga penyebaran Islam di Indonesia.

Berbeda dengan pembelajaran sejarah yang hanya berfokus pada hafalan nama tokoh dan urutan peristiwa, SKI juga mengarahkan peserta didik untuk memahami konteks sejarah, menganalisis informasi, mengambil ibrah, dan meneladani nilai positif dari peristiwa masa lalu.

Penyusunan modul ajar perlu memperhatikan Capaian Pembelajaran (CP) SKI yang berlaku pada madrasah. Salah satu acuan terbarunya adalah Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 9941 Tahun 2025 tentang Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah.

Selain itu, implementasi kurikulum madrasah juga mengacu pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 yang memperkuat pendekatan Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta.

Lalu, bagaimana struktur modul ajar SKI yang dapat disiapkan untuk RPL PPG Kemenag 2026? Apa saja komponennya dan bagaimana contoh penyusunannya untuk pembelajaran SKI di madrasah?

Modul Ajar SKI Termasuk Dokumen RPL PPG Kemenag 2026

Modul ajar merupakan salah satu bentuk dokumen perencanaan pembelajaran yang dapat disiapkan peserta PPG Daljab Kemenag 2026 sebagai bagian dari kelompok perangkat pembelajaran RPL.

Berdasarkan pengumuman resmi Kementerian Agama pada 7 November 2026, perangkat pembelajaran yang perlu dipersiapkan peserta mencakup tujuh jenis dokumen, yaitu:

  1. Program Tahunan (Prota).
  2. Program Semester (Promes).
  3. RPP atau Modul Ajar.
  4. Materi Ajar.
  5. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
  6. Alat Peraga atau Media Pembelajaran.
  7. Instrumen Penilaian.

Dokumen perangkat pembelajaran tersebut mencakup maksimal 12 semester sesuai ketentuan yang diumumkan Kemenag. Peserta tetap perlu mengikuti petunjuk teknis LPTK penempatan mengenai periode, format, dan mekanisme pengumpulan.

Bagi guru SKI, modul ajar yang dipersiapkan sebaiknya merupakan dokumen yang benar-benar pernah disusun atau digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Contohnya adalah modul ajar mengenai kondisi masyarakat Arab sebelum Islam, dakwah Rasulullah saw. periode Makkah dan Madinah, kepemimpinan Khulafaurasyidin, perkembangan Daulah Umayyah dan Abbasiyah, hingga sejarah masuknya Islam di Indonesia.

Dokumen tersebut dapat memperlihatkan kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran sejarah secara sistematis, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan menghubungkan nilai sejarah dengan kehidupan peserta didik.

Acuan Kurikulum dan Capaian Pembelajaran SKI Madrasah

Sebelum menyusun modul ajar, guru perlu memastikan bahwa dokumen yang digunakan sesuai dengan kurikulum dan Capaian Pembelajaran yang berlaku pada satuan pendidikan.

Terdapat dua acuan utama yang perlu diperhatikan.

1. KMA Nomor 1503 Tahun 2025

Keputusan Menteri Agama Nomor 1503 Tahun 2025 merupakan perubahan atas KMA Nomor 450 Tahun 2024 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada RA, MI, MTs, MA, dan MAK.

Kebijakan tersebut memperkuat implementasi kurikulum madrasah melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta.

Dalam kerangka kurikulum tersebut, pendidikan diarahkan untuk mengembangkan keimanan, ketakwaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, dan karakter peserta didik melalui nilai-nilai Panca Cinta.

Nilai Panca Cinta meliputi:

  1. Cinta Allah dan Rasul-Nya.
  2. Cinta ilmu.
  3. Cinta lingkungan.
  4. Cinta diri dan sesama manusia.
  5. Cinta tanah air.

Dalam pembelajaran SKI, nilai tersebut dapat dihubungkan dengan keteladanan tokoh dan peristiwa sejarah Islam.

Misalnya, pembelajaran mengenai dakwah Rasulullah saw. dapat diarahkan untuk memahami nilai kesabaran, kepedulian, keteguhan, dan cara menyampaikan ajaran Islam secara bijaksana.

2. SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 9941 Tahun 2025

Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 9941 Tahun 2025 menjadi acuan Capaian Pembelajaran mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab pada madrasah, termasuk mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.

Dokumen tersebut mencakup CP SKI untuk jenjang MI, MTs, MA/MAK, dan MAPK.

Secara umum, pembelajaran SKI memiliki dua elemen utama, yaitu:

ElemenCakupan Pembelajaran
Pemahaman KonsepMemahami sejarah masa kenabian Rasulullah saw., Khulafaurasyidin, periode klasik, periode pertengahan, dan perkembangan Islam di Indonesia
Keterampilan ProsesMengamati, merumuskan pertanyaan, mengumpulkan sumber, menganalisis informasi sejarah, menyimpulkan, mengomunikasikan hasil, dan merefleksikan ibrah

Kedua elemen tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran SKI tidak hanya menekankan kemampuan mengingat kronologi sejarah, tetapi juga kemampuan melakukan penyelidikan dan interpretasi terhadap peristiwa masa lalu.

Khusus pada Fase D yang umumnya digunakan untuk kelas VII, VIII, dan IX MTs, CP SKI antara lain mencakup kemampuan merefleksikan sejarah dakwah Rasulullah saw. pada periode Makkah dalam menumbuhkembangkan prinsip rahmatan lil 'alamin, serta sejarah dakwah Rasulullah saw. dalam membangun peradaban masyarakat Madinah.

Fase D juga mencakup pemahaman mengenai Khulafaurasyidin, Daulah Umayyah, Daulah Abbasiyah, Daulah Ayyubiyah, dan perkembangan Islam di Indonesia.

Karena itu, guru perlu memilih materi dan tujuan pembelajaran berdasarkan CP fase yang sesuai, bukan sekadar mengambil daftar materi dari jenjang lain.

Perbedaan Modul Ajar SKI dan Materi Ajar SKI

Modul ajar dan materi ajar mempunyai fungsi yang saling berkaitan, tetapi keduanya merupakan dokumen berbeda.

Modul ajar berisi perencanaan pelaksanaan pembelajaran, sedangkan materi ajar berisi substansi sejarah yang dipelajari peserta didik.

Perbedaannya dapat dilihat pada tabel berikut.

AspekModul Ajar SKIMateri Ajar SKI
FungsiMerencanakan proses pembelajaranMenyediakan bahan pembelajaran
FokusTujuan, kegiatan, metode, dan asesmenPeristiwa, tokoh, kronologi, dan nilai sejarah
IsiIdentitas, CP, TP, langkah kegiatan, dan penilaianUraian sejarah, sumber, peta waktu, dan contoh
BentukDokumen perencanaanPDF, presentasi, buku, infografis, dan video
PenggunaGuru sebagai perencanaGuru dan peserta didik sebagai sumber belajar

Sebagai contoh, ketika guru mengajarkan materi dakwah Rasulullah saw. periode Makkah:

  • Modul ajar memuat tujuan pembelajaran, kegiatan analisis sumber sejarah, diskusi kelompok, presentasi, dan asesmen.
  • Materi ajar memuat kondisi masyarakat Arab sebelum Islam, awal kenabian, strategi dakwah, tantangan yang dihadapi, serta keteladanan Rasulullah saw.

Kedua dokumen tersebut dapat disiapkan sebagai bagian dari perangkat RPL sepanjang sesuai dengan pengalaman mengajar dan ketentuan LPTK.

Komponen Modul Ajar SKI yang Perlu Dipersiapkan

Tidak semua madrasah menggunakan format modul ajar yang sama. Guru dapat menyesuaikan struktur dokumen dengan kurikulum, karakteristik peserta didik, serta materi sejarah yang diajarkan.

Namun, beberapa komponen berikut dapat digunakan sebagai kerangka penyusunan modul ajar SKI.

No.KomponenIsi yang Dicantumkan
1Identitas ModulNama madrasah, mata pelajaran, kelas/fase, semester, dan tahun pelajaran
2Capaian PembelajaranCP SKI sesuai fase
3Tujuan PembelajaranKompetensi yang diharapkan dicapai peserta didik
4Alur Tujuan PembelajaranUrutan tujuan pembelajaran
5Kompetensi AwalPengetahuan awal tentang materi sejarah
6Dimensi Profil LulusanKarakter dan kompetensi yang dikembangkan
7Sarana dan PrasaranaBuku sejarah, peta, gambar, media digital, dan sumber belajar
8Pemahaman BermaknaNilai atau ibrah yang diperoleh dari peristiwa sejarah
9Pertanyaan PemantikPertanyaan untuk membangun rasa ingin tahu
10Materi PembelajaranPokok bahasan sejarah Islam
11Model dan MetodeStrategi pembelajaran yang digunakan
12Langkah PembelajaranKegiatan pendahuluan, inti, dan penutup
13AsesmenPenilaian pengetahuan dan keterampilan proses sejarah
14Pengayaan dan RemedialTindak lanjut hasil belajar
15RefleksiEvaluasi pembelajaran oleh guru dan peserta didik

Tabel tersebut merupakan kerangka praktis, bukan format resmi yang wajib digunakan secara identik oleh seluruh madrasah.

Guru dapat menyesuaikan komponen berdasarkan kebutuhan pembelajaran dan pedoman kurikulum yang digunakan.

Contoh Modul Ajar SKI MTs Kelas VII Materi Dakwah Rasulullah saw. Periode Makkah

Berikut contoh rancangan modul ajar SKI untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah kelas VII dengan materi sejarah dakwah Rasulullah saw. periode Makkah.

Pemilihan materi ini mengacu pada CP SKI Fase D dalam SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 9941 Tahun 2025, khususnya kemampuan merefleksikan sejarah dakwah Rasulullah saw. dalam menumbuhkembangkan prinsip rahmatan lil 'alamin pada periode Makkah.

Contoh ini merupakan ilustrasi pengembangan perangkat pembelajaran, bukan modul resmi yang diterbitkan Kementerian Agama atau dokumen yang telah dinilai oleh LPTK.

A. Identitas Modul

KomponenContoh Pengisian
Satuan PendidikanMadrasah Tsanawiyah
Mata PelajaranSejarah Kebudayaan Islam
Fase/KelasFase D / Kelas VII
MateriDakwah Rasulullah saw. Periode Makkah
ElemenPemahaman Konsep dan Keterampilan Proses
Model PembelajaranInquiry Learning
MetodeStudi sumber, diskusi, analisis kronologi, dan presentasi
Alokasi Waktu2 JP sebagai contoh, disesuaikan dengan struktur madrasah

Identitas tersebut dapat disesuaikan dengan nama madrasah, semester, tahun pelajaran, dan alokasi waktu sebenarnya.

B. Capaian dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran harus merujuk pada CP SKI Fase D yang tercantum dalam SK Dirjen Pendis Nomor 9941 Tahun 2025.

Untuk materi ini, tujuan pembelajaran dapat dirumuskan sebagai berikut:

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan kondisi sosial dan keagamaan masyarakat Arab sebelum Islam.
  2. Mengidentifikasi latar belakang dan awal mula dakwah Rasulullah saw. di Makkah.
  3. Menjelaskan tahapan dakwah Rasulullah saw.
LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 3
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
modul ajar SKI RPL PPG Kemenag 2026 Perangkat pembelajaran SKI guru SKI madrasah CP SKI 2025 KMA 1503 Tahun 2025

Komentar Pengguna