KebonCinta.com - Sepak bola yang dikenal saat ini dengan aturan permainan yang baku memiliki sejarah panjang. Permainan menggunakan bola telah dikenal sejak masa lampau di berbagai wilayah, tetapi bentuk-bentuk permainan tersebut tidak serta-merta dapat disebut sebagai asal langsung sepak bola modern.
Salah satu permainan kuno yang kerap dikaitkan dengan sejarah sepak bola adalah cuju dari China. FIFA Museum mencatat, cuju telah memiliki sejarah lebih dari 2.000 tahun dan disebut dalam sumber tertulis China sekitar abad ke-3 sebelum Masehi.
�9�3 Baca Juga: Pembinaan Sepak Bola Putri Makin Bergeliat, 1.294 Pemain Muda Ikuti MLSC Yogyakarta
Secara harfiah, cuju berarti “menendang bola”. Permainan ini berkembang dalam beberapa bentuk. Salah satunya mengharuskan pemain memasukkan bola ke sasaran tertentu, sementara bentuk lain lebih menekankan kemampuan menjaga bola agar tidak menyentuh tanah.
Meski demikian, keberadaan cuju tidak berarti sepak bola modern berasal langsung dari China. Cuju lebih tepat dipahami sebagai bukti bahwa permainan menggunakan bola telah dikenal sejak masa kuno. Sepak bola modern berkembang melalui proses berbeda yang berlangsung terutama di Inggris pada abad ke-19.
�9�3 Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Jadi Pelajaran, Gianni Infantino Tegaskan FIFA Terus Kawal Keamanan Sepak Bola Indonesia
Pada abad ke-19, permainan football di Inggris masih menggunakan aturan yang berbeda-beda. Sekolah, klub, dan wilayah memiliki ketentuan masing-masing sehingga pertandingan antarkelompok dapat menghadapi persoalan karena tidak adanya standar permainan yang sama.
Salah satu upaya awal untuk menyatukan aturan muncul melalui Cambridge Rules pada 1848. Aturan tersebut disusun mahasiswa Cambridge untuk mengurangi perbedaan cara bermain yang dibawa dari berbagai sekolah.
Selain Cambridge, Sheffield juga memiliki aturan sendiri. Sheffield Football Club menyusun Sheffield Rules pada 1858. Pada masa itu, berbagai aturan masih berjalan berdampingan.
�9�3 Baca Juga: ASN Bone Bolango Mulai Dipetakan, Mutasi dan Promosi Bakal Mengacu Potensi serta Kompetensi
Tonggak penting terjadi pada 26 Oktober 1863, ketika The Football Association (FA) dibentuk di London. Organisasi ini bertujuan menyusun aturan bersama untuk permainan sepak bola.
Aturan yang disusun kemudian disahkan pada 8 Desember 1863. National Football Museum mencatat terdapat 13 aturan yang mengatur berbagai aspek permainan, seperti ukuran lapangan, cara memulai pertandingan, gol, bola keluar lapangan, serta larangan membawa bola dengan tangan dan melakukan hacking.
Perkembangan standardisasi berlanjut. Pada 1877, Sheffield Association mengadopsi aturan FA. Kemudian pada 1886 dibentuk International Football Association Board (IFAB) untuk mengawasi aturan permainan di negara-negara Britania Raya.
Ketika FIFA berdiri pada 1904, organisasi tersebut mengadopsi aturan yang ditetapkan IFAB. Dari sinilah aturan sepak bola semakin digunakan secara internasional.
Setelah aturan permainan semakin terstandar, sepak bola menyebar dari Eropa ke berbagai kawasan, termasuk Amerika Selatan, Afrika, Asia, dan wilayah lainnya. Klub, organisasi sepak bola nasional, serta kompetisi kemudian berkembang dengan karakter lokal masing-masing.
Di Indonesia, sepak bola berkembang pada masa kolonial dan kemudian menjadi bagian dari perjalanan olahraga nasional. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berdiri pada 29 April 1930 di Yogyakarta.
Menurut kajian R. N. Bayu Aji, perkembangan sepak bola di Indonesia terus meluas.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir